3. Penasaran

1K 36 0
                                        

"Revi!!!" (Panggilan Christ saat dirumah )
"ada temen lo tuh di teras." Teriak Reva kakak Christ yang duduk di ruang tamu sambil membaca katalog.
"Sapa kak Re??" Tanya Christ.
"Si Fahmi, buruan turun, kasian nungguin lo lama, siput!!" Teriak Kak Reva lagi.
"Ah lebay lo kak!" Ledek Christ, lalu ia menuruni anak tangga dengan membawa handphone nya.

"Dasar kutu!! Kerjaannya cuma bikin emosi mulu lo!" Tukas kak Reva.
"Nenek lampir diem deh." Ledek Christ lagi sambil menjulurkan lidahnya.
"Rese' banget lo!!" Umpat kak Reva, ia melempar bantal kecil kearah Christ, tapi berhasil ditangkis.
"Wlee ga kena!! " Ejek Christ yang membuat kak Reva semakin marah. Tapi ia tak memperdulikan Christ, ia bisa membalasnya nanti.

"Anjirrr, berjamur gue disini nunggu lo deng! Lama bener lo turunnya! " gerutu Fahmi.
"Cerewet lo, ada apaan sih, tong." Tanya Christ.
"Gue ada kabar baik bro." Jawab Fahmi penuh semangat.
"Ada apaan sih, lo dapet duit banyak?  Menang taruhan? "
"Kabar baik nya sih buat lo sendiri, dan kayanya gue ga ikut ngerasain kan?" sambung Christ lagi.

"Ehehehe, lo kok tua sih, Tong." Sahut Fahmi.
"Tau bego!! Bukan tua! Lo yang tua bukan gue." Christ pun menjitak kepala Fahmi. "Kayanya ada yang salah deh,Mi ama otak lo, kenapa pemikiran lo slalu aja ga bener, gesrek banget." Ledek Christ sambil tertawa.
"Lo jangan gitu dong ama sohib lo sendiri, gaboleh suudzon." Elak Fahmi, ia masih saja tertawa.
"Duh buruan deh Mas Fahmi ngobrol nya. Ribet banget lo kaya cewe."

"Gue dapet Id Line nya Nabila Broooo!!! " sorak Fahmi kegirangan.
"Yaelah, gitu doang." Jawab Christ cuek.
"Aduh bro, lo tuh kaya anti banget sih ama Cewe. Jangan jangan lo Maho ya? Ihh.. " celetuk Fahmi, dan kini ia sedikit menjauh dari Christ.

"Gue normal Mi!! Gue juga punya mantan tau! Segitunya ya Mi, lo sampe ngira gue Maho, gue normal kok kalo depan cewe." Jawab Christ sambil tertawa terbahak-bahak.

"Anjing!! Jijik gue, sudah kuduga lo tuh bisex  ! " Ujar Fahmi, dan ia semakin menjauh dari Christ. Melihat hal ini, Christ tak bisa menahan tawanya hingga mengeluarkan air mata.
"Bahagia banget lo, Tong. Dasar curut!" "Eh betewe eniwei baswei, gimana kalo gue chat si dede Nabila? " tanya Fahmi pada Christ, ia ingin meminta saran padanya walau ia tau jika Christ tak sehandal dia dalam urusan wanita.

"Serah lo, Mi. Gue rela kok dimadu. Hayati pasrah abang. " ujar Christ dengan nada lirih yang membuat Fahmi semakin jijik.
"Bangke lu tong! Jijik bener gue. Idih najis, amit amit jabang baby." Ucap Fahmi komat kamit. "Udah ah gue cape ngurus Maho kaya lo, gue mau chat ama dede Nabila. " ucap Fahmi menyeringai. Christ hanya menggeleng kepala melihat temannya itu.

***

Nabila sedang asik menonton televisi di ruang tengah bersama adiknya  sambil memakan cemilannya.

*Chat Line *

Fahmi Putra  : Night Nabila ;;)

Yaelaah kak Fahmi ngechat lagi, bales ga yah. Tapi kalo ga ngebales ntar kasian.

Nabila Arsyi : Iya kak, Night too:)

Fahmi Putra : Lagi apa dek?

Nabila Arsyi : Nonton TV nih kak, kakak?

Fahmi Putra : Duduk" dirumah nya Christ. Nabila udah makan? :)

Christ?  Sejenak pikiran Nabila melayang mengingat wajah Christ, teman Fahmi tadi.

***

"Ceelah gombalan maut nih mulai tercipta. " goda Christ, ia menawarkan minum pada Fahmi.

"Yee lo mah bawaannya sirik aja ama gue tong! " celetuk Fahmi yang masih asik membalas Chat Nabila.
"Si Rita, Vina, Fara mau lo kemanain beroh? " tanya Christ dengan nada rendah.
"Pending dulu lah  buat simpenan. " jawab Fahmi terkekeh.

"Dasar kadal lo! Gue kasian ama cewe yang lo modusin. "
"Yee gue tuh ga modusin kali, gue cuma deketin aja. " elak Fahmi sambil menikmati camilan didepannya.
Sebuah toyoran mendarat dikepala Fahmi, "sama aja bego! "

***

Pelajaran yang sangat membosankan kini tengah dirasakan oleh Nabila, Fisika. Pelajaran macam apa ini, ditanya ini? Jawabnya itu?
Argghh...  Nabila mendengus kesal, pusing kini melanda sebagian kepalanya.

"Nab, lo knapa?"
"Migraine gue, Dev. Anter gue ke UKS dong." Pinta Nabila, kini ia dan Devi menuju meja guru, Bu Emmy.

"Kamu kenapa? Nabila Arsyi? " tanya Bu Emmy sambil menurunkan kacamata silindris nya.
"Saya pusing sebelah Bu."
"Kamu Darah rendah? " tanya Bu Emmy dengan tatapan penuh.
Nabila takut jika guru killer itu tak mengijinkan nya untuk pergi ke UKS. Ia hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Bu Emmy.

"Yasudah silahkan kamu ke UKS, istirahat yang cukup dan cepat sembuh. Devi antarkan ke UKS dan cepat kembali kekelas." Ujar Bu Emmy.
Devi hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Bu Emmy.

"Gila, gue kira disuruh nemenin lo, ternyata gue disuruh balik lagi kekelas! " gerutu Devi.
Nabila tertawa kecil mendengar temannya merutuk kesal.

***

"Sakit apa? Pusing yah? " tanya mbak Lusi penjaga UKS sambil membawa Nabila masuk dan duduk di kursi.
"Duduk sini dulu ya, mbak buatkan teh hangat dulu." Ujar mbak Lusi yang kini membawakan segelas teh hangat untuk Nabila. "Mau istirahat? Atau mbak periksa dulu baru kamu istirahat?" Tanya Mbak Lusi lagi.
"Duduk sini aja deh mbak, jangan diperiksa, Nabila udah tau sakitnya apa. " jawab Nabila tersenyum kecil.

"Mbak Lusi, Fahmi nongkrong sini ya."

"Lo kira ini warkop apa tongkrongan segala lagi." Kata mbak Lusi .

Fahmi .. yah kok ada dia sih.

"Eh Nabila, sakit apa adek manis?" Rayu Fahmi sambil mendekat dan duduk di samping Nabila.
"Ehhh udah kenal rupanya, ati ati ya Nabila sama biawak sebelah kamu, jangan terlena dengan godaan setan." Ujar mbak Lusi mengingatkan.
Nabila terkekeh mendengarkan ucapan mbak Lusi yang mengejek Fahmi.

"Mbak Lusi ah, ga fren deh kalo gini. Eh iya betewe si Ciko* kemana nih? Ilang mulu kaya bolpen dikelas."
"Paan sih lo lebay deh!" Suara Christ yang nyelonong masuk ke UKS dan duduk di bawah dan bersandar di dinding.

Christ lagi, kenapa Fahmi selalu satu paket dengan dia?
Wait, ciri cirinya sama banget kaya yang nabrak gue kapan hari.
Rambutnya yang ikal, kulit putihnya, tingginya yang seperti sama dengan yang menabrak nya. Dan oh tidak, bed kelasnya menunjukkan kelas XI MIA 3 !!
Tak salah lagi, mungkin benar Christ yang nabrak gue, tapi kenapa dia ga sungkan kalo ketemu gue? Malah pasang wajah cuek.
Udah lah biarin.

"Christ, dikelas masih ada pak Marno ga? " tanya Fahmi.
"Gaada."

Hanya itu jawabannya? Jutek sekali lelaki ini. Gumam Nabila.

"Nabila, sakit apa? Kok pucet banget sih kamu, istirahat aja yah." Ujar Fahmi .
"Pusing aja kok kak, iya nih ntar lagi aja." Balas Nabila.

"Yee mulai deh Biawak buntung beraksi dengan rayuan maut nya." Ledek Christ yang membuat mbak Lusi tertawa terbahak-bahak dan sukses membuat Fahmi salah tingkah.
Sementara Nabila? Hanya biasa saja dengan ledekan Christ, tak sedikit pun senyum terlihat ketika Christ berbicara.

"Mbak, aku boleh istirahat ya? Makin pusing nih ." Kata Nabila sambil berjalan kearah kasur.
"Iya Nab ." "Tuh, Mi . Dia makin puyeng gara gara liat lo." Ejek mbak Lusi.
Seolah tak menghiraukan ejekan mbak Lusi ia menghampiri Nabila "Get well soon  Nabila." Ucap Fahmi dengan manis.

"Udah ya Mi, gue enek liat lo ngrayu gitu."
"Alahh Christ, bilang aja lo jealous gegara lo ga pernah gue gituin, yekan?" ledek Fahmi, yang mulai menampakkan tawanya.
"Maho detected nih." Balas Christ singkat.
"Udah ah, ayo balik kelas." Sambung Christ lagi.
"Ayo sayang. " sahut Fahmi manja sambil berlari kecil kearah Christ.
"Ihhhh jijik banget dah. "

***

Nb *ciko its Cina Koplo , ledekan Fahmi untuk Christ.

Haha gimana readers? Agak sedikit panjang yaa ceritanya.
Author ga butuh apa apa, cuma VOTE DAN COMMENT doang kok tntang cerita ini =))

Makasi udah bacaa ♥♥♥

CINTA TAPI BEDATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang