Hotaru mengedipkan matanya pedih. Kepalanya menjadi pening setelah belajar seharian. Apalagi setelah kejadian dia lempar ke kolam oleh Karma.
Hotaru membuka buku catatannya. Tulisan rapi Asano membuatnya rajin belajar. Selain rapi, catatan itu terlihat lengkap dan sangat membantunya.
Untuk menghilangkan rasa bosan, Hotaru menyalakan komputer lalu memainkan game yang sudah lama ia tinggalkan. Membiarkan bukunya terbuka begitu saja.
Matanya terlihat fokus menatap karakter yang sedang di mainkan. Tangan kanannya memegang mouse, sedangkan tangan kirinya berada di atas keyboard.
Sosok monster di dalam game itu terlihat terpojok. Berkali-kali Hotaru melakukan serangan dan akhirnya sosok monster yang di anggap Bos di lantai itu kalah.
Senyum terukir dibibir Hotaru. Tidak sia sia dia bermain, otaknya sedikit lebih segar.
"Seandainya otakmu digunakan untuk pelajaran saja, aku yakin kau bisa mengalahkan peringkat ku, Hotaru"
Sudah sejak lama Karma berdiri di sana. Dibelakang Hotaru, menatap wanita itu bermain game dengan profesionalnya. Masih dengan seragam sekolahnya
"Sejak kapan kau disitu? Dan juga, lihat lah dirimu, kau bahkan suka berkelahi"
"Hee~ setidaknya aku bisa menggunakan otakku untuk pelajaran"
Hotaru berdecak kesal. Mood bermainnya hilang sudah. Biasanya Karma hanya mengoceh karena tidak di ikut sertakan. Tapi ini ...
"Terserah apa katamu, apa yang kau lakukan di rumah ku?" Tanya nya ketus
"Memangnya tidak boleh, ibu dan ayahmu selalu bilang 'anggap saja rumah sendiri, Karma-kun', jadi ini juga rumah ku"
"Terserah apa katamu, aku sedang malas berdebat"
Tak ada pilihan, Hotaru mematikan komputernya, lalu mengambil komik di rak buku dan membacanya di atas tempat tidur.
Merasa di acuhkan, Karma mengambil buku di atas meja. Dahinya mengernyit bingung, melihat catatan yang lengkap, dan juga tulisannya yang rapi.
"Sejak kapan kau rajin mencatat?" Tanya Karma
"itu bukan catatan ku, itu catatan Asano. Dia mengajari ku" jawabnya, tanpa mengalihkan perhatian dari komik yang dibaca.
"Asano?"
"Emm, aku juga bingung kenapa akhir-akhir ini dia terlihat baik padaku. Dia yang selalu mengajari ku. Ku pikir Asano sangat menyebalkan, ternyata dia punya sisi baik juga. Ahh, dan apa kau tau, aku sudah bisa mengerjakan soal yang kau berikan sendiri. Itu berkat Asano yang mengajariku. Ku rasa aku bisa mengalahkan mu di ujian semester depan"
Entah mengapa, melihat Hotaru yang sangat antusias menceritakan tentang Asano membuatnya marah. Bahkan lebih marah ketika dia melihat Hotaru bersama RyuujiTerlihat sekali jika Hotaru senang membicarakan Asano. Dari binar matanya, dan juga dia mengalihakan perhatiannya dari komik ditangannya.
Hotaru mengernyit bingung. Melihat Karma yang masih terdiam berdiri memunggunginya. "Karma-kun?"
"Naa~ Hotaru" suaranya terdengar datar dan dingin. Membuat Hotaru sedikit merinding. Oke, mungkin bukan sedikit lagi, tapi memang merinding.
Lama Hotaru menunggu Karma berbicara. Hingga pria berambut merah itu membalik tubuhnya. Memperlihatkan wajahnya dengan tatapan tajamnya yang membuat nyali Hotaru menciut.
"jika memang kau belajar dari Asano, aku akan menjadikan mu rival-ku"
Ucapan Karma benar-benar membuat Hotaru bingung. Belum sempat Hotaru bertanya, pintu kamarnya terbuka

KAMU SEDANG MEMBACA
Assassination Classroom : Story[HIATUS]
FanfictionAssassination Classroom Fanfiction