Dengan malas Nabila menuju Ruang Guru karena ia dipanggil oleh Bu Dwi karena akan ada tugas yang ia kerjakan dikelas, dan itu artinya Bu Dwi tak masuk kekelas?
"Alhamdulillah, Kimia gaada guru, Sejarah juga gaada. 4 jam untuk bobo enak nih." Batin Nabila tertawa.
Lalu, ia menemui Bu Dwi dan ia 2 lembar kertas kecil berisi catatan halaman tugas yang harus ia dan teman temannya kerjakan. Yang benar saja?
"Nabila, ini kertas yang saya tulis dengan bolpoin merah berikan ke ketua kelas XI MIA 3 ya nak, dan tolong pesankan jangan sampai keluar kelas waktu pelajaran saya. Termasuk kelas kamu." Ujar Bu Dwi.
Nabila mengangguk sambil tersenyum, "Baik bu. Saya permisi dulu." Kata Nabila, kemudian mencium punggung tangan Bu Dwi dan berlalu meninggalkan Ruang guru.
Langkahnya kini menuju kelas XI MIA 3. Dan oh, itu artinya pasti ini kelas Christ dan Fahmi bukan? Nabila mendengus kesal sambil menghentak hentakkan kakinya sepanjang jalan.
Ia mengetuk pintu kelas, "Permisi, ketua kelas XI MIA 3?" Tanya Nabila canggung kepada si pemilik kelas.
Semua mata yang ada dikelas melihat kearah Nabila. Termasuk Fahmi. Tapi ia tak melihat Christ disana.
Lalu seorang lelaki menghampirinya, "Ada apa dek?"
Nabila tersenyum dan memberikan kertas kecil yang ada ditangannya pada lelaki itu.
"Dari Bu Dwi kak, dia pesen jangan sampe ada yang keluar kelas." Lelaki itu menerima kertasnya,"Makasih dek. Dikumpulin di Meja Bu Dwi kah?"
Nabila mengangguk pelan. Lalu meninggalkan kelas Fahmi itu.
***
"Naaaaaaaabbb!!!! Buku gue!!! bangsatt!!!" Teriak Kamila, ia berusaha untuk mempercepat tangannya untuk menulis, tapi Nabila sudah diambang pintu dan akan membawa buku tugas kimia ke meja Bu Dwi.
"Bodo amat, kumpulin sendiri!!" Ledek Nabila, ia berlari keluar sambil melihat belakang untuk memastikan Kamila mengejarnya atau tidak.
Brukkk!!!
Buku yang Nabila bawa jatuh berserakan termasuk dirinya juga jatuh karena menabrak seseorang dihadapannya.
Seorang lelaki, ia berjongkok dan mengambil bukunya . Lalu membantu Nabila membereskan buku.
"Udah tau bawa buku masih aja lo lari larian!"
"Iya kak, sorry." Balas Nabila sambil memungut buku bukunya kembali.
"Thanks kak Faldo udah mau bantu, sorry gue nabrak lo." Sambung Nabila lagi.
"Gue bantu lo bawa, gapapa. Pokonya jangan diulang lagi Nab, kasian yang lo tabrak." Kata Faldo terkekeh.
Nabila tertawa dan merekapun menuju ke ruang guru. Setelah itu Nabila mengucapkan terimakasih pada Faldo.
Sementara dari jarak jauh ada mata yang melihatnya terus, Christ.
"Perasaan tuh anak jatoh mulu sukanya." Gumam Christ sambil tertawa kecil.
***
Christ dan Fahmi duduk bersebelahan di dekat lapangan sambil menunggu teman teman yang lain untuk berlatih futsal. Seperti biasa mereka akan membicarakan tentang kejadian hari ini,tentang dunia bola, dan jika ada Fahmi, pasti dia akan menceritakan tentang wanita. Yah. Apalagi yang ada diotaknya kalau bukan wanita terus.
"Gue kayanya stop deketin Nabila deh." Ujar Fahmi.
"Kenapa? Lo tuh kebiasaan deh."
Fahmi merubah posisi duduknya,sedikit memiringkan badannya menghadap Christ. "Gue nyerah, dia cuek banget."
"Masa gue chat balesnya lama, trus cuek banget." Tambahnya lagi.
Christ menepuk bahu Fahmi, "Lo kan punya cewe banyak. Gausa galau dong! Apa lo udah kehabisan stok cewe?" Tanya Christ dengan nada mengejek.
Fahmi menyikut lengan Christ, "Enak aja lo! Gue ga galau. Cuma dia tuh susah gue taklukin."
"Ya lo kurang usaha mungkin." Ucap Christ. Fahmi mencerna ucapan Christ,"Iya kali ."
Christ menghela nafas kasar, jika Fahmi sekarang tidak mendekati Nabila itu artinya ia ada kesempatan untuk dekat dengan Nabila. Tapi, apa ia akan direspon oleh Nabila? Bagaimana jika ia bernasib sama dengan Fahmi?
***
Nabila melangkahkan kakinya menuju toilet,dan mendapati Christ sedang berjalan menuju wastafel dekat toilet. Christ sedang mencuci tangannya, dan Nabila masuk ke toilet. Sekilas ia menatap Christ dan Christ membalas tatapannya.
Setelah itu, ia menuju ke wastafel. Dan sudah tak melihat Christ lagi, tapi ia menemukan jam tangan yang tergeletak diatas wastafel.
"Milik siapa ini? Apa mungkin punya kak Christ?"
Kemudian ia mengingat kembali, apakah Christ memakai jam tangan atau tidak, ia yakin pasti itu punya Christ. Karena tak ada yang ke wastafel selain Christ dan sebelum Christ datang ia juga tak melihat jam tangan ini.
Dari bentuknya saja sudah seperti jam tangan lelaki. Nabila memutar mutar jam tangan itu. Seingatnya yang dari wastafel tadi adalah Christ dan Adisti, anak basket itu. Jika dipikir ulang, mana mungkin Adisti memakai jam tangan model lelaki? Nabila bergumam sambil berpikir.
"10CL? Apa artinya? Perasaan gaada tuh merk jam 10CL? "
***
Christ kebingungan mencari jam tangannya. Jangan sampai jam tangan itu hilang dan tak kembali padanya. Ia sudah mencari ke manapun tapi tak ketemu. Ia lupa menaruh dimana, ia mencoba mengingat tapi selalu gagal.
Bagaimana jika jamnya itu tak ketemu? Hanya itu barang kenangannya dari Laura. Iyaa, jam itu adalah pemberian dari Laura dan jika sampai jam itu tak ketemu. Pasti Christ akan semakin galau.
Christ masih berfikir, lalu ingatannya kembali pada sore tadi setelah futsal disekolah. Ia menuju ke wastafel dan Ya!! Ia melepas jam tangan dan meninggalkan jam tangan itu karena mendapat telfon dari Mamanya.
Kenapa gue teledor gini!
Dan oh iya disana kan terakhir ada Nabila!! Pasti dia tau jam gue!! Sialan!!
Dan Christ akhirnya berusaha untuk mencari jamnya besok pagi dan akan menanyakannya pada Nabila.
***
Part yang pendek. Author lagi males nulis. Butuh inspirasi konflik hahah.
Ayo kasih komentar kalian untuk cerita ini masa ceritanya garing :((
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TAPI BEDA
RandomChristian Revi Simajuntak, seorang pria yang Cuek, mempunyai sorot mata yang tajam tetapi tetap berkharisma dengan lesung pipit di pipi kanannya Memiliki darah Batak membuat Christ sangat menghargai keluarganya. *** Nabila Arsyi Larasati, seorang wa...
