KEPANIKAN ANGKASA

431 13 0
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Haloo semuanya! Gimana kabarnya? Baik, allhamdulilah.

Sesuai janji saya akan update 2 bab yaa karena booknya angkasa dan Azahra dan nanti bakalan ada special chapter nya okee? Setelah selesai akan di lanjutkan ke universe book yang lain, kira-kira siapa ya? Coba tebak di kolom komentar yaaa.

Jangan lupa buat klik vote dan share sebanyak-banyaknya ke teman-teman biar ikut baca juga.











Ambil baiknya buang buruknya






HAPPY READING 🧡





Allah tidak berjanji langit selalu biru, jalan hidup tanpa ujian, panas tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, dan kejayaan tanpa perjuangan.

namun Allah menjanjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, dan ganjaran atas kesabaran.

•[Angkasa Al Zyan Utsman]


Seorang wanita muda dengan perutnya yang besar berjalan dengan santainya dan ditemani suaminya.

"Pelan-pelan Ya Humairah, Ya Allah"ucap Angkasa yang begitu khawatir dengan zahra karena kehamilan nya kini sudah menginjak usia 9 bulan dengan santainya Zahra kesana-kemari.

"Mas, Zahra pengen kesana" ucap zahra menunjuk sofa yang berada di ruang tamu.

Tapi begitu sudah sampai zahra malah pengen kemana-mana. "Zahra pengen pengen lesehan aja mas." ucap nya dengan santai duduk dikarpet berbulu.

"Pelan-pelan, bahaya" ucap Angkasa frustasi.

Selama kehamilan istrinya, Angkasa merasa semakin tua karena zahra yang tidak bisa diam disatu tempat.

"Anaknya Abi gak boleh aneh-aneh, kalian harus jadi anak yang sholeh-sholehah dan kalem ya. Biar nanti Abi gampang urusnya" ucap Angkasa yang sudah terbaring pasrah disamping Zahra.

"Maaf ya, Zauji jadi capek" ucap Zahra sembari mengelus rambut hitam legam angkasa.

"Gak papa, selama kalian berdua senang" ucap Angkasa tersenyum walaupun tidak dengan wajahnya yang terlihat lelah.

"Aku tidur sebentar ya" ucap Angkasa dengan mata nya yang sudah merah karena kecapekan dan tertidur.

Melihat hal itu, Zahra jadi merasa bersalah karena telah membuat Angkasa kesusahan. "Kapan kamu keluarnya? Ummi pengen banget lihat wajah kamu nak" ucap Zahra pada perutnya.

"Kalian harus jadi anak yang bisa membantu orangtua, terutama Abi karena dia yang menafkahi kita dan juga jadi anak yang Sholehah juga biar bisa bantu orang tua diakhirat" lanjutnya.

"Ummi do'akan kalian terlahir dengan paras yang cantik, memiliki adab yang lebih tinggi dari pada ilmu karena adab lebih penting"

Zahra mengambil buku yang menemaninya selama kehamilan. Buku yang ia tulis mengenai resep kue kesukaan Angkasa, apa saja hal yang dapat membuat Angkasa senang terutama kue.

Dan ada beberapa resep masakan rahasia setelah banyak percobaan yang zahra lakukan dulu.

Bahkan beberapa momen yang tidak bisa zahra lupakan adalah disaat zahra ngidam ingin manjat pohon mangga yang ada dihalaman tetangga.

Dan juga pernah ngidam rujak dan ingin yang paling pedas tapi begitu memakannya, angkasa juga ikut mencoba hingga membuat wajahnya langsung memerah. Tapi bukannya berhenti Angkasa malah keterusan makan katanya 'enak' walaupun air matanya mengalir sampai-sampai masuk rumah sakit.

Ada beberapa momen dimana seharian badan Angkasa terasa nyeri dan tersiksa seperti ibu hamil dan setiap harinya ia tidak pernah absen dalam melahap nastar.

Pernah juga zahra bertingkah seperti dokter yang memeriksanya hanya untuk menyenangkan dirinya. Hal-hal yang diluar nalar dan tidak pernah zahra kira akan dilakukan olehnya pada suaminya.

"Astaghfirullahal'adzim" ucap Zahra begitu sadar telah menertawakan suaminya.

"Kenapa kalian bandel? Kasihan Abi
tapi kalo bisa kadang-kadang boleh kalo memang dibutuhkan untuk menghibur" lanjutnya.

Zahra kemudian mengelus perut besarnya, anaknya yang akan segera lahir kedunia.

Zahra juga bersyukur karena ketika anaknya lahir ia akan memiliki teman, yaitu putra dari Gus reyhan dan Nadira.

Zahra beranjak pelan kearah lemari kayu yang ada banyak buku dan mengambil salah satu dari sekian buku yang ada untuk dibaca.

Tenggelam karena bacaannya membuat zahra tidak sadar bahwa suaminya sudah bangun dan menatapnya.

"Baca apa?" Tanya Angkasa menghampiri istrinya dan duduk disebelahnya. "Ini tentang kisah Sayyidah Fatimah Az-Zahra ketika beliau membaca salah satu ayat Alqur'an tentang laki-laki yang boleh mempunyai 4 istri lalu Sayyidina Ali tersenyum dan berkata 'jangan khawatir, kamu sendiri yang setara dengan mereka semua' ya pokoknya semacam itu, romantis banget kan Zauji" ucap Zahra.

Tapi berbeda dengan angkasa yang berpikiran akan melakukan itu dan membuatnya sedih.

"Kamu overthinking?" ucapnya.

"Nggak? Kenapa mas ?" Tanya zahra menoleh menatap suaminya yang tiba-tiba aneh.

"Iya itu tiba-tiba banget bahas tentang ini" ucap Angkasa tidak menatap istrinya.

"Bukan Zauji, Zahra gak bermaksud demi Allah" ucap Zahra menjelaskan.

"Beneran?" Tanya nya menatap istrinya.

"Ben-neran" ucapnya menahan rasa sakit di perutnya.

Melihat banyak peluh yang keluar dari dahi Zahra membuat Angkasa mendekatinya untuk mengecek keadaannya.

"Kamu kenapa? Dia nakal?" Tanya Angkasa dengan wajah was-was sebab zahra biasanya merasakan sakit sebab anak nya yang dikandung zahra nya suka tendang dan gak bisa diam.

Entah bagaimana nanti sikap dan sifat anaknya menurun seperti siapa. Yang pasti antara dirinya dan Zahra.

Ya kali anak tetangga, mas dokter-author

"Sa-kit, Zauji kit-ta ke rumah sakit sekarang" ucap zahra berusaha berbicara.

Angkasa pun segera memapah Zahra sampai ke mobil. "Kamu gak papa? Ini mau melahirkan atau apa? Aku gak tau" ucap Angkasa melajukan mobilnya cepat sambil mengusap keringat zahra yang ada disampingnya.

"Ini bukan kayak waktu itu kan? Yang kontraksi palsu" ucap Angkasa memegang erat tangan zahra seperti ingin menguatkan.

"Kayaknya Zahra mau melahirkan" ucap Zahra mengatur napasnya agar rasa nyeri apalagi perutnya mules dan pinggulnya nyeri dan kram.









TBC











Haloo semuanya! Gimana nih untuk bab ini. Tandai ya jika ada yang typo di paragrafnya yaa, jangan lupa vote dan sharenya berlaku okee?

Bay bayy

DIALAH TAKDIRKU [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang