***
"Sore sayang"
"Sore mah"
"Kamu dandan yang cantik yah, kan mau ada tamu di rumah kita"
"Mamah mau bertemu orang tua reza?" tanyaku.
"Ko kamu tahu"
"Reza sendiri yang bilang padaku"
"Ohh jadi kalian sudah kenal sebelumnya" mamah tersenyum
"Iya mah, reza tuh teman sma putri."
"Kenapa kamu tidak bilang sayang,kalau kamu kenal sama dia"
"Mana aku tahu mamah kenal reza."
Tok tok tok..
Suara ketuk pintu dari luar terdengar."Eh jeng Kiran apa kabar " sahut mamah reza .
Aku berdiri di belakang mamah."Baik jeng,ayo masuk " ujar mamahku.
Reza ternyata dia ikut juga. Dengan memekai jas ,dia terlihat lebih dewasa. Dia tersenyum padaku."Jeng ini anaknya yah,cantik sekali" ujar mamah reza kepadaku. Dia tersenyum dan memujiku.
"Hallo tante,aku putri"
Aku tersenyum ke arah mamah reza itu."Udah tau" sahut Reza .
"Huss reza, yang sopan dong bertemu calon mertua itu"
"Apaahhh"
Aku dan reza berteriak bersamaan. Aku dan reza saling menatap, apa maksud dari semua ini.
Sedangkan mamah kami berdua hanya tersenyum.
"Maksud mamah, kalian akan segera tunangan sayang. Kita sudah membicarakanya 5 tahun yang lalu"
Ujar mamah ku memberi penjelasan."Kalian sudah mengenal kan, jadi kalian tidak usah ragu lagi"
Ujar mamah reza"Iya mah"
Ujar reza tersenyum padaku.(Putri)
Astaga tak menyangka akan terjadi pertunangan di antara kita. Namun aku sedikit senang dan ragu.
Senang nya aku bisa mendapatkan cinta dari seseorang, meski yang ku harapkan adalah cinta pertamaku.Namun aku ragu, apa reza mampu buat aku bahagia. Entah lah semua akan terjawab jika kita telah menikah nanti.
Aku masih di kamar,Aku sedang bersiap-siap untuk ke kantor.
Ketika aku menuju ruang tamu, ternyata sudah ada reza disana.
"Pagi sayang"
"Ko kamu disini" aku heran.
"Mamah yang menyuruhnya untuk menjemputnya put" mamah tersenyum ke arah reza
"Iya, ayo kita berangkat" ajak reza
"Aku berangkat yah mah"
Assalamualaikum.
Kami berdua mencium tangan mamah dan pergi menuju kantor.Di perjalanan.
"Put aku senang bisa menikah sama kamu?"
"Kenapa?"
"Karena,aku percaya kalau kamu tuh cewe baik-baik."
Aku tersenyum padanya
"Nah gitu dong senyum, kan cantik kelihatanya"
"Gombal" ujar ku singkat.
Setelah sampai di kantor,reza membukakan pintu mobilnya.
Astaga aku seperti tuan putri saja. Batinku.Reza menyuruhku untuk melingkarkan tanganku ke tanganya. Tadi nya aku menolak,namun sekarang aku menurutinya.
Aku berjalan dengan reza seperti pasangan yang sudah menikah saja. Aku dan reza menjadi sorotan para karyawan. Mereka terlihat iri padaku. Namun aku hanya tersenyum,menyikapi hal itu.
Maaf kali ini ceritanya pendek
Jangan lupa untuk vote nya
kawan :)

KAMU SEDANG MEMBACA
My experience as a teenager
Literatura FemininaAriana Putri adalah seorang gadis cantik,baik,dan sopan.Dia harus terpaksa pindah ke jakarta, karena kedua orang tua nya meminta untuk melanjutkan pendidikan di sana. Berjalanya waktu, kini dia telah bahagia bersama Reza. Namun dia selalu ingat aka...