Hari ini, sampai minggu depan sekolah Marcell diliburkan karena ada renovasi gedung sekolah. Siska dan Leo berniat untuk mengajak Marcell liburan ke Puncak yang tempatnya berada di sekitar kota Bogor. Marcell sangat antusias menerima ajakan Siska, bukan karena dia ingin liburan. Marcell ingin menemui Silvi. Tapi niat ini dia sembunyikan dari para sahabatnya karena tidak mau membuat para sahabatnya kecewa.
"Besok berangkat jam 6 pagi Cel, gue sama Leo bakal kerumah lo. Kebetulan papanya Leo mau minjemin mobil buat kita" ucap Siska saat yang kebetulan sedang main dirumah Marcell.
"Oh bagus deh kalau Leo ada mobil. Btw, gue nanti ngajak satu orang lagi ya pas ke puncak?"
"Hah? Siapa?"
"Ada deh. Nanti lo liat aja sendiri"
Siska penasaran siapa yang akan diajak Marcell. Siska melihat wajah Marcell sambil menyelidiki kebohongan apa yang sedang disembunyikan oleh Marcell. Marcell tersenyum puas melihat Siska yang penasaran. Keadaan berubah menjadi hening seketika sebelum tante Meri datang dan mengacaukan segalanya.
"Marcell, ini ada Siska kenapa gak dibikinin minum? Kamu malah asik sama handphone! " ucap tante Meri yang sedikit mengagetkan Marcell
"Siska bisa bikin minum sendiri. Lo dateng-dateng ngerusuh! Mending pergi" ucap Marcell sambil melirik sinis tante Meri
"Udah gak usah pada berantem! Tante, Siska mau permisi pulang soalnya udah sore. Siska permisi dulu ya tante" ucap Siska sambil mencium tangan tante Meri.
Marcell melihat itu semua. seumur hidup, Marcell belum pernah mencium tangan tante Meri. Jangankan mencium, bersalaman saja jarang. Entah apa yang membuat Marcell begitu sinis dengan tante Meri.
"Cel gue balik dulu ya. Jangan lupa besok!" Ucap Siska sambil menepuk bahu Marcell kemudian pergi. Marcell hanya membalas dengan beberapa kali anggukan.
****
Jam menunjukkan pukul 5 pagi. Marcell sudah bersiap diri. Dia sudah mempersiapkan segala peralatan yang akan dia bawa ke puncak nanti. Tak lama, tante Meri masuk kekamar Marcell dengan roll rambut banyak terpasang dirambutnya. Marcell sempat kaget melihat tampilan tante Meri seperti itu.
"Eh ngapain lo kesini?"
"Anterin tante ke pasar. Tante mau beli belanjaan banyak. Hari ini ada temen tante mau kesini. Yaa yaa anterin tante yaa?" Ucap tante Meri sambil mengangkat satu alisnya.
"Ogah banget! Hari ini gue sama temen-temen mau pergi ke puncak. Kebetulan sekolah gue libur. Lo mending naik becak aja sana kepasar"
"Marcellll... awas yaa awass! Dasar keponakan tidak tau diuntung!"
"Bomat"
Tante Meri sedikit kesal mendengar perkataan Marcell. Kemudian dia memutuskan untuk pergi kepasar naik ojek. Marcell menunggu kedatangan Siska dan Leo di teras sambil mencoba menghubungi Silvi. Memastikan bahwa hari ini Silvi benar-benar bisa pergi bersama dia ke puncak. Tidak lama, terdengar suara mobil dari depan rumah Marcell. Marcell segera menuju arah mobil tersebut. Dia melihat Siska dan Leo begitu semangat. Bawaan mereka memenuhi jok belakang mobil Leo.
"eh busett ini lo mau minggat apa gimana? Kita kan disana cuma tiga hari bawaan lo sebanyak ini?" Omel Marcell sambil melotot melihat Siska dan Leo.
"Ah lo kayak gak tau Siska aja bro. Itu semua kebanyakan punya Siska. Gue aja heran kenapa dia bawa barang banyak banget" sahut Leo yang memojokkan Siska. Siska yang merasa dirinya terpojokkan mulai kesal dengan tingkah para sahabatnya itu.
"Brisik! Udah buruan berangkat keburu macet" satu bentakan dari Siska yang membuat Marcell dan Leo tertegun. Marcell segera masuk ke mobil. Sesekali dia melirik ponselnya apakah ada sms dari Silvi atau tidak. 3 jam perjalanan sudah mereka lewati. Mereka sudah hampir memasuki kawasan puncak. Kemacetan kota Bogor sudah mulai terasa dan membuat Leo sedikit berdecak kesal karena mobilnya sedari tadi tidak bisa menyalip.
****
Hiruk pikuk kota Bogor yang khas membangunkan Marcell dari tidurnya. Selama perjalanan, hanya Leo yang bangun untuk fokus menyetir. Sedangkan Siska dan Marcell tidur. Marcell membuka jendela mobil untuk sekedar menghirup segarnya udara kota Bogor dan melihat pemandangan kota hingga dering dari ponsel Marcell membuat Marcell terbangun dari lamunannya. Marcell melihat Silvi telah menelfonnya sebanyak 15 kali dan 20 kali sms. Marcell mengerutkan dahinya dan segera membalas sms Silvi. Dia menyuruh Silvi untuk stay di depan pintu masuk menuju puncak.
"Berhenti di depan pintu masuk. Ada yang mau ikut bareng kita" ucap Marcell sambil melirik ke arah jendela untuk memastikan keberadaan Silvi.
"Siapa sih? Ini udah hampir pintu masuk. Mana orangnya? Cewek apa cowok?" ucap Leo sambil melihat jalanan memastikan ada seseorang yang dimaksud Marcell.
"Manaa? Lo jangan PHP nyuk! Mana ada orang disekitar sini? Ini kan pintu masuk puncak, dan puncaknya masih agak jauh dari sini" sahut Siska sambil mengomeli Marcell
"Yaudah pokoknya entar kalau ada cewek dipinggir jalan lo berhenti aja. Barangkali dia" ucap Marcell sambil mencoba untuk menghubungi Silvi namun tidak dapat tersambung karena di daerah puncak tidak ada sinyal.
Pintu masuk puncak sudah terlewati beberapa meter namun cewek yang dimaksud Marcell tidak terlihat juga. Marcell merasa resah. Dia menyesal kenapa dia tidak meminta foto Silvi untuk lebih mudah mencarinya. Kawasan puncak sudah hampir dekat dan Silvi belum juga kelihatan. Marcell berharap Silvi sudah stay di puncak. Leo meyakinkan Marcell bahwa sepanjang perjalanan dari pintu masuk hingga kawasan puncak dia tidak melihat orang yang Marcell maksud.
Mereka tiba di penginapan yang sudah dipesan oleh Siska. Leo dan Siska segera menuju kamar masing-masing untuk istirahat karena merasa capek. Tapi tidak dengan Marcell, dia tetap mencoba menghubungi Silvi dan berharap dia menemukan Silvi disini. Tidak terasa, matahari sudah menyembunyikan sosoknya. Langit senja yang indah menemani Marcell mencari sosok Silvi disini. Namun nihil. Jadi, dimanakah keberadaan Silvi?
KAMU SEDANG MEMBACA
ROLEPLAYER
Teen FictionTau Roleplayer? Permainan dimana kita menjadi parodi orang lain dan berpura-pura seperti mereka. Pernah berfikir untuk jatuh cinta di Roleplayer? Marcell yang baru saja memulai permainan ini mencoba untuk beradaptasi dengan Roleplayer lain. Hingga s...
