Chapter 8: Cinta Bersemi di Musim Kamtut

44 4 2
                                        

Sinetron tentang cinta cintaan luar negeri itu terkadang inspiratif, namun juga bikin jijik sendiri, terutama untuk para jomblo. Yah, bisa dibilang gua cukup beruntung, karena gua suka ama orang yang deket sama gua, yaitu Maderfader. Bisa dibilang Maderfader (mungkin) suka ama gua, tapi emang dia belom pernah ngomong langsung ke gua. Sedangkan Roki dan Juanita, seperti mimpi yang tak tercapai. Mereka menyukai cewe yang udah ada cowonya. Nah, back to de sinetron.

Di kampung gua yang permai ini, mulai gemparnya sinetron dari negara lain. Sebenernya nih sinetron gak kenapa kenapa dan seperti sinetron cinta cintaan yang biasanya ada di tipi. Tapi yang membedakannya adalah... ada tokoh yang mukanya mirip ama gua di sinetron ini! Warga desa gua gempar, dikirain gua main film. Keluar kampung aja belom pernah! Sampe maderfader pun terkagum kagum.

"Tut, kok lu bisa main di sinetron baru yang tadi malem?" Tanyanya.

Dengan cengiran mematikan namun menawan, gua bilang, "sodara gua itu yang maen. Gua sih cuman dukung dari sini aja, Mad."

Eh, malah dia sekarang jadi ngepens ama tuh orang yang ada di sinetron. Gua jadi sirik, tapi karena itu, Maderfader jadi lebih sering ngobrol sama gua tentang sodara KW gua itu.

Sampe suatu saat, dia tahu bahwa gua boong. Yang bikin gua terkejut adalah dia baru menyadari bahwa aktor tersebut bukan sodara gua setelah beberapa bulan. Kan padahal gua anak tunggal (?). Makanya itu, men, jangan sekali kali boongin orang, kayak rokok, pertamanya nikmat, akhirnya sakit. Maderfader jadi berpikir gua itu anak suka boong dan jadi kayak gak mau ngomong ama gua lagi. Yah, untungnya ada si Roki sama si Juanita yang sanggup menghibur gua.

Pesan terpenting adalah: punyailah sahabat seperti si Roki dan si Juanita, walaupun sedikit aneh, bisa jadi penghibur di kala susah. Dan juga jangan suka boongin orang, kalo gak mau jadi sakit!

Keesokannya si Maderfader pacaran ama si Sendi, musuh bebuyutan gua...

- Cerita ini hanyalah fiktif belaka! Tidak ada maksud untuk menyinggung SARA, apalagi orang orang tertentu! Terima kasih telah membaca!-

Cerita Tentang: Seorang yang bernama SimonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang