"Hey wake up, mel? Mel? Mau makan nggak?" Melody mengusap usap matanya. "Gue butuh kaca"
"Nggakperlu, lo masih cantik kok. Lo laper gak?" Melody mengangguk. Aldo menarik tangannya keluar dari bus.
"Kita dimana?"
"Rest area deh, kayaknya."
"Loh? Udah nyampe mana sih? Terus yang lain kemana?"
"Udah duluan, lo lama bangunnya." Melo mengangguk-angguk dan mencari toilet. Ia liat sedang di McD.
--"Nih"
"Uh, baby"
"Gue? Baby?" Ucap Aldo.
"Nggak, ini maksudnya. Ayam paha atasnya. Thanks ya"
"Hih. Iyaaa"
"Do, gero mana?"
"Ada. Gatau dimana."
"Oh"
"Mel?"
"Ya?"
"Lo sayang Gero lagi ya?"
"Sayang gue yang dulu belom ilang."
"Ooh."Melody bohong. Dia tidak terlalu sayang Gero, dia sayang Aldo. Tapi Aldo tidak pernah peka, Aldo tetap saja menganggapnya sahabat. Hanya sahabat. Aldo tidak pernah sadar, Melo mulai menyayanginya. Tapi

KAMU SEDANG MEMBACA
I love you more than I Love Sunset.
Teen Fiction(+17) "apa sih yang pantes aku harepin kekamu? nggak ada Do, sama sekali nggak ada. Aku baru sadar, aku yang terlalu ngarep kamu. tapi kamu ngga, kamu gapernah sadar kalo aku cinta kamu. kamu gapernah sadar kalo yang udah nyembuhin luka hati aku tuh...