Apa jadinya kalau Langkir harus berurusan dengan Geng Bonjol (pengedar narkoba) yang di mana diketuai oleh Abangnya sendiri.
Langkir Dewa Sahaja, hidupnya sempurna bak tokoh fiksi di dalam sebuah novel. Seorang atlet voli, pintar dalam osn, ketua ge...
Jan lupa kasih aku semangat vote dan komennya dongg ;O
luv luv
888
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
8. Rooftop
***
"Diam adalah emas"
***
"Den Langkir udah pulang," Mpok Imah berusaha mengambil tas Langkir yang masih di pundaknya.
"Nggak usah, Mpok Imah." tolak Langkir menyingkirkan tangan Mpok Imah.
"Kalau Mpok Imah mau bawaain tas kamu jangan dilarang. Itu memang sudah tugas dia," Papa Gading membalikan lembar koran keduanya dengan santai.
Langkir mematung, ia segera menguatkan cengkraman tangannya yang masih memegang tali tas. Sudah berapa lama Papa tidak pulang ke rumah, selalu seperti itu sejak Langkir kecil. Bahkan saat kejadian itu terjadi Papa tetap tidak pulang ke rumah.
Papa Gading menutup korannya. Ia menaruh koran di atas meja untuk beralih mengambil secangkir kopi panas. "Gimana sekolah kamu?"
Langkir menurunkan tangannya untuk dikepalkan. Dalam hati Langkir tidak ingin menjawab tapi ia tahu batas. Papa Gading tetap Papa Langkir walaupun sikapnya seperti itu.
"Biasa," Langkir segera mempercepat langkahnya menuju kamar.