Autumn -Prilly's Diary in Autumn
Keesokan harinya..
Prilly's Story
Prilly bangun pagi sekali.Hari ini ia berniat bersih-bersih rumah.Kegiatannya dimulai dengan menyapu seluruh lantai rumah lalu mengepel.Setelah itu,ia memasak untuk sarapannya sendiri.Sepiring nasi goreng dan segelas jus apel sudah tersaji di atas meja.Setelah sarapan,Prilly melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya.Membersihkan debu-debu di lukisan,foto,pajangan serba doraemonnya dan menyiram bunga-bunga di halamannya.Setelah bersih-bersih rumah,Prilly mengumpulkan baju-baju kotornya lalu memasukkan-baju baju itu- ke kantong plastik untuk dibawa ke tempat laundry.Ia bergegas mengayuh sepedanya menuju tempat laundry.
Setelah mengantar baju-bajunya ke tempat laundry,Prilly mampir ke supermarket untuk membeli barang-barang kebutuhan yang hampir habis.Sore harinya...
Setelah menghabiskan pagi dan siangnya dirumah, Prilly bermaksud menghabiskan sorenya dengan duduk di bangku taman yang biasa ia duduki.Prilly menikmati pemandangan di depannya dengan segelas coklat hangat di tangannnya.Tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara seseorang dibelakangnya."Lo yang namanya Prilly?"
Prilly menoleh ke sumber suara.Prilly tercengang melihat seorang laki-laki sedang berdiri di belakangnya.Wajahnya yang tampan bak pangeran dari Arab membuat mata Prilly tidak berkedip.Tatapan lembut di balik kacamata yang dipakainya dan senyum manis yang mengembang di bibirnya membuat jantung Prilly berdetak kencang.Mata mereka saling bertemu.Laki-laki itu semakin melebarkan senyumnya membuat pipi chubbynya semakin terlihat.Prilly pun membalas senyum laki-laki itu."OMG...Nih cowok ganteng banget sih.Selama ini gue ketemu cowok gak ada yang gantengnya kayak dia.Senyumnya juga.Aduh,manis banget.Pipi chubbynya pengen gue cubit."batin Prilly.
Laki-laki itu terus menatap Prilly. Rambutnya(Prilly) yang tertiup angin dan senyum yang terukir indah di bibirnya membuat kecantikannya semakin terpancar.Sama sepertinya,Prilly juga berpipi chubby.Jantungnya pun berdetak tidak karuan."Cantik.Gak gue sangka,cewek dalam foto gue ternyata cantik banget.Waktu itu,gue cuma ngeliat dia dari jauh.Jadi gak nyadar kalo dia cantik."batin Ali.Sepertinya,para cupid sedang mengelilingi mereka dan menancapkan panah asrama eh asmara di hati keduanya."Kring,,Kring,," lonceng yang asalnya dari salah satu sepeda yang melintas di depan bangku taman membuyarkan keterpesonaan masing-masing dari mereka.Seakan-akan mengusir para dewi cinta yang mengelilingi mereka.Menghentikan acara tatap-tatapan yang berlangsung cukup lama.Mereka tersadar lalu sontak menunduk menatap ujung sepatu mereka.
Ali berjalan menghampiri Prilly lalu duduk di samping Prilly."Darimana lo tau nama gue Prilly?"tanya Prilly sambil menoleh ke arah Ali."Dari sini."sahut Ali sambil menunjukkan buku diary yang sejak tadi disembunyikan di belakang punggungnya."Hah?Buku diary gue.Jadi lo yang nemuin buku gue."Prilly mengambil buku diary dari tangan Ali."Thanks banget,ya.Kalo bukan lo yang nemuin.Gue gak tau deh buku ini bakalan balik atau gak."ucap Prilly sambil memeluk buku diarynya.Ali mengangguk pelan diiringi senyumnya."Oh ya.Nama gue Ali."Ali mengulurkan tangannya pada Prilly."Gue Prilly."Prilly menjabat tangan Ali sambil tersenyum.Ali terdiam sejenak memberi jeda sebelum melanjutkan pembicaraan yang terasa canggung."Ehm..ngomong-ngomong,Lo udah berapa lama di London?"tanya Ali sambil menghadapkan tubuhnya pada Prilly."Udah hampir 4 tahun."jawab Prilly."Ngapain?Kuliah?"tanya Ali lagi."Iya."sahut Prilly."Kalo lo ngapain di London?"tanya Prilly ingin tahu."Liburan bareng teman-teman gue."jawab Ali."Sampai kapan?"tanya Prilly lagi."ehm..kira-kira sampai akhir April."sahut Ali."Oh ya,Prill.Kayaknya gue bisa bantuin lo perbaiki makalah lo.Gue punya kamera,jadi nanti gue fotoin tempat-tempat bersejarahnya.Ya,meskipun gak sebagus fotografer handal tapi mungkin bisa lebih bagus dari kamera handphone."ujar Ali."Darimana lo tau makalah gue harus diperbaiki?Lo baca diary gue?"tanya Prilly sambil menatap tajam pada Ali."Dikit."Ali terkekeh."Gak papa juga sih.Isinya gak ada rahasianya juga."ucap Prilly sambil tersenyum."Gimana?Mau gak gue bantuin?"tanya Ali."Boleh."jawab Prilly."Besok lo kuliah?"Ali."Iya."Prilly."Lo libur kuliah hari apa"tanya Ali."Hari minggu."Prilly."Gimana kalo minggu depan?"Ali."Oke."sahut Prilly."Oke.Kalo cari data-datanya dari besok.Besok gue tunggu disini ya,Prill."ucap Ali.Prilly mengangguk mengiyakan perkataan Ali."Tapi,cewek cantik di depan gue ini belum ada yang punya,kan?Nanti gue dimarahin lagi."Ali mengembangkan senyumnya menggoda Prilly."Apaan sih lo.Baru kenal udah ngegombal."Prilly berusaha agar tidak salah tingkah karna pujian Ali.Tapi,ia tidak bisa menutupi wajahnya yang memerah.Mereka saling bertatapan lalu saling mengurai tawa.Di tengah tawa mereka,angin bertiup kencang menerbangkan daun-daun kering dari dahan pohon.Satu dari daun-daun yang beterbangan jatuh tepat di atas kepala Ali dan satu lagi jatuh di atas kepala Prilly.Entah kenapa,daun-daun itu bisa jatuh tepat di atas kepala mereka.Mungkinkan itu suatu pertanda.Atau hanya kebetulan?Entahlah.
Tawa pun berhenti."Oke.Gue duluan ya,Prill.Gue mau ke perpus dulu ngembaliin buku."Ali."Dah,Prilly."Ali melambaikan tangannya pada Prilly."Dah,Ali."Prilly membalas lambaian tangan Ali.
------+------++-------
Prilly memasuki kamarnya lalu berbaring di atas tempat tidurnya.Senyum terus mengembang di bibirnya.Ia masih terbayang wajah tampan Ali.Seolah-olah bayangan Ali telah melekat kuat dalam benaknya.Prilly mengambil buku diarynya dari dalam tas.London-Sunday,November 24th,2014
-Hari ini aku bertemu dengan orang yang menemukan diaryku.Dia seorang laki-laki tampan yang berhasil membuatku terpesona.Matanya yang indah begitu meneduhkan.Senyumnya menenangkan.Suaranya menghanyutkan.Tawanya memancingku untuk ikut tertawa.Ini pertama kalinya aku bisa langsung akrab dengan laki-laki yang baru kutemui.Entah kenapa,aku merasa sangat nyaman saat bersamanya.Apakah aku sudah jatuh cinta padanya?Tapi apa mungkin cinta pada pandangan pertama terjadi padaku?Entahlah.Aku baru mengenalnya mana mungkin aku langsung menyimpulkan bahwa aku mencintainya.-
Keesokan harinya...
Setelah pulang kerja,Prilly bergegas mengayuh sepeda menuju rumahnya.Sesampainya di rumah,ia langsung berlari ke dapur.Ia membuka kulkas lalu mengambil bahan-bahan untuk membuat sandwich.Ia ingin membuatkan Ali sandwich.Entah kenapa ia sangat ingin membuatkan makanan untuk Ali.Setelah sandwichnya jadi,ia memasukkan sandwich itu ke dalam kotak bekal.Prilly bergegas naik ke lantai atas untuk mandi dan berganti baju.Prilly menuruni anak tangga lalu memasukkan kotak bekal itu ke dalam tasnya.Ia mengayuh sepedanya ke arah taman.Haaaaai!!!Agak sedih ngeliat vote-nya yg jauh dari jumlah readersnya!Tapi,gak papa walaupun gak vote yg penting karya aku dibaca.Makasih ya buat yg setia baca cerbung karya penulis abal-abal ini.Peluk atu atu 😍😘
#badrawer

KAMU SEDANG MEMBACA
Prilly's Diary [Hiatus]
FanfictionDipertemukan di musim gugur,Ali dan Prilly semakin hari semakin dekat.Musim dingin dan musim semi pun berlalu dengan indahnya.Tibalah saatnya Prilly menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke tanah air.Tapi,sebelum kepulangannya ada kejadian yang tidak d...