06. Problem?

47 8 3
                                        

"yeolli is that you?" ucap ku. Ya ini merupakan hal yang biasa aku lakukan, mengingat mataku yang rabun, jadinya jika melihat orang dari jauh, aku harus bertanya dahulu. " hmm.. ya" ucap yeolli yang menatap ku bingung. Aneh. "kalau begitu aku pergi dulu" ucap youngdo dengan dingin. Dingin banget kata kata dia tau. Dia benar benar aneh. " kelas yuk" ucap yeolli dengan bahasanya " yuk, eh kelas mu emang di mana". "yah, berarti kamu tadi gak perhatiin kalau aku duduk tepat di belakang kamu." Ucapnya cemberut. Njir, dia salahin aku, orang salah sendiri, siapa suruh mau dikurumin cewek cewek gak jelas. Ni aku benar benar malas banget tau kalau dia kek gini. Malasnya pake banget. " yaudah, yuk, ke kelas" ucap ku.

************

Kalian tau gak apa yang aku dapat waktu sampai di kelas. Ni ya, kayaknya aku sial banget kalau dekat dengan yeolli, hari pertama masuk kelas aja aku udah dapat tatapan sinis dan cacian dari para fansnya yeolli. Tapi gak semua, ya walaupun begitu kan, jadinya malas. Tak lama kemudian youngdo masuk dengan tatapan dingin. Karna sudah melihat tatapan dinginnya, aku jadi mengurungkan niatku untuk menyapanya. Dan tak lama kemudian datang seorang wanita dengan teman temannya. "mana orang yang namanya, gabriella itu!" ucap gadis itu. "saya, emang ada apa ya?" ucap ku dingin dan yang pasti semua mata menatap ku. Dan gadis itu jadi diam dan hanya menatap ku. Aku pun bingung, mengapa mereka jadi menatap ku begitu. " Nara?". Kata kata yang keluar dari mulut hyuni membuat ku menjadi diam dan tak mengerti kenapa semua orang memanggil ku dengan nama Nara. "yang benar itu nara, dia masih hidup, gak mungkin lah" bisik gadis yang duduk tepat di depan ku. Semua orang melihat ku, kecuali youngdo. Dia sibuk dengan buku nya itu. Bahkan tidak menatap ku sedikit pun. "Na... Nara.... aku, aku minta maaf. Oke aku pergi dahulu." Ucap gadis itu yang kemudian pergi dengan teman temannya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, semua orang jadi diam dan berhenti mencaci ku. Pokoknya aku bingungnya berkali kali lipat ni. Gak peduli. Tak lama setelah itu masuk seorang dosen. "wow! Cogan.njir". hayo ini muka mu di taruh kemana lagi. Udah ngomong besar besar. Dan semua orang melihat ku bingung. Ya mungkin gak apa, orang mereka tidak tahu apa yang ku katakan juga. Tapi nampak banget kalau hyuni, sama youngdo sedang menahan tawanya. Youngdo terus melirikku dan menahan tawanya. " terimakasih" ucap dosen itu. Oke aku sudah memendam muka ku yang malu ini. "hahahahahh" oke aku tambah malu dengar suara tawa youngdo dan hyuni.duh ini mulut, gak bisa diam apa. Selalu keceplosan setiap liat cogan. Tai lah.

**********

Kelas ku pun sudah siap. Dan sudah aman tidak ada lagi tu dosen. Pokoknya, aku malu, malu banget. Dah itu, dosennya ngerti apa yang aku bilang. Anjir lah. Sekarang aku sedang bersiap siap buat pulang, dan, you know lah, yeolli datang dan nyamperin aku. Aku sama sekali gak ngerti ngapain dia kemari, malas banget kalau ada dia takut aku makin sial. "pilih, pulang sama aku atau pulang dengan aku" ucapnya kepada ku. Oke aku makin kesal dengan dia sekarang. Jelas kali kan kalau pilihan dia itu sama. "yeoll, aku...." "ingat ilihan Cuma dua" ucapnya memotong perkataan ku. "tapi yeol..." " ingat pilihan Cuma....". " udah cukup, aku capek, udah aku bilang kan aku mau pulang sendiri aja, kenapa keras kepala sih." Ucap ku berapi api. "kan aku Cuma menawar."

"itu bukan menawar tapi memaksa!" teriakku tepat di depannya. Dan sangat tampak wajahnya sangat kecewa. Aku pun meninggal kannya, tapi taklama setelah itu ia berbicara lagi "riell, kau benar benar kekanak kanakan." Ucapnya. Aku pun berhenti berjalan dan berbalik ke arahnya.

Plak

"terimakasih, atas apa yang anda katakan kepada saya" ucapku sangat formal kepadanya dan berlalu pergi begitu saja. Aku tau apa yang aku perbuat kepadanya itu sangat tidak baik, tapi apa aku salah, dia sangat keterlaluan. Dan di tengah jalan aku terus menangis tanpa sebab yang tepat.

***********


Love In PopularityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang