Autumn -Prilly's Diary in Autumn
Dari kejauhan,Prilly melihat Ali sedang menatap layar laptop sambil mengetik sesuatu.Prilly berhenti tepat di samping bangku taman.Ali menoleh padanya."Hai,Ali."sapa Prilly sambil memarkirkan sepedanya."Hai,Prilly."balas Ali sambil tersenyum lalu kembali menatap layar laptop.Prilly duduk di samping Ali."Gue udah dapat beberapa data tinggal diurain aja."ucap Ali tetap fokus pada laptopnya."Li,gue punya sesuatu buat lo."Prilly mengambil kotak bekal dari dalam tasnya.Jari-jari Ali berhenti bekerja."Apaan tuh?"tanya Ali."Sandwich."sahut Prilly sambil membuka tutup kotak bekal yang ada ditangannya."Nih.Cobain.Gue udah bikinin spesial buat lo."Prilly menyodorkan kotak bekal pada Ali."Gimana gue makannya?Gue kan lagi ngetik."ujar Ali melanjutkan mengetik."Ya,berhenti dulu lah,Li."sahut Prilly."Gak bisa lah,Prill.Kalo ni laptop lepas dari tangan gue,gue males nerusin lagi."ucap Ali."Terus gimana dong?"tanya Prilly.Ali membuka mulutnya mengisyaratkan Prilly agar menyuapinya."Maksud lo?Kayak anak kecil aja pake disuapin."kata Prilly."Ya udah,kalo gak mau lo aja yang makan."sahut Ali."Gue udah makan,Li.Ya udah,deh.Daripada dibuang."Prilly menyuapi sandwich pada Ali.Ali tersenyum sambil terus menatap layar laptop di depannya.
"Nih udah selesai.Tinggal diurain aja."ucap Ali sambil melepaskan flashdisk dari laptopnya lalu menyerahkannya pada Prilly."Gue bantuin nyari datanya gini aja,ya.Berarti tinggal fotonya."Kata Ali sambil menutup laptopnya."Thanks ya,Li."ucap Prilly sambil tersenyum pada Ali."Sama-sama,Prill.Ngomong-ngomong sandwich buatan lo lebih enak daripada yang gue beli di kedai-kedai.Enak."ucap Ali sambil mengacungkan jempol pada Prilly.Prilly hanya tersenyum.
*******---------------********
Prilly berulang kali menatap jam yang ada di layar handphonenya.Prilly mulai kesal.Sudah lebih dari satu jam ia menunggu Ali tapi Ali belum juga muncul.Ali berjanji akan menemuinya di taman.Apa ia lupa dengan janjinya?
Dari kejauhan terlihat Ali berlari ke arahnya dengan membawa gitar.Ali berhenti di depan bangku taman lalu duduk di samping Prilly.Prilly memalingkan wajahnya dari Ali.
"Maaf,Prill.Tadi gue ketiduran,baru aja bangun.Abis bangun tidur,gue sholat terus langsung kesini.Ini gue gak sempat mandi tau,gak."jelas Ali pada Prilly.Tapi,tidak ada respon dari Prilly.Tiba-tiba...
"Aww.Sakit...Aw.Aduh,sakit."lirih Ali sambil memegang dada kirinya."Lo.Lo kenapa,Li?"Tanya Prilly panik."Sakit,Prill."ucap Ali yang terlihat kesakitan."Sakit?Sakit dimana?"Prilly.
"Disini."Ali meraih tangan Prilly lalu meletakkan tangan Prilly di dadanya."Lo sakit kenapa,Li?"tanya Prilly."Sakit hati karna belum dapat senyum dari lo."sahut Ali lalu tersenyum."Ih.Apaan sih lo.Gue kira beneran sakit."Prilly melepaskan tangannya dari genggaman Ali lalu tersenyum."Ciee.Panik.Takut gue kenapa-kenapa ya?"Goda Ali.Senyum Prilly semakin melebar."Karna ngeliat senyum lo sakitnya langsung ilang."ucap Ali lalu keduanya tertawa."Ehm..Gombal lagi."Prilly terkekeh mendengar gombalan Ali.
"Eh,Li.Perasaan tadi lo bawa gitar.Mana?"tanya Prilly sambil celingak-celinguk mencari gitar Ali."Eh,iya.Sampe lupa."Ali mengambil gitar yang diletakkan di samping bangku taman."Coba dong gue mau dengar lo nanyi sambil main gitar."pinta Prilly lalu ia menghadapkan tubuhnya pada Ali.Ali memetik senar gitarnya.Alunan bunyi dari petikan senar gitar diiringi suara merdu Ali membuat Prilly terhanyut.Tanpa ia sadari,matanya terus menatap wajah Ali hingga petikan gitar berhenti."Eh,Prill.Kemarin gue nyiptain lagu buat lo.Tapi,baru reff nya."ucap Ali."Oh,ya?Beneran lo bikinin gue lagu."tanya Prilly."Iya."sahut Ali."Coba dong,coba dong.Gue jadi penasaran."Prilly menyiapkan telinganya untuk mendengar lagu ciptaan Ali untuknya.
"Jreeng.."Ali memetik gitarnya.
"Senang bisa mengenal dirimu..Kuharap ini kan slamanya..saling mengerti..satu pandang, satu jiwa kuharap ini kan abadi..resah saat kau jauh dariku..senang jika kita bertemu..temani aku dalam kesepian ini walau kita tidak bertemu..tertawa senang..walau masalah menerpa .disitu kita saling melengkapi..kita nyanyi syalalalala..membuat lagu bersama dengan lantunan lagu kita.."
Prilly tersenyum mendengar lagu yang diciptakan Ali untuknya.Apa maksud Ali menciptakan lagu itu untuknya?Apakah Ali menyukainya?Atau lagu itu tidak ada arti apa-apa?Pertanyaan-pertanyaan aneh muncul dalam benaknya.Sebelum ia dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan itu,ia buru-buru menyingkirkan itu dari benaknya.
"Gimana menurut lo?"tanya Ali setelah berhenti bernyanyi."Bagus.Gue suka.Gue pikir lo cuma jago ngegombal ternyata lo jago nyanyi dan main gitar juga.Makasih,ya."kata-kata Prilly membuat Ali terkekeh."Sama-sama."Sahut Ali sambil melebarkan senyumnya.
"Prill,lo bisa main gitar,gak?"tanya Ali."Bisa,sih.Tapi udah lama gak megang gitar.Semenjak gue di London,gue gak pernah megang gitar.Gue punya gitar tapi di rumah di Jakarta.Gak gue bawa kesini."jelas Prilly."Coba dong,gue mau dengar lo nyanyi sambil main gitar."pinta Ali sambil menyodorkan gitarnya pada Prilly."Tapi,gue udah agak lupa kunci- kuncinya."ucap Prilly."Coba aja,dulu."ucap Ali."Ya udah.Tapi kalo gak sebagus lo jangan diketawain ya."Prilly mengambil gitar dari tangan Ali."Gak.Palingan kalo gak bagus,gue timpuk pake sepatu."Ali terkekeh."Iih..Jahat banget."Ucap Prilly mengerutkan keningnya."Becanda.Cepetan.Sebelum minjam gitar gue tarifin nih.Sejam 100 ribu."desak Ali.Prilly terkekeh mendengar perkataan Ali.
Prilly mulai memetik gitar.Suara petikan gitar mengalun menciptakan melodi yang indah.Seakan-akan mengajak burung-burung ikut bernyanyi dan daun-daun ikut menari.Ali tersenyum memandang wajah serius Prilly.Prilly terlalu fokus pada gitarnya hingga tidak menyadari laki-laki di depannya mengambil kamera lalu memotretnya yang sedang memetik gitar.Setelah beberapa foto berhasil diambil,Ali kembali menyembunyikan kameranya.
Petikan gitar pun berhenti.Ali menepukkan kedua tangannya untuk Prilly."Yeee..Bagus kok Prill.Lebih bagus dari gue."puji Ali membuat pipi Prilly memerah."Jangan-jangan gombal lagi."sahut Prilly."Gak ini gak gombal.Ini fakta.Setiap gue ngomong sama lo pasti fakta.Gue gak pernah gombal.Kalo gue bilang lo cantik,itu fakta.Suara lo bagus,itu juga fakta.Gue gak boong,Prilly."sanggah Ali.
"Ya udah,deh.Terserah lo.Gue mau pulang."ucap Prilly sambil menyerahkan gitar pada Ali."Gue pulang bareng lo,ya?"tanya Ali membuat Prilly kaget."Pulang bareng gue?Mobil lo mana?" tanya Prilly."Gue kesini naik taksi.Gue sengaja gak bawa mobil biar bisa boncengin lo."sahut Ali sambil mengangkat kedua alisnya."Enak aja.Emang lo pikir gue mau diboncengin sama lo."ujar Prilly."Mau gak mau lo harus mau.Soalnya gue gak akan ngebolehin lo pulang kalo gue gak ngeboncengin lo."Ali mengambil gitar dan tasnya.Ia memasukkan gitar itu ke dalam tasnya lalu memasukkan tas itu ke keranjang sepeda Prilly.Lalu,ia duduk di sepeda Prilly.Prilly tercengang melihat kelakuan laki-laki itu.Padahal ia belum mengiyakan,tapi laki-laki itu main duduk saja di sepedanya.Prilly beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Ali."Emang lo bisa naik sepeda?"tanya Prilly."Dulu sih bisa,gak tau deh sekarang.Udah lama gue gak naik sepeda."jawab Ali."Gue jadi gak yakin diboncengin sama lo."ucap Prilly."Udah.Tenang aja.Yang bonceng gue juga,jadi lo gak usah takut."ujar Ali sambil membunyikan lonceng sepeda Prilly."Justru karna lo yang ngebonceng gue jadi takut."Prilly."Ayo buruan ntar lo gue tinggal nih."ancam Ali."Sepeda,sepeda gue.Kok gue yang ditinggal?"omel Prilly."Buruan."desak Ali."Iya.Tapi,hati-hati ya.Awas lo kalo gue sampe jatuh."ucap Prilly."Iya.Tenang aja."sahut Ali.Prilly duduk di belakang Ali.
"Pegangan,dong.Katanya gak mau jatuh."suruh Ali."Gak ah.Ntar lo modusin lagi."tolak Prilly."Ye..Siapa juga yang mau modusin lo.Ntar kalo gue ngerem mendadak,lo jatuh gara-gara gak pegangan.Gue juga yang disalahin."ucap Ali."Iya.Iya.Bawel."Prilly melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ali."Udah?"tanya Ali."Udah."sahut Prilly.
Haaaai!!!!Wawwww ini lumayan panjang lo!Awas aja klo vote nya dikit!Aku timpuk pake gentong minyak baru tau rasa!Gak deh..entar pada kabur lagi trus gk baca lagi.Aku kan gk bisa hidup tanpa kalian 😍😘 #wleek
KAMU SEDANG MEMBACA
Prilly's Diary [Hiatus]
FanfictionDipertemukan di musim gugur,Ali dan Prilly semakin hari semakin dekat.Musim dingin dan musim semi pun berlalu dengan indahnya.Tibalah saatnya Prilly menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke tanah air.Tapi,sebelum kepulangannya ada kejadian yang tidak d...
![Prilly's Diary [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/51244934-64-k728203.jpg)