Mereka kembar tiga. Tampak sama, namun sebenarnya berbeda. Yang seharusnya untukmu akan tetap jadi milikmu, semesta tak kan keliru.
Namun kadang kala, dalam hati masih kerap bertanya,
Apa selama ini baik-baik saja ?
Apakah selama ini benar-benar b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• •
Ady, Aksa, dan Aga, tiga remaja yang terlahir sebagai kembar identik, lahir dari rahim yang sama, mempunyai gen yang sama, dan masih banyak kesamaan lain yang menyertai mereka.
Namun apa kalian tahu, Aga, salah satu dari kembar tiga tersebut nyatanya lahir dengan kondisi kesehatan yang berbeda dari kedua saudaranya. Seakan menjadi penanda, bahwa seberapa identik pun mereka, masing-masing mereka tetap lah individu yang berbeda, dan jalan hidup yang akan mereka tempuh pun tak akan pernah sama.
Sejak lahir, jantung Aga tidak seperti anak-anak lain. Ia mengidap penyakit jantung bawaan langka, yang disebut dengan DILV atau Double Inlet Left Ventricle. Bahkan melafalkannya pun Aga tak pandai.
Flashback on
Dokter yang membantu proses persalinan mereka hampir putus asa melihat kondisi bayi yang lahir paling akhir di antara kembar tiga itu. Ketiganya lahir prematur dan lemah, namun kondisi si bungsu bahkan lebih menggenaskan dan harus mendapat perawatan yang lebih ketat di banding dua saudaranya yang lain.
Jantung Aga tidak terbentuk dengan sempurna saat berada dalam kandungan. Meskipun kembar, tidak menutup kemungkinan proses tumbuh kembang masing-masing bayi akan berbeda antara satu dengan yang lain.
Dengan berat hati, Dokter harus menyampaikan bahwa bayi yang sekarang bernama Agasthya tersebut tengah kritis. Abrisam, ayah dari ketiga anak kembar itu merasa sangat hancur ketika mengetahui kondisi salah satu putra kecilnya. Namun ia berusaha terlihat tegar, meskipun di dalam merasa hampir putus asa.
Diana, wanita yang telah melahirkan tiga buah hatinya itu kini masih dalam kondisi lemah. Ia bahkan terus bertanya kapan ia bisa melihat putra bungsunya. Abrisam bingung bagaimana cara menjelaskan pada istrinya nanti.
"Seperti yang kita tahu, jantung normal memiliki empat ruang yang tugasnya mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan teratur. Atrium kiri akan terhubung pada Ventrikel kiri, dan atrium kanan akan terhubung dengan ventrikel kanan. Tapi pada kasus Aga, kedua atrium kiri dan kanan itu sama-sama mengalirkan darah ke ventrikel kiri, karena ventrikel kanan nyaris tidak berkembang dan tidak berfungsi. Sehingga jantung Aga hanya mempunyai satu ruang besar yang harus bekerja dua kali lipat, karena dua aliran darah dari serambi hanya masuk ke satu tempat saja. Kondisi ini memang sangat jarang terjadi pada anak kembar Pak, apa lagi kembar tiga. Nyaris tak pernah, namun nyata adanya.
"Dan kami harus mengambil tindakan operasi untuk memperbaiki aliran darah dan fungsi jantungnya itu Pak."
Begitulah kira-kira perkataan Dokter ketika menjelaskan kondisi Aga pada saat itu.
Flashback off
Dokter bahkan ragu apakah bayi itu bisa bertahan. Namun atas kekuasaan dan kehendak Tuhan, buktinya Aga kecil masih bersama mereka hingga sekarang bukan.