02.Go to SEOL

81 9 0
                                        

Penguburan telah dilakukan 5 jam yang lalu. 1 jam lagi aku akan berangkat ke seoul. Aku terus mencoba tersenyum, walaupun senyum tersebut di akhiri airmata
"Riell, aku sudah mengambil hak asuh mu, jadi tak perlu khawatir dengan biaya hidupmu dan kau hanya perlu belajar saja di sana" ucap dokter yang menangani ayah ku saat sakit. Aku memang sangat dekat dengannya. Mengingat ia yang mengurus seluruh biaya rumah sakit saat itu."terimakasih paman" ucapku yang mencoba tersenyum walau pun aku yakin terpampang jelas senyum ku itu memaksa. "Gabriella putri, hey sampai kapan kau seperti itu, wajahmu tidak cantik lagi, mirip badut yang di jalanan itu" ucap pak lukman itu "paman!!". Aku sangat kesal jika di panggil badut "oke, keep smile. Where's my Riell. Dan aku kan sudah mengambil hak asuh mu, setidaknya panggil aku ayah". Ini sangat tak enak. Ayah??? Sangka susah mengucapkan kata kata itu. Ya.... apa salah nya jika mencoba kan. "Mmm... baik.... a.... yah" ucapku yang terbata. "Tak apa cobalah dahulu, lama lama kau akan terbiasa". Ya..... aku sangat bersyukur masih ada orang yang peduli padaku. Aku hanya bisa tersenyum membalas kebaikannya. Tiba tiba ada seseorang datang dan meneriaki namaku "Riell". Aku benar benar mengenali suara barito ini. Aku tersenyum senang, ternyata ia masih mengingat ku. "Andre kau kenapa? Baru dikejar anjing ya?!" Ucapku sambil menahan tawa melihatnya yang habis di mandi kan keringat. "Tidak huft..... ma... afkan hosh..... Aku..... huft". Sekarang aku bisa mengatakan kalau aku sudah tak sanggup melihat wajahnya yang seperti orang kesurupan itu. "Hahaha.... Tak apa lupakan saja"
"Aku... hosh"
"Atur nafasku dahulu"
"Huft.... hosh. Oke Riell, aku.... Aku mencintaimu, maafkan aku, mungkin kata kata ku membuat mu terkejut" ucapnya dengAn satu tarikan nafas." Wow, urusan anak muda ya, ah aku sudah tua" ucap pak lukman. "Ayah!!!"
"Ayah??" Ucap andre yang merespon jawaban ku
"Nanti akan ku jelaskan" ucAp pak lukman
Keberangkatan jakarta-korea tinggal 15 menit lagi, harap seluruh penumpang segera naik
"Riell, jawablah waktumu tinggal sedikit". Aku masih terkejut dengan ucapannya. Ya, ini sangat tiba tiba. Setelah sudah lebih 2 tahun lamanya kami bersahabat, mungkin ini hal yang membuat ku terkejut. "Oke maafkan aku, andre. Aku juga mencintaimu, tapi sebagai sahabat, tak lebih. Dan mungkin kata kata cinta tak cocok dengan umur kita yang masih 18 tahun ini, suka, ya suka yang cocok. Maaf kan aku andre, kalau begitu aku pergi dulu. Dan ku harap persahabatan kita tak putus karena ini". Ucap ku yang segera berpamitan dengannya dan ayah angkat ku ini. Ingat kata pepatah disaat persahabatan kita diselingi dengan cinta, maka itu tak berarti sama sekali . Aku sangat ingin itu tak terjadi dan dari tadi aku sangat takut dengan jawaban ku tadi. Semoga saja kata kata itu tak benar. Saat aku ingin mengecek paspor ku, suara itu terdengar lagi "Riell !! Oke aku setuju, tak apa kau menolakku, tak apa kita tetap bersahabat, tapi maafkan aku. Aku akan tetap mencintaimu" teriaknya. Ayo kita taruhan, pasti sekarang orang orang menganggap ku dan dia sudah gila. Tak apa untuk hari ini. Dan aku sangat malu melihat pak lukman tersenyum manis ke arah ku. Aku pun mengacungkan jempol ku dan lanjuti denga lambaian. "Tidak! Sampai bertemu lagi, bukan selamat tinggal " teriaknya lagi yang mengerti kode . Aku pun segera masuk setelah menampilkan senyum ku. Ya sekarang aku sangat-sangat senang. Pah... Aku berjanji, aku tak akan menangis lagi.

Love In PopularityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang