Arkha berjalan dengan malas menutup jendela kamarnya, langit sudah semakin senja dan udara yang masuk dari jendela terasa sedikit tak nyaman.
"Apa tadi kak Hesa pergi ke sekolah itu sendirian?"
Arkha lalu duduk di kursi depan meja belajarnya.
"Tapi kayanya gak deh, anak osis sama guru keliatan pada ngurusin insiden pensi,"
Ia teringat pada pembicaraan ia dan Hesa saat di rooftop, Hesa sekilas tampak terkejut dengan Arkha yang ingin ikut pergi bersamanya ke sekolah Sunshower.
Lalu saat Arkha menemuinya di depan ruang osis dan mengutarakan firasat buruknya, si kakak kelas malah seperti menutupi sesuatu dengan mengatakan semua hanya kecelakaan biasa dan menyuruh Arkha tak perlu banyak berfikiran negatif.
Pemuda itu tak menyadari bila sikapnya yang seperti itu justru membuat Arkha semakin curiga.
"Apa iya gue terlalu banyak overthingking?"
Arkha mengingat kembali semua yang terjadi di hari itu sampai pikirannya membayangkan kembali saat Hesa berteriak lalu berlari ke arah panggung.
"Gue overthingking atau mungkin..... Dia gak percaya lagi sama gue?"
Bila difikir ulang benar sih, meskipun kerja sama tak ada teror yang berhenti, tetap terjadi meskipun ada sedikit perubahan.
Tapi tetep saja, bila Hesa cerita pada Arkha ataupun yang lain, beban yang ditanggung jadi lebih ringan karna mereka bisa bisa bertukar pikiran, walaupun memang tak banyak yang bisa diubah.
Tok Tok Tok.
Ketukan pintu itu sekilas mengalihkan Arkha dari lamunan.
"Masuk aja, gak dikunci." ucapnya.
Pintu lalu terbuka menampakan sosok si kakak.
"Gue bosen nih, main keluar yuk," ajak si kakak.
"Kemana?" ucap Arkha.
"Kemana aja lah, bebas." ucap si kakak.
"Game Center, kebetulan pikiran gue lagi berantakan," ucap Arkha seraya mengambil jaketnya.
"Lagi ada masalah hm?" ucap si kakak.
"Bukan urusan loe," balas Arkha dingin.
"Iya2 gue paham," ucap si kakak.
Mereka berdua pun segera bergegas pergi.
~~~~~
Jake sedang berada di teras menikmati angin malam yang berhembus kencang.
Tak lama ia mendengar suara langkah kaki yang secara reflek membuatnya menoleh.
"Oh Jay. Rapih amat, mau kemana loe?" tanya nya.
"Keluar bentar." ucap Jay.
"Kemana bjir," ucap Jake.
"Ada panggilan, mau benerin mobil," ucap Jay.
"Bisa dari mana benerin mobil? Kita kan gak punya," ucap Jake.
"Ada, punya kembaran gue," ucap Jay.
"Oh iya gue lupa." ucap Jake.
~~~~~
Waktu sudah menujukan pukul tujuh malam namun Hesa masih duduk di depan meja belajar nya, berkutat dengan layar laptop dihadapanya.
"Kok gue gak nemu artikel bundir itu ya, apa bener yang jadi korban sebenernya Sakala?"
Kalo itu benar, kenapa setan itu berbohong dan kenapa juga namanya seperti pas ditukar.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
FanficBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
