Autumn
-Prilly's Diary in Autumn-
Prilly memasukkan buku diarynya ke dalam tas.Jam sudah menunjukkan pukul 11.40 p.m. dan kuliah hari ini pun sudah selesai.Sudah saatnya ia pulang.Prilly beranjak dari tempat duduknya.Saat ia ingin melangkah pergi,terdengar seseorang memanggilnya.Ia menoleh ke arah suara.Ternyata,itu suara Cathe yang sedang berlari ke arahnya.
(Talk in English)
"Ada apa?"tanya Prilly pada Cathe yang sudah berdiri di depannya."Mr.Arnold memanggil kamu,Prilly."jawab Cathe."Katanya ada masalah dengan makalahmu."lanjutnya."Memangnya ada masalah apa?"tanya Prilly lagi."Aku juga tidak tahu.Kamu temui saja dan tanyakan langsung."ucap Cathe."Ok.Terimakasih,Cathe."ucap Prilly sambil menyentuh bahu Cathe."Iya."sahut Cathe.
(Talk in English : off)
Lalu,Prilly menemui Mr.Arnold diruangannya dan menanyakan tentang makalahnya.
***********
Prilly masuk ke dalam rumahnya.Tidak mewah memang,tapi juga tidak bisa disebut sederhana.Rumah tingkat dua yang terletak di tengah kota ini mempunyai dua kamar yang luas.Di halaman rumah banyak tanaman bunga berwarna-warni.Rumah ini dibelikan orangtua Prilly sebagai hadiah atas kelulusannya di SMA dengan nilai terbaik.Jadi,Prilly tidak perlu susah-susah mencari rumah sewaan.Lagipula,rumah ini dekat dengan kampusnya.Yang membuatnya betah di rumah ini adalah dekorasinya yang serba doraemon.Maklum,pemilik rumah ini penggemar doraemon.Selain itu,setiap pagi selalu terdengar kicauan burung yang menciptakan kesan damai meskipun kalau hari sudah menjelang siang yang terdengar hanya bunyi mesin atau klakson mobil dan motor.Itu seperti hiburan tersendiri baginya disetiap pagi.
Dia segera bersiap-siap untuk melakukan kegiatan rutinnya yaitu kerja.Prilly bekerja di salah satu cafe dekat rumahnya.Dia bekerja untuk menambah uang jajannya.Namanya juga tinggal di negeri orang,harga barang-barang kebutuhan lebih mahal."Daripada minta kepada orangtua lebih baik cari sendiri.".Mungkin itulah yang ada dipikiran Prilly.Ia berusaha menjadi orang yang mandiri.Dia bekerja setiap pulang kuliah pada hari Senin-Kamis dari jam 1 siang - 5 sore dan bekerja pagi setiap hari Jumat karna kuliah siang.Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu libur karna hari Sabtu ia kuliah seharian.Hari minggu ia tidak kuliah dan juga tidak bekerja.Biasanya waktu libur digunakannya untuk jalan-jalan atau sekedar bersantai dirumah.
Prilly sudah siap berangkat dengan baju biru lengan panjang,celana jeans hitam tidak ketinggalan tas mungil menggantung di bahunya.Prilly berangkat dengan semangat mengayuh sepeda kesayangannya.Melewati jalan yang dihiasi daun- daun kering berwarna coklat dan jingga.Mengayuh melawan arah angin.Inilah hal yang membuatnya lebih suka mengayuh daripada naik angkutan umum.Dia bisa menikmati keindahan musim gugur yang akan ditinggalkannya.Prilly memarkirkan sepedanya di depan sebuah cafe di dekat rumahnya.Cafe itu sudah ramai oleh anak-anak muda yang asik bercengkerama satu sama lain.Ia masuk ke dalam cafe itu lalu masuk ke dalam suatu ruangan.Tak lama kemudian,ia keluar dengan seragam yang sama dengan para waitress di cafe itu.Prilly menguncir rambutnya yang sejak tadi terurai lalu memakai celemek. Dia bekerja sebagai Waitress yang bertugas mencatat pesanan,mengantarkan makanan,membersihkan meja dan kadang-kadang menggantikan Lucy sebagai kasir.Prilly begitu menikmati pekerjaannya.Selain karna Bos yang baik dan rekan kerja yang ramah,bekerja di cafe membuatnya mengenal banyak orang.Prilly mengenal beberapa orang yang menjadi pelanggan di cafe itu.Itu membuatnya tidak merasa kesepian.Daripada berdiam diri di rumah,lebih baik menyibukkan diri dengan bekerja sekaligus menambah uang jajan.Mungkin begitu yang Prilly pikirkan.Bekerja di cafe juga membuatnya lebih tau cara meracik kopi yang enak dan aroma yang menggoda.Selain berbagai macam minuman kopi,cafe itu juga menjual berbagai macam kue.Cafe yang buka dari pukul 8 pagi-5 sore selalu ramai pembeli apalagi di musim gugur yang sejuk seperti saat ini.Secangkir kopi hangat dan sepiring kue coklat sambil menikmati pemandangan di musim gugur pada sore hari menjadi kenikmatan yang tidak ada duanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5.15 sore dan cafe pun sudah sepi.Prilly membalik tulisan "OPEN" yang menggantung di pintu menjadi "CLOSED".Meja-meja sudah dibersihkan dan kursi-kursi sudah disusun dengan rapi.Prilly melepas celemeknya lalu mengganti seragamnya dengan baju yang dipakainya tadi.Prilly pamit pada Bos dan semua teman kerjanya.Tapi,sebelum pulang Prilly mampir di toko dekat taman untuk membeli secangkir coklat panas lalu duduk di sisi kanan bangku taman sambil menikmati pemandangan senja di musim gugur.Meregangkan otot-ototnya,menenangkan diri setelah hari yang begitu melelahkan.Prilly meletakkan minumannya di sebelah kirinya.Prilly mengambil buku diary dari dalam tasnya dan mulai menuliskan apa yang sedang ia rasakan.London-Thursday,November 21st,2014
"Hari yang begitu melelahkan.Dimulai dengan mata kuliah yang menguras otak.Ditambah lagi ada masalah dengan makalah tentang "sejarah London"ku yang kukumpulkan 4hari yang lalu.Makalah itu harus diperbaiki.Tadi siang,setelah mata kuliah sudah selesai.Cathe memberitahuku bahwa aku dipanggil Mr.Arnold tentang makalahku.Aku menemui Mr.Arnold dikantornya.Katanya,gambar-gambar dimakalahku buram dan tidak jelas.Maklum,aku memotretnya dengan kamera handphone jadi kualitas gambarnya tidak sebagus kamera untuk fotografi.Dan data-data yang kusertakan dianggap kurang akurat.Tentu saja tidak akurat,aku tidak banyak mengetahui tentang sejarah kota London.Memang makalahku tidak ada hubungannya dengan jurusan yang kupilih.Tugas itu diberikan padaku sebagai nilai tambahan karna satu bulan yang lalu aku cuti kuliah karna sakit beberapa hari.Setelah kuliah aku harus buru-buru ke tempat kerja tanpa sempat istirahat.Sebenarnya aku sudah biasa menjalaninya tapi semakin dekat dengan hari kepulanganku semuanya terasa begitu lambat.Tapi,jika aku sudah duduk di bangku taman ini sambil menikmati secangkir coklat hangat dengan disuguhi pemandangan matahari yang seolah-olah hampir tenggelam di antara gedung-gedung di belakang sungai itu rasanya jenuh dan lelah hilang seketika.Aku sangat menyukai suasana sore di musim gugur semuanya terlihat berwarna jingga.Langit,matahari dan daun-daun yang bertebaran di jalan.What a beautiful view it is! "
Prilly menutup buku diary lalu meletakkan buku itu disamping kirinya.Ia mengambil minumannya lalu menyeruputnya sambil menikmati pemandangan di depannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Prilly's Diary [Hiatus]
Fiksi PenggemarDipertemukan di musim gugur,Ali dan Prilly semakin hari semakin dekat.Musim dingin dan musim semi pun berlalu dengan indahnya.Tibalah saatnya Prilly menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke tanah air.Tapi,sebelum kepulangannya ada kejadian yang tidak d...