Apa jadinya kalau Langkir harus berurusan dengan Geng Bonjol (pengedar narkoba) yang di mana diketuai oleh Abangnya sendiri.
Langkir Dewa Sahaja, hidupnya sempurna bak tokoh fiksi di dalam sebuah novel. Seorang atlet voli, pintar dalam osn, ketua ge...
Valas melambat. "Nggak! Kita harus bisa kabur dari kejaran iblis!"
"Gue nggak bisa, Valas." Galih mengeper di tengah jalan sembari mengelap peluh keringatnya yang jatuh. "Tinggalin gue,"
"Kita sahabat dan harus selalu bersama disituasi apapun!"
"NGGAK USAH BANYAK DRAMA LO PADA!!" Langkir berlari dari arah belakang dengan tatapan leser.
"ARGHGGGG!!" Galih beranjak kembali untuk berlari bersama Valas.
"Ngapain lo? Katanya nyerah,"
"Lihat matanya jadi kagak mau nyerah!" Galih berbalik mengecek apakah Langkir masih mengejar? "Lihat, matanya kayak mau bunuh kita!"
"Emang apa, sih, salah kita?!!!" tanya Valas bertanya-tanya.
Pecel pecel!
Pecel Mbah Mainin!!
Pecelnya!!
"PECEL!" mata Valas bersinar meninggalkan Galih untuk berbelok ke kanan. Pecel Mbah Mainin itu legendaris, bukanya hanya hari Minggu saja! Dan rasanya tidak usah diragukan.
"LO MAU KEMANA?!"
"Mbah Mainin dateng!"
"Lo masih mikirin makanan disaat nyawa lo terancam?! Bulat lo?!"