Chapter 1: First Meet, First Quarrel

252 19 5
                                    

First Meet

First Quarrel


"There is never a time or place for true love. It happens accidentally, in a heartbeat, in a single flashing, throbbing moment."

–– by Sarah Dessen



"Aku bilang tidak~..Hm..Bandara Incheon. Ah Kenapa~?" Keluh gadis berambut hitam panjang dengan aksen korea yang sedikit aneh. Dia masih sibuk menggeret koper berukuran sedang yang biasa ia pakai untuk pergi travelling sambil tak henti mengoceh.

Orang di sekitarnya berlalu tak peduli. Sibuk dengan urusannya masing-masing. Ocehannya sempat mencuri pandang orang sekitar karena terlalu keras. Tapi sudahnya mereka kembali pada aktivitasnya. Setelah mencuri pandang tadi, mereka tahu bahwa gadis itu sedang menelepon seseorang. Sebab handphone berlogo apel seperempat di gigit itu menempel manis di telinganya.

Dana, nama gadis itu, masih tetap mengeluh di balik teleponnya sepanjang jalan. Merasa kesal, ia tiba-tiba berhenti.

"Yak! Seolyun-a, sudah ku bilang aku tidak kabur." Dana menghela napasnya lagi. "Aku benar-benar dapat izin resmi. Hm..Ya sudah, nanti aku telepon lagi pas sampai apartemenmu, ok?"

Setelahnya ia menutup telepon nya dan dan kembali berjalan mengikuti petunjuk dimana pintu keluar berada.

Baru saja beberapa langkah, gadis itu mendadak berhenti lagi. Ia kembali menatap telepon genggamnya sambil mendesis kesal. Percakapan jarak jauh itu memang sudah terputus beberapa saat yang lalu. Hanya saja ada hal lain yang membuatnya terpaku hingga matanya terus menatap benda kotak persegi panjang tersebut. Fokusnya tersudutkan pada puluhan pesan dan daftar panggilan tak terjawab yang kini bertambah satu lagi padahal sebelumnya telah memenuhi layar handphonenya.

Tapi sayang itu semua tak cukup menarik minatnya untuk sekedar menelepon balik atau membalas pesan-pesan yang menumpuk itu.

Hanya dua orang yang selalu membanjirinya dengan puluhan pesan tak bermutu atau voice call basi. Kakaknya tercinta, Park David atau mantan kekasih yang memutuskan untuk memilih berteman dengannya setelah dua tahun menjalin hubungan, Jack McKey. Perasaan sendu kembali menghampirinya. Sial, padahal tujuannya kesini adalah untuk menghapus perasaan itu.

Stop melankolis dan nikmati hidupmu Park Dana. Serunya pada dirinya sendiri, ia harus menepis perasaan galau dan sendu itu.

Korea Selatan, aku merindukanmu...

Dia kembali menggeret koper ungu-nya sambil berlari pelan dan sangat hati-hati. Takut sepatu hak 10 centinya tiba-tiba balik menjadi musuh dan memalukannya di depan publik seperti kejadian beberapa bulan yang lalu. Ups, seingatnya seminggu yang lalu dia juga mengalami hal serupa.

So, please don't let she remember that again cause its embarassing.

Mengingat momen itu, Mukanya tak lagi pink menawan tapi sudah merah layaknya tomat kematangan.

Park Dana. Gadis yang pintar, jujur, baik hati, selalu berpikir positif dan innocent itu sebenarnya gadis yang sangat ceroboh, pelupa dan memalukan. Urung kali, dia tiba-tiba terjatuh dengan tidak elitnya, bertingkah seperti anak kecil dan mengeluh serta mengoceh seharian. Sikap bossy-nya juga kadang muncul tiba-tiba.

Tapi dari semua kepribadian buruknya, Park Dana adalah gadis 22 tahun yang bisa membuat semua orang jatuh cinta padanya hanya dengan sekejap mata. Menarik sisi protektif dan posesif orang-orang di sekitarnya. Intinya She is so lovely. Hanya satu orang yang bodoh, yang menyia-nyiakan dirinya dan malah memilih berteman dengannya. Jack McKey, laki-laki keturunan Kanada yang dicintainya selama 2 tahun itu lebih memilih untuk mengakhiri hubungan mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 26, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BLACK PARADISETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang