"Kim nara? Aduh tambah puyeng kepala ku ini.... siapa lu tu kim nara." Ucapku sambil mendorong koper biru ku ini. Bagaimana bisa aku tidak bingung, saat pelayan itu berbicara dengan ayahku, dia langsung membiarkan aku masuk. Dasar pelayan aneh....
And now.... mulut ku mulai terbuka lagi. "Benarkah ini kamarku?" Ucapku sambil melihat pintu dengan tulisan no.388 dan terdapat tulisan VIP dibawah nya. Dan dilantai ini juga hanya terdapat 2 kamar saja dengan keduanya merupakan kamar vip. Aku bisa jamin deh, ini sumpah, kalau ada andre disini pasti aku sudah loncat loncat seperti orang gila. Saat aku ingin masuk, pintu yang berada di samping kamar ku terbuka. Dan apa yang terjadi......
COGAN WOY COGAN!!!! "Njir... cogan ganteng banget...." batinku. Yap, seorang laki yang memiliki tinggi layaknya tiang listrik dengan rambut coklat yang menghiasi kepalanya...
"Kau nara? Nara... apakah itu kau!!!" Ucap pria itu setelah menoleh melihatku. "Aku bukan nara, nama ku gabriella putri, maaf mungkin kau salah orang. Kalau begitu aku masuk dulu" ucap ku yang langsung ingin masuk tapi kegiatan ku terhenti. "Nara, kau tak ingat aku, yeolli" Ucap nya lagi. Ini cogan ya, aduh bikin orang pusing aja. "Maaf, aku tak tau" ucap ku yang kemudian dijawabnya dengan senyuman lalu pergi begitu saja.
Oke aku gak peduli siapa dia, aku gak mau mikir lagi kenapa dia panggil aku Nara. Oke aku mikir, aku gak peduli." I DON'T CARE" teriakku. Oke fix aku gila sekarang. Memang cogan itu misterus......
************
"Ah, akhirnya...." aku baru saja membereskan kamar sekaligus rumah baruku ini. Bayangkan kamar yang luasnya mungkin hampir sebesar 5×4 meter ini ku bersihkan sendiri. Ya itu sih tak seberapa dengab hal hal yang biasa kulakukan dulu. "Udah malam ya, padahal kan belum makan, sial babget sih" gerutu ku sendiri. Ya aku belum makan dari tadi siang. Ya itu gak terlalu susah. Maklum, udah biasa.
Ting tong
" iya tunggu, siapa ya? " tanya ku saat mendengar bel pintu di pencet. Dan tepat saat aku buka pintunya, yeolli datang dengan sebuah bungkusan plastik. " ya ampun, ni cogan tau aja kalau aku belun makan"
" kau sudah makan" tanya nya. Aku tidak menjawab, ya gimana mu jawab orang perutku yang jawab duluan. " hahaha..... perutmu terlalu jujur gabriella." Ucapnya lagi. Ia pun segera masuk tanpa memikirkan sang pemilik rumah yang belum mengizinkannya. Dan tiba saat masuk kedapur, aku liat dia yang sedang menyiapkan makanan yang ia bawa. " ada apa, mengapa melihat ku seperti itu." Tanya yeolli. Aku yakin, yakin 100% kalau sekarang aku pasti salah tingkah " ayo makan lah"
Aku pun makan bersamanya, dan kegiatan yang kami lakukan hanya diam dan sibuk dengan pikiran kami masing masing. Suasana ini sangat hening sampai makan pun selesai.
***********
" kalau begitu pulang dulu, bye gabriella"
" yeol....." ucapku yang dibalas dengan ekspresi tanda tanya darinya. " hmmm..... kamu bisa panggil aku riell, dan makasih ya" ucap ku dalam satu tarikan nafas. Dia hanya menatap ku dengan ekspresi yang sama sekali tudak bisa ku baca. Dan sekarang dia berjalan ke arah ku
"Bogosipeo ( aku merindukan mu) " ucapnya yang memelukku kemudian ia lanjuti dengan senyuman dan pergi begitu saja.
"Sebanarnya nara tu sapa sih?" Batinku seranya memegang kedua pipi ku yang mulai memanas.
************
hati hati banyak typo bertebaran. And jangan lupa vote dan komen y
Geby
XOXO
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In Popularity
Ficțiune adolescențiAku ingin kisah hidup ku seperti secangkir teh hangat. Manis dan hangat. Tidak seperti kopi, walau pun hangat tapi pahit. Aku tak ingin itu. -riell- Dari pada aku melihatnya menangis, lebih baik ia melihat ku sakit saja -andre- ************* Annyeon...
