Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo semuanya! Yukk yang penasaran baca bab selanjutnya silahkan langsung scroll ke bawah yaa.
Votenya jangan lupa, vote dan share sebanyak-banyaknya okeee.
Ambil baiknya buang buruknya.
HAPPY READING 🧡
Semua orang memiliki waktunya masing-masing, dengan jalan cerita yang berbeda beda.. Hidup bukan tentang siapa yang lebih cepat dan bukan untuk saling mendahului.
•[Azahra Gevanya Auristtela]
Beberapa saat sebelum melahirkan zahra memberi kecupan singkat di pipi Angkasa. "Kamu kuat sayang." ucap nya tersenyum lembut karena melihat Angkasa yang menatapnya khawatir.
Padahal Zahra dalam rasa percaya dirinya, ada rasa ketakutan yang begitu mendalam. Zahra takut jika ia tidak bisa menjadi ibu yang baik ataupun bisa sekuat itu untuk melahirkam anaknya nanti.
"Baik, ibu boleh mengejan sekarang" ucap dokter Alia.
Zahra menatap Angkasa dan mengangguk.. Sekuat tenaga ia berusaha untuk mengejan dengan erat tangannya menggenggam tangan Angkasa yang terus memberinya semangat.
"Kamu kuat sayang" ucap Angkasa menggenggam erat tangan dan menciumi istrinya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya melihat perjuangan Zahra.
Baru mengejan satu kali sudah membuat zahra ingin menyerah. "Ini nggak mudah Zauji" keluhnya pada Angkasa dengan air mata yang sudah menggenang.
"Kamu pasti bisa sayang, bawa Allah dalam setiap perjuanganmu. Ingat Allah maha besar, Dia akan selalu membantu hambanya yang menyertakan Namanya dalam setiap do'a dan perjuangan" ucap Angkasa memberi semangat walau dirinya juga khawatir dengan kondisi zahra yang tangannya sudah dingin.
Dokter yang menunggu mereka terbesit rasa iri karena dokter Alia yang menangani zahra merupakan perawan tua tapi tidak ingin menikah begitu pernah disakiti oleh orang yang pernah singgah dihatinya.
Tapi dibalik itu semua, dokter Alia merasa bersyukur karena selalu membantu para ibu hamil melahirkan membuatnya merasakan kehangatan begitu penantian para ibu hamil terbayarkan dengan lahirnya buah hati mereka.
(Kok jadi membahas dokter Alia yaa?)
Mendengar penuturan suaminya membuatnya kembali mengingat bahwa ia memiliki tuhan yang maha besar.
Maka dari itu kata menyerah yang sebelumnya ada pada dirinya lenyap seketika dan diganti dengan penuh semangat.
Mengambil napas dalam-dalam dan menghembusnya dengan pelan membuatnya semakin tenang.
Sekali lagi Zahra kembali mengejan dengan sekuat tenaga dan percaya akan keajaiban dari Allah. Hanya dalam dua kali mengejan anak pertamanya hadir didunia.
"Alhamdulillah" ucap dokter Alia mengangkat sosok bidadari kecil yang masih merah.
Angkasa menghampiri anak pertamanya dan menatap zahra yang terlihat kelelahan tersenyum.
'Buah hatinya benar-benar indah' batin zahra tersenyum senang.
"Mas, aku berhasil" ucapnya dengan air matanya yang menetes.
Tidak mudah baginya untuk melahirkan. Begitu semua rasa sakit menyatu dan mempertaruhkan nyawanya.
Zahra jadi ingin bertemu mendiang bundanya untuk mengucapkan terimakasih berkali-kali karena telah melahirkannya.
Angkasa yang sedari tadi menatap putranya menangis. Rasa haru, sedih, bahagia, dan sakit saat melihat istrinya berjuang. Ingin sekali dia yang menggantikan istrinya untuk melahirkan. Tapi itu sesuatu yang mustahil.
Setelah anaknya dibersihkan kini giliran Angkasa untuk mengadzani mereka.
Angkasa pun mengambil putra pertamanya dan langsung mengadzaninya dengan suara merdunya ditelinga kanan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar (2x)
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah (2x)
Asyhadu dan Muhammadan Rasulullah (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Tidak ada Tuhan selain Allah (1x)
"Ya Humairah" panggil Angkasa menatap istrinya.
"Bisa?"
"Kamu mau menamai mereka siapa?" Tanya Angkasa membiarkan zahra yang lebih dulu menamai mereka.
"Hmm, dari sewaktu hamil aku udah punya nama. Tapi cuman nama panggilan" jawab Zahra tersenyum memamerkan giginya.
"Nggak papa nanti aku yang bakal lanjutin namanya" ucap Angkasa.
"Namanya Askara gimana mas? "
"Bagus gak Zauji?" Lanjutnya menatap Angkasa penuh harap.
"Ma sya Allah" ucap Angkasa memberi pujian.
"Terus Zauji yang lanjutin" ucap zahra menatap Angkasa.
"Karena ini anak pertama kita mas ingin memberikan nama yang mirip. Muhammad Askara Gevian Utsman."
Nama yang Angkasa ucapkan membuat zahra merasakan kehangatan yang luar biasa. "Mas menamainya dengan awalan pertama A dan nama tengah huruf kedua G diambil dari huruf pertama Mas dan kamu."
"Dan aku kasih nama nama tengah Geviano karena nama tengah kamu Gevanya dan Utsman dari nama mas."
TBC
Haloo semuaaa.
Tandain yang typo ya di paragraf yaaa. Vote dan share sebanyak-banyaknya okeee.
Bay bayy
KAMU SEDANG MEMBACA
DIALAH TAKDIRKU [SELESAI]
Fiksi PenggemarHATI-HATI TYPO BERTEBARAN ‼️ BOOK STARIGHT!! DI HARAPKAN PARA PEMBACA TIDAK SALPAK (SALAH LAPAK) DI BOOK INI!! KIRANYA BIJAKLAH DALAM BERKOMENTAR!! TIDAK SUKA? SKIP. Start: 13 September 2023 End: 30 November 2025 Assalamualaikum warahmatullahi waba...
![DIALAH TAKDIRKU [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/352167226-64-k109870.jpg)