10. Teman(?)

616 41 0
                                        

Kevin menatap kedua temannya yang masih menatap satu sama lain dengan tatapan yang bingung.

"Apaan sih lo berdua," ucap Kevin sambil melempar kulit kacang pada kedua temannya.

"Abis ngapain lo, fucekboy juga," akhirnya Leon membuka suara.

Riko terkekeh, "yailah kaya gakenal temen lo aje, Le. Diam-diam menghanyutkan."

Merasa terintimidasi, Kevin mengambil gitarnya, dan mulai bernyanyi dengan alunan gitarnya. Dirinya nyaman dengan sosok Diva yang lugu, polos, yang menurutnya tak pernah dia temukan sebelumnya.

"Sebenernya dia tau ga sih kalo lo naksir ama dia?" Tanya Leon membuka percakapan.

Kevin mengedikkan bahunya, namun tetap terpaku pada gitar yang sedang dimainkannya.

"Jujur sih, bro. Kaya nya susah banget lo buat jujur ke dia?" Ujar Riko dengan nada kesalnya.

Merasa terpanggil, jari Kevin langsung berhenti memetik gitar, dan menatap Riko dengan tatapan yang bimbang.

"Bukannya gue gabisa, tapi gue tau dia gabakal ada respon baliknya ke gue," ucap Kevin kepada teman-temannya.

Seketika Riko membeku, lalu Leon duduk disebelah Kevin sambil menepuk pundaknya, "kalo lo pesimis gimana mau yakin kalo lo beneran bisa?"

"Bukannya gue pesimis, Le. Tapi--"

"Eh bentar-bentar, ini apaan?" Tanya Leon sambil menyentuh ujung bibir Kevin yang sedikit lebam dan luka.

Kevin menepis tangan Leon yang menyentuh sudut bibirnya, "sakit woi," ucap Kevin dengan sengaja, agar Leon tidak menyentuh-nyentuh wajahnya.

Riko mendekati Kevin, dan melihat apa yang Leon lihat tadi, "ngapa tuh?" Tanya Riko.

"Kejedot bupet dapur tadi, gausah lebay," jawab Kevin.

Riko meninju lengan Kevin, Kevin meringis dan menatap Riko dengan kesal.

"Kenapa, bego," tanya Riko lagi.

Leon menghela nafas, lalu menatap Kevin, "Andre?" Tanya-nya, dan dibalas tatapan dingin oleh Kevin.

Merasa pengap, Kevin segera membuka baju kaosnya, dan berjalan ke kamar mandi. Dirinya merasa kedua temannya tidak berhak tau atas apa yang terjadi pada dirinya.

Saat hendak berjalan menuju kamar mandi, Leon mencegahnya, dan menarik tangan Kevin. "Lo diapain sama dia?" Tanya Leon dengan geram.

"Ga diapa-apain elah, gausah lebay. Gue bilang ini kejedot bupet, gapercayaan amat sih lu pada," jawab Kevin dengan kesal, lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Leon menatap Riko yang sepertinya tau permasalahan tersebut, dan mereka berdua berbaring di kasur Kevin, selagi menunggu laki-laki tersebut selesai membersihkan diri.

***

Diva menatap layar ponselnya dengan bingung, berbagai macam perasaan yang meninjunya saat ini. Gadis itu merasa bersalah pada Kevin, tetapi juga merasa bersalah kepada Andre.

Tak lama ponselnya pun berdering, dan tertera nama Andre di ponselnya. Seketika Diva merasa otaknya kosong, dan dengan sekejap menekan tombol hijau di ponselnya.

"Div, kenapa dari tadi engga diangkat?" Tanya Andre saat Diva langsung mengangkat panggilan teleponnya.

Diva hanya terdiam sambil mendengarkan suara yang keluar dari ponselnya.

"Div, maaf, Div."

Diva masih tak mengubris suara Andre yang masih berada di panggilan telepon di ponselnya.

Something Called LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang