Sakura haruno telah menjelma menjadi gadis cantik, imut, pintar dan seksi tentunya, tidak ada yang bisa menolak pesona nya.
Sakura sudah siap untuk membalaskan dendamnya pada orang yang telah menyakiti nya, dengan apa yang dimilikinya saat ini san...
Typo bertebaran di mana-mana❗❗ Info: disini karakter hinata Hyuuga akan sangat ternista kan jadi bagi stan hinata jangan berharap lebih karena disini lapak nya Sakura.
Tolong vote nya ya dan jangan lupa follow akun aku.
.
.
.
Pria itu menghela napas pelan, lalu menatap langit malam yang menggantung di luar.
"Mereka tak pernah jauh. Dan sepertinya... seseorang sedang mereka incar."
"Siapa?"
Hening. Lalu klik.
Sambungan dimatikan tanpa jawaban.
Pria itu mencabut earpiece-nya, lalu mengeluarkan sebatang rokok dari saku jasnya. Api menyala sejenak. Asap tipis mengepul di antara gelap dan cahaya redup dari langit-langit.
Ia mengisap rokoknya perlahan... dan bergumam, lebih pada dirinya sendiri daripada siapa pun.
"Siapa sebenarnya gadis itu...?"
_______________
Jam olahraga kelas 11.A berlangsung di kolam renang dalam gedung olahraga belakang sekolah. Pelajaran hari ini: teknik dasar gaya bebas dan gaya punggung.
Di ruang ganti perempuan, para siswi sibuk bercermin, menata rambut, dan mencoba gaya berdiri paling fotogenik dalam baju renang mereka. Suara tawa, celetukan genit, dan gesekan sandal memenuhi udara.
Satu per satu keluar. Menyisakan satu orang saja di depan loker paling ujung-Sakura Haruno.
Dengan rambut merah mudanya yang indah digulung ke atas dan disemat jepit mutiara kecil, Sakura mengenakan pakaian renang hitam lengan panjang model high-neck. Ia tidak terburu-buru. Ia tahu, semua mata akan tertuju padanya... seperti biasa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pintu ruang ganti tiba-tiba terbuka.
"Hai, saudaraku... sayang." Hinata Hyuuga masuk dengan senyum licin, langkahnya anggun namun menyiratkan sesuatu yang lain.
Sakura menatap pantulan Hinata lewat cermin. Perlahan, ia menyeringai sinis. "Datang juga akhirnya. Kukira kau sibuk ngitung followers baru."
Hinata mendekat. Matanya menatap Sakura dari atas ke bawah. "Masih bisa berdiri tegak juga, ya... meski semua orang tahu kamu cuma caper. Nempel ke tunangan orang kayak benalu... pengen banget diakui."
Sakura berbalik, menghadap langsung.
"Tapi benalu itu masih lebih elegan daripada anak gundik, Hinata" tangan Hinata mengepal. Wajahnya memerah karena emosi yang ditahan. Tanpa membalas sepatah kata pun, ia membalik badan dan pergi dengan suara langkah keras menghentak ubin.