PART 11

66 18 3
                                        

Beberapa bulan berlalu, acara premiere film itu ramai, tapi nuansanya elegan. Lampu sorot menyilaukan red carpet, kilatan kamera dari fotografer menyilaukan mata, dan tamu-tamu bergaya glamor melenggang anggun. Seokjin dan Chanyeol melangkah perlahan, menjaga ekspresi tetap tenang, tapi tetap terasa tegang. Mereka berdua diundang secara pribadi oleh Cha en woo di film terbarunya.

Merekapun menonton film tanpa ada pembicaraan, bahkan Chanyeol berusaha menghindar dari Seokjin ketika Seokjin berusaha mendekat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Merekapun menonton film tanpa ada pembicaraan, bahkan Chanyeol berusaha menghindar dari Seokjin ketika Seokjin berusaha mendekat.

"Thanks Yeol, untuk supportnya" ucap En Woo

"Sama-sama, maaf aku tidak bisa lama. See you next time" ucap Chanyeol dan langsung pergi meninggalkan En Woo.

"Waeyo, seperti ada sesuatu yang mengganggu kalian. Seperti tak biasanya" tanya En Woo saat Seokjin datang menghampirinya.

Benar, En Woo tak salah. Tapi Seokjin berupaya untuk menutupi hal tersebut "Um, mungkin perasaanmu saja. Film mu bagus, tapi aku harus pergi sekarang" ucapnya seraya menepuk bahu En Woo dan meninggalkannya sendiri sekarang.

"Nee, gomawo" Ucapnya keras yang terdengar di langkah Seokjin.

Acarapun selesai dengan rasa cemas yang mengganggu Seokjin.

Tiba di sudut ruangan, Seokjin melihat Chanyeol berdiri sendiri.

Tatapannya menusuk, tapi tidak ada senyum, tidak ada tanda bahwa ia memperhatikan Seokjin secara khusus.

Akhirnya Seokjin mendekat, menelan rasa gugup.
"Yeol", suaranya rendah.

Chanyeol menoleh, tetap menjaga jarak, ekspresi dingin yang tak sama seperti biasanya.

"Bisakah kita minum sebentar", ajak Seokjin.

"Wae" tanyanya datar.

"Aku tak bisa menceritakan disini".

Chanyeol pun mengiyakan ajakan Seokjin, mungkin hal tersebut bisa menjelaskan semua yang dirasakan Chanyeol saat itu.

Mereka ke bar kecil yang berada di rooftop terrace hotel mewah. tempat privat yang jauh dari keramaian, lampu temaram, musik jazz lembut mengalun. Suasana lebih santai tapi tetap elegan, dan hanya beberapa meja yang ditempati pengunjung lain.

"Aku...ingin minta maaf", kata Seokjin, suara rendah tapi jelas. "Tentang Se Kyung. Tentang malam itu. Aku...aku tidak ingin membuatmu atau siapa pun merasa tidak nyaman".

Chanyeol menatap gelasnya, lalu menatap Seokjin dengan mata yang sama dinginnya seperti biasanya.

"Aku tahu maksudmu", jawabnya. Suaranya datar, tapi tenang. "Kau hanya akan mengucapkan itu?".

Because We Are IdolTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang