Tenth : Enough

213 9 0
                                        

Malam yang semakin sunyi membuat keadaan rumah sakit menjadi mencekam. Siska dan Leo yang dari kemarin menemani Marcell sudah tertidur lelap. Marcell dari tadi hanya menatap langit-langit ruangan yang remang-remang. Jam menuju pukul 23:30. Entah apa yang membuat Marcell tidak bisa tidur. Dia membuka ponselnya dan mengirimkan sms ke seseorang. Sambil memejamkan matanya seolah mengharapkan sesuatu.

Marcell: apakabar gull? Gue tau lo skrg udah baik2aja. Gue lega dengernya. Sorry gak bisa nyari lo waktu di puncak kemaren:)

Tidak ada balasan sms dari Silvi. Marcell menaruh hapenya sembarangan lalu menyandarkan tubuhnya. Siska tidur di sofa sedangkan Leo tidur di bawah. Marcell ingin membangunkan sahabatnya itu namun niatnya tertunda karena melihat kedua sahabatnya tertidur dengan pulas.

Beep.. Beep..

Ponsel Siska yang diletakkan di meja dekat Marcell tidur bergetar. Marcell dengan tenang membuka ponsel Siska karena biasanya dia sering membuka ponsel kedua sahabatnya itu. Terlihat notif direct message di layar ponsel. Marcell menyeritkan dahinya sambil membuka pesan twitter itu.

From: @cindygullai

Maksud lo apa? Gue gak ngerti. Gue sama Marcell baik2 aja dan gue gak ngerasa bikin Marcell susah. Kalau lo emang dari awal gak suka liat gue deket sama Marcell ya gue bisa jauhin dia.

Seolah ditampar ratusan kali, wajah Marcell berubah menjadi merah padam. Dia berfikir kenapa sahabat yang dia sangat percaya menjadi berubah. Marcell menaruh ponsel Siska lalu mencoba memejamkan mata. Berharap apa yang ada difikirannya itu tidak nyata.

~~~~

Tiga hari Marcell dirawat di rumah sakit membuat keadaanya semakin membaik. Namun kakinya masih belum sembuh total. Marcell harus berjalan menggunakan tongkat. Namun yang lebih menarik, perubahan sikap Marcell ke Siska sangat parah. Dia sekarang berubah menjadi dingin. Berbicara jika ada perlunya saja. Hari ini hari pertama Marcell masuk sekolah setelah beberapa hari tidak masuk.

"Mau tante anterin aja? Kamu gak bisa naik motor kalo pake tongkat gitu jalannya" ucap tante Meri sedikit panik

"Gak usah. Gue bareng Leo kok tenang aja" ucap Marcell dingin lalu berjalan menuju teras untuk menunggu Leo.

Marcell duduk di teras sambil memainkan ponselnya. Beberapa kali mengetik pesan untuk seseorang yang sepertinya jauh darinya.

Marcell: Gue minta maaf kalo gue atau temen2 gue bikin lo gak nyaman. Sumpah itu bukan kemauan gue. Sil, gue mohon jangan jauhin gue.

Silvia: Gue gak bakal jauhin lo kok. Gue tau perasaan lo. Yaudah lupain aja. Fokus sama kesehatan lo. Kaki lo harus sembuh.

Marcell melirik kakinya sekilas sebelum membalas pesan Silvi lagi.

@rufaell_tan : bila memang ini ujungnya kau kan tetap ada didalam jiwa.

Entah setan mana yang membuat Marcell menjadi alay di RP. Dia mengetweet beberapa lagu galau untuk mengungkapkan perasaannya saat ini. Leo tiba tepat pukul 06:45 dan Marcell masih asik dengan ponselnya tanpa menyadari kehadiran sahabatnya itu.

"Tulul dipanggilin dari tadi diem aje. Buruan berangkat keburu telat bego" teriak Leo dari dalam mobil setelah memanggil nama Marcell beberapa kali.

"Eh iya-iya maaf. Tante gue berangkat dulu"

"Iya hati-hati"

ROLEPLAYERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang