Autumn -Prilly's Diary in Autumn
Prilly semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Ali.Ali mengayuh sepeda seperti anak kecil yang baru belajar bersepeda.Serong kiri,serong kanan.Palingan hanya beberapa detik ia bisa bersepeda lurus.
"Li,udah deh.Gue takut."Kata Prilly setengah teriak.
Ali menoleh ke belakang lalu berkata "Lo tenang aja,Prill.Ini cuma gara-gara gue gak biasa pake sepeda cewek aja."
"Awas di depan,Li."teriak Prilly sambil menunjuk ke depan.
Ali mengarahkan pandangannya ke depan.Ternyata,di depan ada orang yang sedang menyeberang.Ali kaget,sontak ia membelokkan sepedanya ke tepi jalan.Sepedanya oleng lalu jatuh.Ali dan Prilly pun jatuh.Prilly jatuh tersungkur mengenai batu-batu kecil di tepi jalan hingga lutut dan sikunya berdarah sedangkan Ali hanya lecet-lecet.Prilly mengaduh kesakitan sambil memegangi lututnya yang berdarah.Ali menghampiri Prilly.
"Lo kenapa,Prill?"tanya Ali cemas.
"Lutut sama siku gue berdarah,Li."jawab Prilly.
"Maaf ya,Prill.Gara-gara gue lo jadi jatuh terus lutut sama siku lo berdarah."Ali.
"Lagian,lo sih.Udah gue bilang hati-hati juga."ucap Prilly.
"Ya,maaf Prill.Gue gak tau bakalan kayak gini."ucap Ali sambil menunjukkan wajah memelasnya pada Prilly.
"Iya,gak papa kok.Gue maafin."kata Prilly melebarkan senyumnya pada Ali.Prilly berniat untuk berdiri.
"Sini,gue bantu berdiri."ucap Ali.
"Gak papa,gue bisa sendiri,kok."tolak Prilly.
Prilly mencoba untuk mendirikan kakinya tapi kakinya masih sakit hingga ia hampir terjatuh.Untungnya,kedua tangan Ali sigap merengkuh Prilly hingga ia tidak jadi terjatuh.
"Kan gue udah bilang.Biar gue bantuin berdiri."ucap Ali,sementara tangannya masih merengkuh tubuh mungil Prilly.
Matanya menatap mata indah Prilly.Begitupun sebaliknya.Ali tersenyum lalu Prilly membalas senyuman Ali dengan senyuman yang lebih lebar.Mereka tidak menyadari banyak pasang mata memandang mereka.Seakan-seakan sedang berada di luar angkasa,tidak ada siapa-siapa.
Keheningan terpecah saat Ali membuka mulutnya untuk berkata
"Lo belum bisa jalan,Prill.Kaki lo masih sakit.Berdiri aja gak bisa."
"Terus gimana dong?"tanya Prilly memandang sekilas lututnya yang berdarah lalu kembali menatap Ali.
"Gue gendong,ya?"tanya Ali membuat Prilly terkejut.
"Gendong?Apa ini bagian dari trik modus lo?"Prilly menaikkan alis kirinya.
"Modus?Gak lah,Prill.Gue gak modus.Gue cuma gak tega aja kalo ngeliat cewek cantik kayak lo maksain jalan kaki sementara lutut lo berdarah gitu."ucap Ali sambil menunjuk lutut Prilly yang berdarah.
Prilly memutar bola matanya.
"Tuh,kan.Gombal lagi."kata Prilly menggelengkan kepalanya.
"Gak.Gue gak..."belum selesai Ali berbicara,Prilly buru-buru membekap mulut Ali dengan tangannya.
"Udah.Gue tau apa yang mau lo bilang selanjutnya."Ali menggigit tangan Prilly membuat Prilly cepat-cepat menarik tangannya.
"Aww..Sakit tau."omel Prilly.Ali tertawa melihat Prilly mengibas-ngibaskan tangannya.
"Lagian,main bekap-bekap mulut orang aja."
"Tapi,gak usah digigit juga,kali."
"Gimana,mau gak gue gendong?"tanya Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prilly's Diary [Hiatus]
FanfictionDipertemukan di musim gugur,Ali dan Prilly semakin hari semakin dekat.Musim dingin dan musim semi pun berlalu dengan indahnya.Tibalah saatnya Prilly menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke tanah air.Tapi,sebelum kepulangannya ada kejadian yang tidak d...
![Prilly's Diary [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/51244934-64-k728203.jpg)