"Makasih ya, Sus," ucap Kevin kepada seorang Suster.
Dengan gerakan yang terburu-buru, Kevin berjalan ke parkiran, dirinya tak sabar untuk mengajak Diva jalan hari ini.
Saat matanya tak sengaja melihat seseorang yang tak asing dimatanya, Kevin langsung menghampiri seseorang itu, dan menyapanya dengan senyuman.
"Eh, Kevin? Apa kabar kamu nak? Udah lama banget tante ga ngeliat kamu," ucap Gita saat terkejut melihat Kevin.
Kevin tersenyum. "Baik kok tan, tante sendiri kenapa disini? Ada yang sakit?" Tanya Kevin.
Gita tersenyum kecut. "Engga, Vin. Tante lagi nunggu hasil check up Diva, dia pingsan semalem," ucap Gita.
"Lho? Kenapa tan?" Dengan cepat, Kevin segera bertanya pada Gita.
"Mungkin dia kecapean, tante juga berdoa semoga dia cepet pulih lagi," dusta Gita.
Sebenarnya kejadian yang menimpa Diva semalam, bukanlah kejadian pertama kali seumur hidup Diva, kejadian itu kembali muncul sekarang, yang akhirnya kembali menimpa Diva. Dua tahun lalu, Dokter baru menyatakan jika Diva mempunyai gejala kanker otak, dan membuat Gita benar-benar merasa terpuruk saat mendengarnya.
Diva yang saat itu benar-benar tidak tahu apa yang dialaminya saat dirinya sendiri saja merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, namun dengan berbagai penyembuhan yang dilakukannya sewaktu itu terus menerus, membuat Dokter menyatakan jika tidak ada lagi penyakit di kepala Diva.
Kejadian yang menimpa Diva semalam, membuat Gita kembali dirundung rasa ketakutan yang sangat hebat, dirinya tak mau melihat anak perempuannya itu terus dihantui oleh rasa sakit, entah itu sakit fisik, dan sakit pikiran.
"Tapi semalem dia gapapa kan, Tan?"
Pertanyaan Kevin membuyarkan lamunan Gita, dan wanita yang usianya sudah berkepala empat, masih terlihat anggun bagi siapapun yang melihatnya. Saat Kevin menatapnya, hanya sekelibat bayangan Diva yang ada di hadapannya.
Kevin kembali melihat raut wajah cemas pada wanita berkepala empat itu--setelah kejadian Givan yang hampir membuat wanita itu pingsan karena tak percaya.
"Iya Vin. Semalem dia cuma ngerasain pusing kecapean aja," ucap Gita.
Kevin menatapnya dengan aneh, dan merasa ada yang tidak beres dengan Diva. Saat dirinya hendak bertanya lebih dalam, seorang Dokter keluar dari ruangannya, dan menyuruh Gita untuk berbicara dengannya.
"Kalo gitu tante duluan ya, Vin."
Gita segera masuk ke dalam ruangan Dokter, dan meninggalkan Kevin yang masih tak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Git barusan.
Otaknya terus berputar, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Diva, apakah gadis itu sedang merasakan sakit yang tidak di ketahuinya?
***
Diva menunggu Gita kembali dari ruang administrasi, dengan kepala yang masih sakit, Diva berusaha mencari nomor telepon Andre di ponselnya, lalu memanggil nomor itu.
"Hallo, Div?"
Dengan semangat, Diva menjawab suara di ponselnya. "Dre? Lo dimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Something Called Love
Teen Fiction[MASA REVISI] Dalam sebulan terakhir dia berusaha untuk bisa membuat Diva bahagia, agar dia bisa menunjukkan betapa besarnya rasa sayang yang ia berikan untuk Adik perempuan yang ternyata bukan Adik kandungnya itu. Namun Andre membantu keluarga mere...
