24. Abang Gegel Tahu

9 2 0
                                        

Haloo, selamat sore!

Udah up aja, he he

Jangan lupa vote dan komen, yah..

Happy Reading

888

888

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

23. Abang Gegel Tahu

***

Dipendam seberapa lama pun, jika akhirnya akan terbuka, maka tidak ada yang bisa mencegahnya.

***

"Lomba tinggal besok, Lang. Lo harus fokus beneran ke lombanya. Jangan pikirin yang lain!" peringat Valas.

Mereka sedang bermain di bar 808. Rencananya ingin memuaskan dahaga sebelum terbakar api kegugupan saat lomba. Anak-anak Selatan ikut serta semuanya.

"Emang ada yang bikin Langkir nggak fokus?" tanya Sena tahu.

Langkir melayangkan tatapan amarah ke Valas. Sudah tahu jangan bahas secara umum.

Valas bergidik. "Maksud gue! Besok Langkir lomba, gue lihat ototnya gemetar terus."

Bulat menggulung lengan baju Langkir untuk memastikan. Dia tidak percaya Langkir ototnya bergetar, yang ada ototnya tegang karena keseringan mau baku hantam. "Mana ada! Keras gini dibilang gemetar. Lo nggak lihat alis dia bertaut gitu, tandanya emosian. Orang emosian cenderung mau baku hantam. Kesimpulannya otot Langkir nggak pernah gemetar."

Langkir pasrah ototnya dipegang-pegang. "Gimana kalo gue baku hantam sekalian, Lat? Kata lo otot gue tegang. Mau buktiin aja. Gimana? Baku di perut apa pipi?"

Bulat melepas pegangan tangannya, merinding mendengar perkataan Langkir yang menusuk. "Gue bercanda, doang!"

"BAKU AJA, LANG!" kompor Valas.

Bulat melirik. "Lo nggak usah ikutan."

"Makanya, lo gak usah remehin, Langkir! Mati kau!"

"Kan gue ngomong fakta. Gue-"

"Makan aja mulut lo pakai keripik ini!" Galih menyumpal mulut Bulat. "Daripada mulut lo ngomong yang nggak-nggak. Takut membawa sial."

"Tapi menurut lo, Lih!" Bulat menyeret leher Galih. "Otot Langkir dibilang gemeter sama Valas. Parah nggak?"

"Njir, parah banget!" Galih mengelus-elus otot Langkir. "Keras gini dibilang gemetar coba! Lo yang benar aja, Las!"

"KALIAN YANG PARAH!" Sena yang tadinya fokus main hp bergidik ngeri. "Yang waras! Jangan modus kalian! Colek-colek otot orang lain, kalian gak miring kan? Miris. 1+1 berapa?"

"Dua," Kai datang ikut menimbrung.

"Kenapa jadi pertambahan?" bingung Langkir. Perasaan tadi topik pembicaraannya tidak mengarah ke sana. "Bahas otot gue aja, kan sama-sama ganteng sama muka gue."

LANGKIR (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang