Terlihat kakak ku bersama victor yang masih dalam tubuh junra,sepertinya kakak ku ingin mengeluarkan victor dari tubuh junra.ih...menjijikan,aku melihat ada sesuatu yang keluar dari mulut junra.aku menutup mulutku erat-erat,aku menggigil,keringat dingin.tiba-tiba victor memperlihatkan diri,dia menjadi makin berotot di banding terakhir kali aku melihatnya.
Terlihat kakak ku segera menerkam victor dan mengunci leher nya dengan tangan,tangan victor seperti mencari-cari sesuatu.kapak! dia mengambil kapak dan mengayunkan nya tepat di tangan kakak ku.kakak ku berteriak kesakitan,bahkan aku yang melihat kejadian itu hampir menggigit lidah ku sendiri.
Victor menghempaskan tubuh kakak ku,dan mengambil sesuatu yang tadi nya keluar dari mulut junra.oh iya,kelihatan nya junra pingsan.setelah mengambil benda itu victor memasukan benda itu ke mulut kakak ku.hell,aku mau muntah sekarang.victor tiba-tiba menghilang.bersamaan dengan itu,mata kakak ku berubah menjadi merah.seperti film werewolves (manusia serigala),kakak ku menjerit di tengah kesunyian malam.
Hell,kakak ku melihat ku.aku segera memeluk kucing Persia ku dan bersembunyi di balik selimut,aku benar-benar ketakutan sekarang.
"vanesa...buka pintunya,ini aku"kakak ku membuka pintu,aku bisa mendengar ada suara kapak di seret."vanesa,apa kau baik-baik saja?"
Kakak ku naik ke atas tempat tidur,dia membuka selimutku dengan cepat.aku bisa melihat sebuah kapak penuh darah yang di ayunkan ke atas,dan wajah kakak ku yang menjadi merah dengan senyum yang penuh amarah dan mata merah yang terbelalak seperti ingin copot.untuk yang ketiga kalinya aku mengeluarkan teriakan 24 oktaf ku lagi.
Kapak itu sudah di ayunkan ke atas,tidak ada jalan bagiku untuk kabur,inilah satu detik berhargaku sebelum menemui ajal,selanjutnya aku akan mati,mati di bunuh,mati,mati,mati........aku menutup mataku dan memeluk kucingku erat-erat.
Lama.....loh kok aku belum mati? Aku buka mata ku lagi,bisa ku lihat junra yang setengah sadar memegang tangan kakak ku yang membawa kapak.kapak itu cuma 2cm dari wajah ku,jantungku rasanya mau copot,air mata ku mengalir deras.seandainya junra tidak menyelamatkan aku,aku pasti sudah mati di sini.
Junra masih menahan tangan kakak ku dan menguncinya,junra menatap ku "lari vanesa!!!".aku membelalakkan mataku,aku segera bangkit dari kasur dan menuju pintu keluar.tunggu,baru saja aku sadari kalau aku lari nasib junra bagaimana?!
"kamu tidak ikut jun!?"
"kalau aku ikut,siapa yang akan menahan monster ini!!!?"
Aku menatap junra lekat-lekat,seandainya aku punya kekasih seperti junra yang rela mati demi menyelamatkan aku.aku tersenyum padanya untuk terakhir kalinya,dia membalas senyuman ku.dengan cepat aku berlari ke luar rumah.
"vanesa!! Jangan lupa sampaikan salam ku pada tana...I LOVE U TANA"mungkin itu adalah kata terakhir dari mulutnya.
"hei jun,kau harus janji keluar dari rumah ini dengan selamat ya! Kalau tidak kau akan aku hajar"air mataku menetes saat mendengar jawaban nya.
"janji!"junra tersenyum ke arah ku.
Aku lanjut berlari untuk meminta balabantuan,dan juga paranormal untuk mengusir victor dari tubuh kakak ku.aku tidak bisa berpesan kepada junra untuk tidak melukai kakak ku,bagai manapun junra juga harus hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh My Ghost
RomansaSeorang hantu yang datang atas panggilan seorang gadis,kisah cinta mereka terhalang oleh banyak musibah. Akankah mereka bisa bertahan menghadapi musibah yang datang.
