PART 12

139 21 7
                                        

Akhir tahun datang bersama udara dingin dan jadwal yang semakin padat. Kota dipenuhi lampu-lampu natal, kalender hampir penuh dengan acara dan beberapa brand ambassador.

Seokjin pov

Di sela kesibukan itu, ponselku bergetar.

Nama manajerku muncul di layar.

"Ya?" jawabku sambil bersandar di sofa ruang tamu hotel.

"Jin, ada tawaran baru. Brand ambassador fred jewelry. Campaign besar, global", ujar manajerku tanpa bertele-tele.

Aku terdiam sejenak. Alisku terangkat.

"Lalu?"

"Konsepnya elegance couple". Manajerku berhenti sebentar, lalu melanjutkan, "Dan partnermu Irene-shi".

Ada jeda yang nyaris tak terasa, namun cukup untuk membuatku mengalihkan pandangan dari jendela. Perasaan itu tumbuh lagi setelah sekian lama. Benar, ia kembali lagi.

"Yoboseo, apa kau keberatan?, jika iya akan ku batalkan" ujarnya.

"Aku akan ambil" jawabku tegas.

Telepon terputus.

Ruangan kembali sunyi. Seokjin berdiri, berjalan ke arah jendela.

Cahaya lampu memantul di kaca, samar dan hangat. Nama Joohyun terlintas di pikirannya lagi, bersama kenangan lama yang tak pernah benar-benar ia tutup rapat.

"Selamat bertemu kembali Bae Joohyun" gumamku pelan dengan senyum yang mengembang di sudut bibirku.
______________________________________

Joohyun pov

Setahun belakangan ini hidupku tak seperti Bae Joohyun yang dulu. Semenjak mengenalnya hari-hari yang kujalani terasa berat. Terakhir kami bertemu hanya membuat hatiku semakin hancur karenanya.

Di tengah kesibukanku bahkan aku masih memikirkan dirinya, Dia memperlakukanku seperti ratu lalu memperlakukanku seperti orang asing.

Benar.

Seharusnya aku hanya sebatas mengaguminya saja, tidak harus berharap masuk di kehidupannya.

Tapi takdir berkata lain.

Aku baru saja menyelesaikan latihan terakhir hari itu bersama Seulgi untuk comeback kami. Rambutku masih sedikit basah, tubuhku lelah, tapi suasana hatiku cukup ringan.

Aku sedang membuka botol air sesaat kemudian manajerku memanggilku masuk ke ruangannya.

"Irene, duduk sebentar".

Nada suara itu membuatku langsung waspada.

"Ada tawaran besar", ujar manajerku sambil membuka tablet. "Fred jewelry. Brand ambassador global. Photoshoot akhir tahun".

Mataku langsung berbinar. "Fred? Yang di Paris?"

Manajerku tersenyum. "Iya. Campaign penutup tahun".

Ada rasa senang yang mengalir begitu saja di dadaku. Kesempatan seperti ini jarang datang. Namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, manajerku melanjutkan,

"Partnermu Kim Seokjin".

Waktu seolah melambat.

Nama itu kembali muncul setelah sekian lama. Senyumku sedikit memudar. Jantungku berdetak tak karuan. Entah kebetulan apa lagi yang ia sendiri juga tak memahaminya.

"Kau tak apa-apa?" tanya manajernya hati-hati.

"Ah, nee. Aku mengikuti eonnie" jawabku.

Saat keluar dari ruangan itu, aku berhenti sejenak di lorong. Tanganku mengepal kecil, lalu mengendur. Aku menatap pantulan diriku di cermin dinding.

Because We Are IdolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang