25. Mama Salsa

6 1 0
                                        

Hai! Ketemu lagi!
Gimana kabarnya? Semoga baik
Akhirnya up
Happy reading💗
Jangan lupa vote dan komen, yahh

888

888

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

25. Mama Salsa

***
"Semua hal itu ada sebabnya"
***

"Tante Salsa," Langkir masuk ke dalam dengan membawa kue brownis coklat kesukaan Mama Salsa.

Sejauh ini Langkir tidak mengakui dirinya sebagai anak Mama Salsa yaitu, sebagai Langkir Dewa Sahaja. Ia berpura-pura menjadi pesuruh yang dikirim oleh Papa Gading untuk menemai Mama Salsa mengobrol. Jadilah, ia terpaksa memanggil Mama dengan sebutan Tante.

Mama Salasa yang sibuk memakan buburnya jadi terkejut segera berdiri. "Dewa? Kamu dateng?"

"Tante, gimana kabarnya?"

"Baik!" sumringah Mama Salsa. "Itu kantong plastik yang kamu bawa apa? Pasti brownis, ya?"

Langkir tersenyum gemas. "Coba Tante tebak isinya apa?"

"Nggak usah ditebak!" Mama Salsa mengendus-enduskan hidungnya. "Dari bau coklatnya aja udah ketebak."

"Pasti Tante nggak sabar buat makan, nih!"

"Iya! Kamu udah lama nggak datang."

"Maaf, Dewa sibuk banget sama pekerjaan yang dikasih Papa."

Mama Salsa mengernyitkan keningnya. "Papa?"

Langkir meruntuki dirinya. Dia memang suka tidak sengaja keceplosan. Belum terbiasa memanggil Papa dengan sebutan, Bos.

Langkir beradeham untuk memastikan ulang kembali. "Maksudnya, Bos. Dewa jadi linglung karena capek banget ngerjain kerjaan."

"Ya ampun," Mama Salsa memijat bahu Langkir mencoba menguatkan. "Gading emang orang yang pekerja keras. Kamu jadi ikutan, deh."

"Makasih, Tante." Langkir menyingkirkan tangan Mama Salsa, ia berusaha untuk menggenggam erat tangan Mamanya. Sudah lama tidak merasakan hangatnya. "Sudah biasa, Tante. Lagian sudah jadi tugas Dewa untuk siap memenuhi pekerjaan yang diberi."

"Lalu, Gading mana? Apakah dia sibuk juga?"

"Bos? Seperti biasa." Langkir mengangguk. "Kerjaann baru-baru ini sangat padat."

Mama Salasa merunduk sedih. Papa Gading sudah lama tidak menjenguk Mama Salsa. Sudah beberapa hari tidak ada kabar sama sekali. Apakah Papa Gading benar-benar meninggalkannya? "Gading marah sama Salsa, kah?"

"Mana mungkin, Tante. Bos sayang sekali dengan Tante.

"Lalu kenapa dia tidak menjenguk Salsa?"

Langkir mengernyitkan dahinya. Tidak menjenguk? Bukannya Minggu terakhir Papa izin untuk ke RSJ ini. Sebenarnya apa yang ada dipikiran Papa, Langkir sama sekali tidak bisa menebak sama sekali.

LANGKIR (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang