#05

645 48 9
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

......

Pagi ini seharusnya si kembar tiga sekolah seperti biasa. Namun Diana yang sedang menyiapkan makanan dibuat heran karena tumben sekali suasana rumah begitu hening, tak ada suara grasak grusuk anak-anak yang biasanya sedang bersiap untuk sekolah.

Diana pun berinisiatif untuk mengeceknya ke lantai atas, dimana kamar si kembar berada. Semenjak Ady, Aksa, dan Aga SMP, sang bunda memang jarang bahkan hampir tidak pernah membangunkan mereka untuk sekolah di pagi hari, karena memang biasanya Ady akan bangun dengan sendirinya dan secara alami akan diikuti oleh saudara-saudaranya yang lain.

Tok..tok..tok..

"Bang!"

"Ady.."

Tak ada jawaban.

Diana akhirnya membuka pintu kamar si kembar yang memang tidak pernah dikunci.
Dan benar saja, ketiga manusia serupa itu masih berkelana di alam mimpinya. Diana menepuk pelan lengan si sulung yang berbaring membelakanginya. Hingga tedengar lenguhan khas orang bangun tidur

"Abang? Kalian ngga sekolah?"

"Heung?" Mata Ady spontan terbuka ketika mendengar kata 'sekolah'. Ia terduduk dan tampak linglung, menatap jam di dinding kamar yang menunjukan pukul-

07.05 !

"Bun..."

BRAKKK

Bunda hanya mematung melihat Ady yang langsung bangkit dari kasur, sementara Aga dan Aksa ikut terbangun dan terkejut bukan main karena mendengar pintu kamar mandi dibuka kasar oleh seseorang.

"Astaga..bunda pikir kalian emang lagi diliburkan hari ini"

"Aksa, Aga! Ayo bangun! sekolah!" Aksa dan Aga yang masih mengumpulkan nyawa tersadar sepenuhnya karena teriakan sang Bunda.

Dan alhasil mereka terlambat. Saat mereka datang gerbang sudah tertutup rapat. Namun, sesuai aturan sekolahnya mereka diperbolehkan masuk walaupun dengan syarat, nama mereka akan dicatat. Ini kali pertama mereka terlambat ketika di SMA, Ady dan Aksa sangat benci itu. Bukan, bukan karena mereka takut ketinggalan pelajaran dan image anak baik mereka tercoreng di depan guru. Bukan, Ady dan Aksa tak lah se ambis itu. Ady hanya malas membuat masalah karena nanti urusannya akan sangat merepotkan.

Beruntungnya hari ini Tuhan masih berpihak pada Ady dan Aksa. Guru-guru pagi ini rapat 2 jam pelajaran pertama, sehingga bisa dipastikan semua kelas free, sehingga mereka bisa bernafas lega. Lain lagi halnya dengan Aga, masalah dan keributan adalah makanan sehari-harinya, rasanya aneh jika sehari saja tidak membuat ulah. Aga akan merasa semakin tidak sehat jika hanya menjalani hidup datar-datar saja seperti kedua saudaranya. Entah prinsip hidup dari mana, yang tau hanya lah Aga.

Sekarang si bungsu Baswara ini tengah berada di kantin bersama Abi dan juga Beni. Iya, Beni yang biasanya bersama Aksa kini sekelas dengan Aga. Mereka memang sudah saling kenal, karena Beni sering main ke rumahnya untuk menemui Aksa. Jadi tak heran jika keduanya juga langsung klop ketika disatukan, mengingat kelakuan Bani yang memang tak jauh berbeda dengan Aga.

BaswaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang