Pelulusan sebentar lagi. Aku senang karena sebentar lagi,aku akan masuk ke jenjang atas atau SMA.
Setahun yang lalu riyan adalah cinta pertamaku. Namun hubungan kami renggang. Tidak saling berkomunikasi seperti dulu lagi.
Ku duduk di depan kelas. Suasana sangat ramai,namun aku tetap membaca buku panduan un,karena beberapa hari lagi akan di adakan UN.
"Put,ke kantin yu"ajak laras
"Gak ah,aku lagi fokus buat belajar, maaf yah ras"
"Memang kamu tidak lapar?
Tanya kinan." tidak,aku tadi sudah sarapan di rumah terlalu banyak"
"Owh begitu,kami ke kantin dulu yah,byee"
Ujar amel."Bye semua"
Setelah mereka pergi aku melanjutkan membaca buku.
Dan ternyata buku yang aku baca,malah jatuh ke lantai.Setelah ku ambil buku itu,ku melihat sosok riyan menggandeng seorang perempuan.
Kenapa hatiku sesak sekali ketika mereka berdua lewat di hadapanku. Riyan sedikit pun tak menoleh ke arah ku. Hanya saja Linda yang ternyata cewe riyan itu,malah tersenyum puas melihat ku yang terdiam.Rasanya aku ingin menangis saja. Dan ingin ku berteriak. Ku menyesal telah menolak dia. Namun semua nya berakhir.
Beberapa hari ,kami telah selesai melaksanakan ujian nasional.
Pada hari ini adalah hari yang spesial dimana hari ini pelulusan."Ga terasa yah put,kita akan berpisah "ujar kinan
"Iya put,aku ga tau bakal di terusin ke sma atau tidak." ujar laras
"Kamu jangan lupain kita semua yah,kenangan kita terlalu banyak.. Tak mungkin kita lupakan."Ujar amel
" iya teman,kalian selalu ada di hati putri. Di suatu hari nanti pasti kita dapat berkumpul kembali"
Semua temanku menangis,terutama aku sendiri.
Mungkin mereka takut kehilangan aku,karena aku akan meneruskan sekolah di jakarta.Lembar pelulusan sudah di bagikan. Setelah ku buka surat itu dan ternyata kami semua lulus.
Aku sudah meminta ijazah dan semua keperluan pendaftaran di SMA merah putih jakarta.
Dering telefon pun berbunyi
"Hallo"
"Hallo sayang, kamu sudah siapkan segala keperluan kamu mendaftar sekolah"
"Sudah mah"
"Oke nanti sore,ayah akan jemput kamu yah."
"Iya mah"
Setelah ku tutup telfon nya.
Aku menangis,rasanya aku ga mau pergi dari desa ini. Apa lagi harus berpisah dengan nenek dan kakek."Put, kamu kenapa"
"Nek,putri ga mau ikut mamah, putri ingin bersama nenek dan kakek "
"Kamu harus ikut dengan mamah. Nenek disini sudah tua tidak bisa mengurus mu lagi"
Aku memeluk nenek erat-erat. Hingga aku tak berhenti menangis.
Pukul 5 sore ayah datang menjemputku.
Aku masih saja memeluk nenek.
Kakek hanya terdiam
"Kamu baik-baik yah disana. Jangan nakal. Pokonya nanti kamu harus hubungi kami disini.""Iya kek. Kakek sama nenek jaga kesehatan yah,jangan sampe kalian sakit. Putri sayang sama nenek sama kakek."
"Pah, makasih yah udah jagain putri dari kecil" ujar ayah kepada kakek.
Kami semua berpelukan dan aku berpamitan kepada nenek dan kakek.
Di perjalanan menuju jakarta.
"Kamu apa kabar sayang, sekarang kamu udah besar yah."/ujar ayah
" aku kangen sama ayah dan mamah, gimana keadaan kalian ?"
"Baik sayang. Ayah juga kangen sama kamu"
Aku pun tertidur lelap karena ngantuk sedangkan ayah masih menyetir.
Maaf kawan kali ini ceritanya pendek. Jangan lupa like dan komen nya .
Makasih

KAMU SEDANG MEMBACA
My experience as a teenager
ChickLitAriana Putri adalah seorang gadis cantik,baik,dan sopan.Dia harus terpaksa pindah ke jakarta, karena kedua orang tua nya meminta untuk melanjutkan pendidikan di sana. Berjalanya waktu, kini dia telah bahagia bersama Reza. Namun dia selalu ingat aka...