Nabila menghela nafas panjang ketika melihat jam dinding yang masih saja menunjukkan pukul 9.15.
Nabila memutar bola matanya bosan, kenapa tak cepat cepat pukul 9.30 !! Nabila merutuk kesal dalam hatinya.
Dann..
Kring!!
Semua murid berhamburan keluar dari kelasnya, terlihat beberapa yang berceloteh karena pelajaran yang tidak ia mengerti.
"Nab, kantin yuk." Ajak Kamila, sementara teman yang lain sudah berkacak pinggang menunggu Nabila beranjak dari kursinya.
Nabila melihat Kamila dengan tatapan malas, seperti mata yang mengantuk seusai pelajaran sejarah baru saja. "Lo duluan deh, gue juga ga seberapa laper kok, gue pusing." Ucap Nabila, sambil melipat kedua tangannya dan memiringkan kepalanya diatas tangan.
"Lo yakin gaikut?" Tanya Kamila yang hanya dibalas dengan gelengan kepala.
Kamila menahan senyum,"Oke kalo lo brubah pikiran, gue ama anak anak masih stay di kantin."
Lalu, Kamila segera menghampiri teman-temannya yang sudah hampir bosan.
"Nabila gaikut." Ujar Kamila, menarik punggung Devi dan lainnya sebagai isyarat 'ayo jalan'.
"Lo udah bilang kan kalo misalnya berubah pikiran dan dia mau nyusul, kita masih tetep dikantin? " Tanya Fadilla memastikan.
Kamila hanya mengangguk, dan mereka pun segera menuju kantin.
"Hil,coba lo chat si Nabila. Tanyain dia mau kesini apa ngga." Perintah Kamila, Sahila mengangguk paham dan langsung mengeluarkan handphone di sakunya dan mengirim pesan pada Nabila.
"HWAAAAA!!! " sorak Nabila. Tangannya memegang beberapa pundak temannya.
Membuat teman teman nya kaget dan sukses membuat seisi kantin melirik kearahnya karna suara teriakan teman-temannya. Nabila cuek dan malah tertawa terbahak-bahak, sementara teman temannya mengelus dada karenanya.
"Anjing!! Nabila!! Bisa Jantungan gue gegara lo kalo tiap hari lo kagetin gue!" umpat Sahila.
"Gue ngechat lo nyet!" Ujar Sahila lagi sambil memukul kepala Nabila.
Nabila menatap Sahila cengo, "Ngapain lo chat gue? Kangen ya lo! " goda Nabila, tangannya mencubit lengan Sahila gemas sambil tertawa geli.
Sahila memiringkan kepalanya kearah Kamila sambil merengut kesal, "Noh, Ratu Kamila Andini yang nyuruh gue ngechat lo, nanyain lo ke kantin apa kaga." Kamila terkekeh melihat raut wajah Sahila begitupun yang lain .
"Percuma lo chat gue, notifikasi Line gue matiin. Bosen gue dichat ama ituu, paling ntar sore aja gue nyalain lagi." Ujar Nabila sambil memelankan nada bicaranya.
Fadilla,Sahila dan Kamila mengangguk paham, tapi tidak dengan Devi yang masih berfikir. "Dia siapa sih,Nab?" Tanya Devi polos. "Oooohh kak Fah-" Belum sempat Devi melanjutkan perkataannya, dengan sigap Fadilla yang didekatnya membekap mulut Devi rapat-rapat.
Nabila pun menepuk jidatnya pelan melihat tingkah temannya itu.
***
Christ seperti melihat gerombolan teman Nabila dari sela sela murid yang melewati lorong. Christ kini duduk di kursi depan kelasnya dengan Fahmi sambil membawa komik Detective Conannya, tapi dua matanya masih mengawasi Nabila .
Sepertinya Fahmi tidak mengetahui keberadaan Nabila dari jauh, yeah. Ini kesempatan bagi Christ untuk melihat mata Nabila, lagi.
Nabila melewati kelas XI MIA 3. Ia memutar bola matanya malas. Ia akan melewati kelas Fahmi, dan biasanya pada jam istirahat akan berakhir ia masih duduk di depan kelasnya dengam si Manusia Es itu.
"Ntar kalo lewat depan kelasnya gausa manggil Nama gue." Ingat Nabila pada teman temannya. Seolah sudah hafal meskipun Nabila hanya menyebut kata 'nya' . Sudah dipastikan itu kelas Fahmi.
Buset!! Si tengil lagi duduk ama manusia Es. Beneran kan dugaan gue. Eitss.. tapi si Fahmi untungnya lagi main hape nih. Duuhh syukur deh kalo gini.
Etdaahh, tapi, kenapa jadi si Manusia es yang ngeliat gue tajem gitu? Ahh.. mata nya! Berani banget dia ngeliat gue dengan tatapan kaya gitu!!
Nabila berdecak sebal melihat mata Christ yang tak henti melihatnya, ia berjalan lebih cepat lagi agar sampai di kelasnya.
***
Christ sudah kehilangan mata yang ia pandang daritadi, mata yang malah balik melihat sinis padanya. Ah, entah mengapa justru Christ malah semakin melihatnya tanpa berkedip. Dan mungkin membuat Nabila semakin risih dibuatnya. Dalam hati Christ tertawa melihat Nabila yang menghentak hentakkan kakinya karena kesal.
Ahaha lucu banget lo Nab, lo risih karena gue liatin, hahaa.
Skip
Seperti biasa, sepulang sekolah ia pasti masih ada disekolah untuk latihan Paskib dengan Fadilla. Mengingat kurang 2 minggu lagi ia akan berlomba, itu artinya Nabila harus lebih berlatih lagi agar menjadi Danton yang baik.
Sementara Christ, 3minggu lagi akan bersiap untuk bertanding futsal di salah satu universitas. Entah ini suatu kebetulan atau tidak, tapi jadwal mereka latihan selalu sama. Yaitu hari Selasa, Kamis dan Jum'at. Yang mau tak mau Christ dan Nabila bisa bertemu dan bertatapan lagi .
Christ berjalan melewati koridor dan akan menuju ke toilet untuk berganti baju.
Bruakkkk!!!
Christ terjatuh kelantai dengan posisi tidur dan seorang gadis menindih tubuhnya. Oh tidak, ia benar gadis!
Christ terbelalak kaget melihat sepasang bola mata cokelat bak lensa kontak itu,sekarang posisi mata itu pas didepannya dengan jarak hanya 3jari saja, sangat dekat dan jika gadis ini tak menahan tubuhnya dengan lengan kecilnya, ahh.. mungkin kau tau apa yang terjadi. Sungguh 3detik yang sangat lama untuk bertatap dengan mata Indah ini lagi.
Nabila terperanjat kaget ketika ia tak sengaja menabrak dan tersandung hingga jatuh di pelukan Christ. Dan..
Tunggu, ini Christ. Dan apa lo bilang? Iya didepan gue kak Christ!! Dia lagi gue tindih!!! oh no!! Ah kenapa gue bisa jatoh diatasnya !!!? dan argh.. tangannya meluk punggung gue. Dan tatapan matanya seolah mengintimidasi gue. Wake up Nab!!!
Nabila bangun dan merapikan bajunya, ia menunduk malu melihat Christ menatapnya bingung.
"Ma-maaf, g-gue ga sengaja k-kak Christ. "
Nabila mengangkat kepalanya sekedar ingin melihat ekspresi wajah Christ selepas ia tindih. Pipi Nabila merona merah saat Christ malah melihatnya dengan tatapan dingin.
Dari mata Christ, Nabila mencoba membaca pikiran Christ, tapi Nihil. Dari matanya saja sudah terlihat jika ia sangat dingin dan angkuh, ditambah lagi dengan ekspresi wajah yang datar, semakin sulit untuk Nabila menebaknya.
Christ membalas ucapan Nabila hanya dengan anggukan.
"Ya. Makanya kalo jalan ati ati." Lalu berjalan kembali seolah tak ada apa apa.
Ahhh sungguh Manusia Es dari kutub Selatan ini emang bener bener Cold Boy!!
Dia kaya gini kok banyak yang mau ngomong sama dia. Ishhh...
Kemudian, Nabila bergegas menuju Sekpas dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi.
Benar benar kejadian yang tidak diduga.
***
Comment ajah ya ceritanya. Mau vote juga boleh :D
Ah gimana nih? Christ ngeselin ngga? Engga ya? Masih belum nampak nih hahah.
Oke tengkyu yg udah sempet baca cerita ini :))
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TAPI BEDA
RandomChristian Revi Simajuntak, seorang pria yang Cuek, mempunyai sorot mata yang tajam tetapi tetap berkharisma dengan lesung pipit di pipi kanannya Memiliki darah Batak membuat Christ sangat menghargai keluarganya. *** Nabila Arsyi Larasati, seorang wa...
