Chapter 2

149 15 4
                                    

*Jennifer's POV*

"Where are you,Cameron fuckin Dallas" ujarku geram

"CAMERON COME OUT! GIMME BACK MY PHONE!"

Aku pun mencarinya di seluruh penjuru kelas dan tak kutemukan ia dimana-mana. Tiba-tiba pengeras suara berbunyi. Dan aku tau persis suara siapa ini

"...dan aku pun tersadar bahwa cinta ini tak bisa lagi kupendam terlalu lama..." suara di interkom berbunyi.

Tunggu, ini suara Cam

"...sakit rasanya harus melihat ia bersamanya.." lanjut suara tersebut

Wait

This melancholic word, sounds familiar.

Apa yang ia baca..

"..tetapi demi kebahagiaannya aku rela. Tuhan jika ia bahagia dengan yang lain,aku ikhlas..:

HOLD ON!! That's a melancholic poetry that i made on my memo when i was in 9th grader! AND IT WAS REALLY DISGUSTING

Aku pun bergegas ke ruang siaran untuk menghentikan Cam yang masih "berkicau" dengan pengeras suara tersebut

"..a cute poems made by Jennifer Catherine Steinfield from XII A.."

Aku terhenyak mendengar namaku. Ya, bagus. Semua mata di koridor ini tertuju kapadaku. Dan, disanalah aku ditertawakan oleh lautan manusia.  Terima kasih Cameron shitty Dallas.
Aku yang mulai tak perduli dengan semua lelucon ini segera berlari ke ruang penyiaran dan disitulah aku menemukan Cameron sedang di "Singgahsana" nya mencoba mencari aib-aib lainnya yang akan ia "kicaukan" di interkom sekolah. Finally i got him! HA! sebelum ia dapat menyebarkan aib lainnya, pun aku merebut paksa Handphone ku dari belakang dan dia terkejut akan itu. Kemudian ia bangun dari Singgahsana nya dan berusaha mengambil kembali Handphone ku tetapi sayang, aku lebih gesit daripada kau Cam. HAH! GOTCHA!

"What the fuck are you thinking, huh?  menghancurkan nama baik seseorang dan menjadikan itu lelucon? That's not funny at all, Cam."

"Oh c'mon jenn, that's a really cute poetry. I just want to share it to the other students that you have a talent to make poetry"

"Well, i don't want to but you ruined everything. So, thanks." Kataku sambil berlalu meninggalkan ruang penyiaran

"Hey jenn, don't be mad at me!" Teriak Cam

"I won't"
"But i have plan already. For. A. Revenge"

------------

Setelah bel berbunyi, aku keluar dari kelas Mr. Drew. He's such a boring person and i hate the way he talks. it's like a dying raccoon. I mean, ugh whatev. Kemudian, aku kembali ke loker dan mengganti buku pelajaran. Sebentar, setelah Mr. Drew adalah...
Oh algebra lessons with Mrs. Rina. Yaa setidaknya dia tidak  begitu membosankan seperti Mr. Drew. Aku mengambil buku dan binder hitam yang kuperlukan dan kudekap semuanya di dadaku, and suddenly someone's called me. And i know exactly who is he.

"Jenny! Hey, wait up!" Teriak Cam

"Ugh, what again?" Jawabku malas

"What is your next period?"

"Mine is algebra, how 'bout u?"

"We're in the same class. Can i go with you?" Tanya nya seraya mengeluarkan puppy faces nya

Sebenarnya aku masih tak ingin berurusan dengan Cam. But, that puppy faces!  I can't.

"Okay, whatever" jawabku pasrah

"Yes! Ahaha" tawanya

"Apa yang lucu? Kau menertawakan semua hal"

"Mungkin karena selera humor mu rendah, jadi kamu tak mengerti apa yang ku tertawakan"

If Only {C.D}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang