Kecewa

23 2 2
                                    

(Riyan)

"Riyan bangun sayang" mamah mencubit lembut pipi riyan yang sedang tidur.
"Apa putri sayang"

"Siapa putri?riyan bangun udah jam berapa ini?"

"Iihhh mamah aku kira putri"
Yaampun tadi gue ngigo.

"Kamu ngigo yah. Putri pacar kamu yah,hayoo jujur"mamah tersenyum melihat ku yang salah tingkah gini.

" cuma temen mah,cuma lagi proses menuju ....... hhee "
Gua sengaja ga ngelanjutin pembicaraan.

"Menuju pacaran kan?kamu yah masih smp udah pacaran " ujar mamah menasihati.

"Mau mandi dulu mah, nanti kesiangan lagi"
Gue berlari menuju kamar mandi.
Mamah cuma menggelengkan kepala ngeliat gue yang konyol seperti itu.

Sesampainya di sekolah.
Gue bertemu sama gerombolan putri.

"Hai riyan." ujar amel

"Hai mel" gue menjawab

"Ke kantin yu " ujar amel menarik tangan riyan.

Gue melihat putri dari tadi dia diam kaya orang cemburu. Apa dia udah mulai suka sama gue.batin riyan.

"Hai put,ke kantin yu aku mau ngomong sesuatu sama kamu." gue manarik tangan putri dan meninggalkan kelas.

"Iiiiihhh kenapa malah putrii sih yang di ajak,bukan gue" ujar amel .

"Amel maaf yah aku duluan."
"Iyah."

Sesampinya di kantin,kebetulan suasana kantin tidak begitu ramai.

"Duduk disini yah"

"Kamu mau ngomong apa sih?kasian amel,kamu cuekin."

"Aku cuma mau bilang sesuatu ini penting"

"Yasudah, kamu mau bilang apa?"

"Aku... Aku... Aku.."
Tiba tiba gue tersedak .
Aduh gue degdegan nih. Batin riyan.

Putri tak hentinya menatap riyan seperti itu.

"Kamu mau bilang apa?"

"Aku suka sama kamu,mau ga kamu jadi pacar aku?" sumpah baru kali ini gue nembak cewe sampe mata gue merem begini.

"Kamu serius"ujar putri matanya berkaca-kaca . kenapa dia menangis. Apa gue salah nembak dia.

" ya aku serius,aku udah lama suka sama kamu. Apa kamu mau jadi pacar aku?"
Gue berharap kalau dia mau nerima gue.

"Gimana yah"

"Please put, aku kan sayang sama kamu,aku akan jagain kamu, aku gak mau kehilangan kamu."

Refleks. Gue memeluk putri. Namun putri hanya menangis

"Put kamu jangan nangis,kamu jelek kalau nangis kaya gitu"

"Iya maafin aku.. Aku ga nyangka aja. Aku juga suka sama kamu riyan,tapi..."
Putri berhenti bicara.

Gue semakin penasaran,apa yang akan di katakan dia lagi.

"Tapi apa put?"

"Tapi orang tua ku tak mengijinkan kalau aku pacaran
."
Lagi-lagi putri menangis

"Maaf riyan mungkin kita cuma bisa berteman. Karena aku ga mungkin ga nurut sama orang tua ku,maaf kan aku "

(Putri)

"Yasudah,kita backstreed saja"

"Ga bisa,maafkan aku, tapi kamu masih mau jadi teman aku kan ?"

Kenapa riyan malah menjauhi ku. Apa dia benci sama aku,gara-gara aku menolaknya.
Astaga apa yang akan dia lakukan. Sebenarnya,aku juga sayang sama dia,tapi mungkin semua ini takdir. Tuhan tidak menyatukan kami.

(Riyan)

Gue kecewa sama dia. Kenapa dia bisa phpin gue begini.

Prakkk..

"Riyan.. Suara apa itu?"
Menghampiri kamar riyan.

"Astaga nak, kamu kenapa?"
"Gak papa mah"
"Kenapa kamu pecahin jendela kamu?coba kamu cerita sama mamah,kali aja mamah bisa bantu."

"Aku cuma kesel mah, di sekolah banyak tugas."

"Yasudah,kalau gitu lebih baik kamu tenangin dulu,lalu kamu tidur yah sayang
"Iya mah"

Gue terpaksa bohong. Karena malasah ini cuma masalah spele doang. Gue gak mungkin cerita ke mamah.

Hidup gue sekarang ga berarti. Semenjak kejadian kemarin,gue dan putri tidak pernah berkomunikasi lagi. Tapi gue begini,karena gue gak mau di phpin dia lagi.

(Putri)
"Apa dia benar-benar benci sama aku, dia tidak pernah lagi menyapa ataupun menghampiri aku. Mungkin ini jalan terbaik untuk nya. Jangan lupa bahagia yah riyan".

Maaf ceritanya, jadi ga sesuai harapan.
Jangan lupa like dan komen nya ya kawan.

My experience as a teenagerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang