Ruang eskul

21 1 0
                                        

Hesa memperhatikan jam nya yang menunjukan pukul 6.45 pagi, ia memang datang lebih awal ke sekolah karna ada bukunya yang tertinggal, buku itu buku pinjaman dari perpustakaan dan Hesa lupa menaruhnya dimana, beruntung ia benar2 menemukan itu dikelasnya.

Hesa keluar dari kelasnya yang masih sangat sepi karna jam pelajaran biasa dimulai pukul 8 dan hari ini juga ia meminta Arkha datang lebih awal juga karna Hesa ingin meminta pendapat si teman terkait sticky note yang sempat ia temukan.

"Apa gue kepagian ya, khawatir banget tu buku ilang."

Hesa berjalan di lorong sekolah yang sangat sepi, tak ada orang lain selain dirinya, apakah ini yang membuat suasana jadi terasa mencekam? Ditambah lagi udara dingin dari angin pagi membuat Hesa jadi sedikit tak nyaman.

Ia memutuskan untuk kembali ke kelas, ia putar balik berjalan melewati ruangan yang biasanya digunakan siswa untuk berlatih menari. Melalui kaca jendela Hesa melihat ada dua siswa di ruangan itu. Merasa tak ada teman, ia hendak mengajak ngobrol dua siswa itu namun ketika akan membuka pintu, pintunya terkunci.

"Mereka gak pengen di ganggu ya?" pikir Hesa, ia mengetuk ngetuk jendela namun tak dihiraukan dua pemuda yang di dalam ruangan.

"Dahlah mending gue liat aja,"

Karna bosan, Hesa hanya melihat saja mereka berlatih tapi tak lama kemudian ia menyadari sesuatu. Ketika mereka terlihat diam mengobrol, sepertinya sedang istirahat.

"Kok seragam nya beda ya sama gue, mereka dari sekolah mana? Kenapa latihan disekolah ini, emang di sekolah mereka gak ada ruangan buat eskul dance ya?"

Ditengah asik berfikir itu, lampu ruangan tiba2 mati, Hesa masih bisa melihat mereka karna cahaya matahari yang masuk dari jendela sedangkan yang di dalam tampak tak bisa melihat apapun sampai salah satu dari mereka harus menyalakan flashlight dari ponselnya.

"Segelap itu ya di dalem? Padahal ada cahaya matahari."

Pemuda yang memegang ponselnya itu menjatuhkan ponselnya dan ia berjongkok sembari mengulurkan tanganya dilantai yang lalu terinjak si teman.

Pemuda satunya itu tampak ketakutan sembari mengucapkan sesuatu namun Hesa tak bisa mendengarnya apakah ruangan itu kedap suara? Dan ntah darimana datangnya, sosok hitam berdiri di belakang pemuda itu, langsung memukul kepala si pemuda menggunakan tongkat pemukul kasti, melihat si pemuda yang masih sadar ia segera membenturkan kepalanya dengan keras ke lantai.

Pemuda yang sempat memegang ponsel hanya diam dengan tatapan kosong, si sosok mendekat kearah si pemuda lalu kembali menggunakan tongkat pemukul kasti nya.

Hesa sedari tadi tak bisa bergerak dari tempatnya, ia terkejut melihat kejadian itu. "Apa yang gue liat? Gue harus laporan ke guru."

Hesa bergegas pergi namun seseorang dari arah belakang memanggilnya.

"Kak Hesa? Loe udah dateng juga ternyata,"

Hesa berbalik dan menemukan sosok Arkha disana.

"Kak. Loe panik?" tanya Arkha melihat ekspresi dan wajah si kakak kelas sedikit pucat.

"R-ruangan eskul dance," tunjuk Hesa pada ruangan itu.

"Kenapa sama ruangan eskul," Arkha ikutan bingung namun ia memilih untuk langsung membuka ruangan yang di maksud.

Cklek.

Pintu ringan terbuka, kegelapan seketika menyambut Arkha, ia berjalan ke arah saklar untuk menyalakan lampu.

"Gak ada apa2 kok," Arkha menoleh ke arah Hesa yang sudah berdiri sumbang pintu.

"Ada apa kak, apa yang aneh?" tanya nya.

UndercoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang