Chapter 12

3.1K 177 0
                                        

Deg! Kenapa kakak bertanya seperti itu? Apalagi di tambah tatapan yang tidak bersahabat dengan ku.aku bisa merasakan gelombang bahaya dari kakak ku.dengan cepat aku menjawab "dia bukan pacar ku kak,no coment,aku capek.lebih baik kalian berbincang-bincang dulu,aku mau istirahat".soal capek,aku sih tidak bohong....

Hanya saja,aku malas membicarakan soal felix dengan kakak ku.kakak ku ini terkenal kepo tentang masalah ku.aku berjalan dengan malas menuju kamar ku dan langsung menutup pintu nya,aku hempaskan tubuh ku di ranjang,biarlah stress ku hilang bersamaan dengan penat ku ini.tanpa ku sadari aku tertidur.
•••
Taman,31 juli 2004
waktu berlalu begitu cepat,tidak terasa ini sudah hampir 8 bulan setelah kepergian felix.yep! hampir 8 bulan ini aku tidak dapat kabar dari felix,menatap wajah nya pun tidak,dia menghilang setelah aku marah padanya.apakah aku terlalu kasar padanya?

Aku tidak berpikir panjang saat marah padanya,dan sekarang aku menyesal.seharusnya aku memikirkan cintanya kepadaku.jika dia memang mau menjadikan aku mangsanya,seharusnya dia tidak memberi tau aku jati diri nya yang sebenarnya.dan juga,kalau aku memang benar-benar mencintai nya seharusnya aku tidak takut mati jika bersamanya.dasar vanesa bodoh.!!!

Saat aku tenggelam dalam lamunan ku,tiba-tiba aku melihat sesosok bayangan laki-laki yang familier.....FELIX!!! aku segera mengejar bayangan itu,kali ini aku tidak akan merelakan mu pergi!

"vanesa" felix menengok ke belakang "aku tau itu pasti kamu,kenapa kau kengejar ku? Bukankah aku adalah arwah pemakan bangkai?"

Seketika air mata ku jatuh di pipi ku,aku menyesal! "maaf" suara ku bergetar,aku langsung memeluk nya,"maafkan aku felix".

"untuk apa?"

"karena aku tidak bisa mempercayai mu,aku menyesal.jika aku memang mangsamu,bunuhlah aku.aku tidak takut mati jika bersamamu,karena aku..."aku tidak bisa melanjutkan kata-kata ku,semua nya gelap.

Oh...pikiran batin ku terbuka,bener-benar waktu yang tepat.aku menatap sekeliling,mencari felix.

"apa yang terjadi vanesa? Kenapa tiba-tiba?"felix memegang pundak ku dari belakang,secara reflek aku langsung berbalik.

"felix....orang itu...victor..."mulutku bergetar,aku tidak bisa menyusun kata-kata.aku terlalu takut untuk bercerita,bahkan di pikiran batin ku sekalipun.

"ceritakan pelan-pelan vanesa,aku bisa membantumu,tenanglah"felix menenangkan ku.

"orang pembawa kapak....ax victor..."
•••
Rumah vanesa,9 Februari 2004
malam itu aku terbangun,aku merasa ada hawa yang aneh di sertai teriakan seorang laki-laki.hiii....aku bahkan tidak berani mengintip ke luar jandela kamar ku,di dalam kamar aku cuma berdua dengan kucing Persia ku.aku mencoba memberanikan diri untuk mengintip ke luar jendela kamar.

Oh My GhostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang