Sang surya kini telah menampakkan sinar dari balik persembunyiannya. Yang menjadi tanda bahwa malam telah terganti pagi.
Terlihat seorang yeoja yang bergulung layaknya kepompong di balik selimut tidurnya.perlahan yeoja itu mulai membuka mata dan merenggangkan tubuhnya.."eghh Hemm.." jam berapa ini...apa Ini sudah pagi ujar seulgi sambil mengumpulkan kesadarannya,lalu iya menoleh ke arah jam yang ada di dinding.. " whatt...jam 06:12...eommaaa Aku harus cepat jika tidak aku pasti aku terlambat lagi aishhh...." Ujar seulgi panik lalu bergegas ke kamar mandi. Sekitar 15 menit kemudian seulgi sudah terlihat rapi dan siap pergi ke kampus..yeoja itu melihat tampilannya di depan cermin setelah di rasa cukup baik seulgi bergegas keluar kamar.Saat seulgi akan melewati kamar sehun ia memberhentikan langkahnya.. "namja itu,apa dia sudah bangun ya...apa aku harus membangunkan dia.. ahhh tidak...tidak...aishh dia pasti sudah bangun..yakk seulgi berhenti mengurusi namja itu.." Ujar seulgi sambil memukul pelan kepalanya.seulgi kembali meneruskan langkahnya dan lagi-lagi langkahnya terhenti saat matanya melihat segelas susu dan sepotong roti panggang di meja makan.seulgi yang penasaran perlahan mendekati meja makan,terdapat sebuah stiknote di situ. pandangan matanya kini tertuju pada stiknote yang ada di meja itu.. "sarapan lah aku membuatkannya untuk mu...Aku berangkat duluan...." Begitu lah kata yang ada di stiknote itu.
Ohh ternyata namja itu sudah berangkat duluan Pikir seulgi.Dilihatnya dengan seksama sarapan yang di siapkan sehun untuknya itu... tshhh...tidak biasanya namja itu membuatkan aku sarapan,apa jangan jangan sia sudah memasukan racun kedalam makanan ini agar aku mati muda..Ujar seulgi dengan wajah horrornya..ahhh tidak dia tidak akan berani ujar seulgi lagi kemudian menyantap makanan yang di buatkan sehun untuknya hingga habis,kemudian iya bergegas pergi ke kampus.
Sehun dan seulgi memang tidak berangkat ke kampus bersama untuk sekedar berjaga-jaga akan kemungkinan terburuk. karna jika mereka bersama itu pasti akan menimbulkan kecurigaan. Jika seulgi berangkat ke kampus dengan mobil yang sebenarnya milik sehun,maka sehun akan berangkat ke kampus menggunakan bus umum.
°
°
°
At university.
Sehun membenarkan letak kaca mata pantat botolnya,kemudian berjalan melewati mahasiswa dan mahasiswi yang ada di koridor kampus.Iya mengeratkan genggaman pada tali ranselnya, perhatian mata setiap orang yang ada di situ tidak lepas dari dirinya. Ia berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati seperti yang biasa iya lakukan.
Sehun sangat bersyukur karna hari ini iya bebas dari komplotan kim jongin yang biasanya selalu mengacaukan paginya.
Padahal tanpa sehun maupun yang lain ketahui,seseorang tengah memandang sehun dengan senyum liriknya.
nikmatilah kebebasanmu saat ini nerd..
Sehun pov.
Saat ini aku sudah berada di koridor kampus..Hemmmm..ku hembuskan napas panjang sebelum membetulkan letak kaca mata ku setelah itu dengan perlahan aku mulai melangkahkan kaki ku dengan hati-hati. Tatapan mereka semua yang ada di koridor ini mengarah pada ku,menyadari semua itu aku mengeratkan genggaman pada tali ransel ku. Hari ini aku cukup bersyukur karna tidak mendapat kan ganguan dari komplotan kim jongin karna biasanya ini adalah waktu mereka untuk membully ku.
Sehun pov end.
Sehun kini telah duduk di kelasnya.namja itu mendapat tempat duduk paling belakang,meskipun duduk paling belakang sehun tetap dapat memahami pelajaran dengan baik. Karna ia merupakan namja dengan otak jenius yah bisa di bilang iya memiliki IQ di atas rata-rata..pelajaran sudah di mulai sejak tadi namun sehun ia sama sekali tidak memperhatikan..namja itu sedang memandang keluar jendela,pikirannya terarah pada seseorang.
"Apa dia memakan atau tidak yah sarapan yang aku buatkan untuknya tadi....huhhh yeoja itu benar-benar seperti beruang. Kekeh sehun yang sangat hapal akan gaya dan tingkah laku seulgi. Dia pasti berpikir aku punya niat buruk dengan membuatkan ia sarapan pagi...sehun kembali terkekeh. Terlalu asik memikirkan yeoja nya,...Yah yeojanya sehun memang sudah mengakui seulgi sebagai miliknya dan menyadari perasaanya terhadap seulgi. Bel istirahat pun berbunyi,semua mahasiswa beranjak keluar pergi ku kantin kampus begitupun dengan sehun.
At kantin.
Keadaan kantin tampak seperti biasa nya suara riuh dari obrolan setiap mahasiswa yang ada di sana mewarnai suasana kantin..dari tempatnya,sehun dapat melihat seulgi yang juga ada di sana bersama joy sahabatnya. Sehun menarik sudut bibirnya tersenyum tipis saat menatap yeoja nya,namun tak berapa lama ia langsung menolehkan wajahnya ke arah lain saat pandangannya dan seulgi bertemu.
" apa tadi ia memandang ku,aishh...jinjja Apa yang kau pikirkan seulgi mana mungkin dia menatap mu itu hanya khayalan mu saja " ujar seulgi menyadarkan dirinya sendiri. Sementara sehun ia segera mengambil tempat untuk mengantri di antrian yang cukup panjang. Setelah menunggu lama kini tiba giliran sehun untuk mendapatkan tray makannya. Sehun tersenyum lalu keluar dari antrian. Namun senyum sehun memudar seketika saat ia mendapatkan kim jongin beserta komplotannya berdiri tepat di hadapan sehun.dari tempatnya seulgi juga melihat kedatangan jongin di hadapan sehun.
" Wahh...Wahh..kelihatannya makanan ini sangat lezat,bukan begitu tae min. Ujar jongin lalu merampas tray makanan yang ada di tangan sehun....dan sehun ia hanya bisa pasrah saat sehun merampas tray makanannya.
"Aishhh....jinjja Apa lagi sekarang...." Pikir seulgi geram.
"Apa kau ingin merasakan makanan ini taeyong..." Ujar jongin sambil mengarahkan sesendok makanan penuh kearah mulut taeyong. Namun tiba-tiba saja seringai iblis jongin muncul dan dengan cepat memutar arah sendok itu dan dengan kasar menyuapkan makanan itu ke mulut sehun. Sehun yang terkejut dengan sigap membuka mulutnya... hahahah....lihat lihat wajah si nerd uwhhh... di terlihat menjadi sangat tampan bukan. Ejek taeyong yang di sambut dengan gelak tawa oleh se isi kantin.
Seulgi merasa jengkel kemudian berdiri ingin menyelamatkan si nerd sehun lagi,namun tiba-tiba iya membatalkan niatnya dan kembali duduk di kursinya. Iya mencoba untuk bersabar akan apa yang mungkin terjadi nanti..joy yang melihat itu hanya cuek cuek saja sama sekali tida perduli dengan tingkah aneh seulgi yeoja itu hanya fokus pada makannya.itu lah mengapa terkadang seulgi mengatai iya sebagai baby pig.
Kemudian jongin kembali menyuapi mulut sehun lagi dan lagi dengan makan,hingga mulut sehun tida dapat lagi menampung semua makanan itu. Makanan itu tumpah dan mengotori daerah hidung sampai dengan dagu sehun. Mereka lagi-lagi kembali mentertawakan sehun mereka bertingkah bahwa seolah olah apa yang mereka lakukan itu adalah sebuah lelucon....
Sehun hanya dapat menunduk pasrah,namun kini hatinya mulai menyumpah serapahi jongin cs. Tapi ia tetap berusaha sabar dan bersikap tenang...
Dari kejauhan terlihat dua orang yang menatap sehun dengan ekspresi yang berbeda... jongin masih terlihat belum puas dengan perbuatannya dan dengan tanpa perasaan jongin menuangkan makanan yang masih tersisa di dalam tray itu ke atas kepala sehun..dan iya ter senyum lebar sangat karna merasa sangat puas. Iya dan teman-temannya tertawa terbahak layaknya penjahat kemudian dengan santai pergi meninggalkan sehun yang tampak kacau.
sedih melihat keadaan sehun seulgi dengan cepat berlari setelah jongin meninggalkan sehun.
Sehun masih terdiam di tempat iya berdiri tadi layaknya patung menatap lurus kebawah. Tapi tiba-tiba pandangannya terhalang oleh tangan seseorang yang begitu lentik dan mulus terulur di hadapannya dan tangan itu menyodorkan sapu tangan kearahnya.
°
°
°
°
°
°
°
"Apa kau baik-baik saja sehun"
Tbc.
Ahaha i'm back again..Hehhe maafkan author yang sangat lama update ini chingu author sedang banyak pekerjaan maklum dekat lebaran Hehhe
Demi menebus kesalahan author, makan author akan update chapter 3 besok..
Happy reading chingu jangan lupa vote and comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
No Different For Love
RomansaDua orang yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda harus rela hidup satu atap karna pernikahan atas keinginan kedua orang tua mereka.... Tak hanya itu,masalah baru pun kini menghampiri mereka berdua. Orang tua mereka menginginkan sesuatu...
