08. Baru dimulai

54 8 1
                                        


Author pov

"aku mencintainya, walaupun dia pergi jauh. Aku sayang dia walaupun dia tidak menyayangi ku. Aku mencintainya tapi dia hanya mencintaiku sebagai teman. Tapi, saat aku memberikan senyum ku yang benar benar tipis, dia tetap memberikan senyuman yang tulus kepada ku. Apa aku salah untuk mengharapkan dia? Banyak yang bilang sih itu salah, tapi aku yang menjalani hidupku, dan aku akan siap untuk menanggung semua rasa sakit yang akan datang" batin andre. Seperti hal yang biasa ia lewati, tapi sekrang tanpa riell. Dia sedang di sebuah kafe, tempat dimana hobi yang meraka miliki, dapat di salurkan. Ia mulai bersiap dengan gitar tua yang ada di pangkuannya sekarang. Semua mata tertuju padanya. Tanpa rasa gugup sedikit pun, ia mulai mengalunkan sebuah nada lagu. Tidak ada suara yang muncul dari bibirnya itu. Hanya sebuah alunan nada yang indah menari nari di telinga setiap pendengar. Garis lengkungan keatas yang sangat tipis pun berhasil menghiasi wajahnya yang polos itu. Banyak teman temannya yang hadir di kafe itu. Rencana mereka yang ingin menyaksikan permainan musik andre, menjadi hilang saat melihat andre yang semakin lama semakin pendiam. Bahkan mereka hanya dapat melihat ekspresi putus asa pada diri andre yang sekarang. Dia trus mengalunkan nada nada itu. Hingga akhirnya ia selesai menampilkan bakat nya. Riuh tepukan tangan terdengar, ia dan riell memang sudah sangat di kenal di kafe itu. Permainan alat musik yang di mainkan andre serta vokal yang indah oleh riell, membuat para pengunjung selalu menyukai bakat mereka. Tapi setelah andre ingin turun, seseorang berdiri dan bertanya kepada andre "mengapa kau tidak bernyanyi tadi?" sontak saja pertanyaan itu hanya di jawab dengan senyuman saja. Ia tak sanggup menjawab itu. "karna tidak ada riell, dan aku hanya ingin riell saja yang bernyannyi saat aku mengalunkan nada nada." Batin andre. " aku sedang batuk" ucap andre sangat berbohong. Seluruh teman temannya sangat tau apa yang dirasakan andre sekarang. Bernyanyi di kafe merupakan kerja sampingan andre dan riell. Walaupun riell sudah pergi, tetap andre berkerja disana. "kau tetap ingin menunggunya?" tanya seorang gadis yang merupakan temannya andre "Rin, sekuat tenaga pun kau memohon agar aku melupakannya, itu tak akan bisa" balas andre dingin yang kemudian meninggalkan gadis itu di tengah tengah riuh tepukan tangan.

Disisi lain, tepat di lorong koridor yang sepi, seorang gadis sedang berjalan dengan wajah yang terus ia tundukkan. Sejak tadi ia tidak ingin masuk kelas nya hari ini, denganrambut coklatnya yang biasa ia ikat dengan rapi menjadi tergerai berantakan. Banyak masalah yang sekarang ia hadapi. Hingga akhirnya ia sampai di ujung koridor kampus. Sebuah jendela yang cukup besar membuat setiap pengunjung yang berada di sana dapat menyaksikan pemandangan kota seol yang indah. Tapi bukan malah terhibur, di sana ia malah makin diam dengan tatapan kosong. Ya gadis itu riell, seorang wanita yang ingin hidupnya tenang. " popular, itu mungkin kata kata yang sangat disukai banyak orang. Kecuali aku. Sorot kamera wartawan, gosip hangat, hingga haters yang berkeliaran di dunia membuat ku sangat takut dengan satu kata itu. Aku mungkin orang yang aneh. Waktu ku hanya 1 seminggu untuk bersekolah disini sebelum aku benar benar ikut tes di agensi itu. Aku gak tau apa yang akan terjadi setelah seminggu itu. Kenapa masalah terus datang pada ku, bahkan aku saja tak pernah membuat masalah." Batin riell. "kau tau, sekarang lah kau baru hidup" ucap seorang pria, dengan memakai kacamata serta hodie yang menutupi kepalanya membuat ia tak dikenal sama sekali, terkecuali riell. Ia sangat mengenal suara berat itu hingga ia berbalik dan melihat pria itu yang berdiri tak jau dari dia. Tak ada secuil pun kalimat yang keluar dari bibir mungil riell, ia hanya memandang pria itu dengan tatapan dingin. Berbeda dengan pria itu yang terus menampilkan senyumannya. "seseorang akan hidup, bila ia di hadapi dengan sebuah masalah. Karna apa? Manusia pasti akan belajar dari masalah itu." Ucap pria itu lagi. "kau bahkan tak tau apa yang sedang aku rasakan sekarang, tapi kau menasehatiku seenak jidat mu itu!" ucap riell sedikit membentak pria itu. "aku tau, karna Nara, karna sebagian sifat nara ada padamu. Aku mengerti kau sangat jengkel bila di panggil nara. Tapi, kau memng sangat mirip dengan Nara. Dan, satu lagi yang perlu kau tahu. Aku yeolli, choi yeolli. Ingin meminta maaf atas kesalahan yang kubuat. Aku sangat ingin kau dapat memaafkan ku. Dan aku juga ingin kau dapat menjadi teman ku." Ucapnya yang dipenuhi senyuman di wajahnya. Riell yang tak menjawab pertanyaanya itu hanya pergi meninggalkan yeolli sendirian disana. Ia terus merutuki dirinya sendiri karna tak dapat memaafkan yeolli. Tapi, rutukannya berhenti saat melihat youngdo di depannya. Riell tak berani memandangi wajah dingin youngdo. Ia terus menunduk dan mencoba ingin melewati youngdo tpi tak bisa. Youngdo berhasil menggenggam tangan riell dan membawanya kembali tepat di hadapan yeolli. "kau tak dapat pergi sebelum kau memaafkan seseorang" ucap youngdo ketus. Yang kemudian pergi begitu saja. Dan teat tanpa aba aba, riell memeluk yeolli yang sama sekali tak bergerak dari tempatnya. "mianhe yeolli,mianhe... (maafkan aku yeolli, mafkan aku)" lirih riell. Suasana yang sunyi tadi, sekarang di penuhi dengan isakan tangis riell. Sedangkan youngdo, dia hanya memandang riell dan yeolli dari kejauhan, mungkin lebih tepatnya melamuni ssuatu. Namun,Lamunannya buyar saat melihat seorang wartawan yang sedang memandingi yeolli dan riell, buru buru ia berdiri tepat di hadapan wartawan itu. "maaf ada apa kalian kemari?" tanya youngdo kepada wanita itu "ah, saya dari wbn. Saya kemari karna mendengar bahwa di sekolah ini akan ada seseorang yang akan di debutkan." "bolehkah saya tahu, siapa nama anda" tanya youngdo lagi. "valenctia putri" ucap wanita itu yang hanya di jawab dengan tatapan mengejutkan dari youngdo. "maaf, sekali lagi apa betul kabar itu." Tapi bukannya menjawab pertanyaan, youngdo malah bertanya kembali kepada wanita itu "apakah, anda mengenal gabriella putri?". Dengan wajah yang tak kalah terkejut dari yougdo, wanita itupun menunjuk ke arah riell. "gabriella putri?" ucap wanita itu, dan di jawab dengan anggukan oleh youngdo. Entah apa yang dipikiran wanita itu, setelah di jawab dengan anggukan oleh youngdo, ia pun pergi meninggalkan youngdo dengan tatapan yang sangat terkejut.

**********

"aku sudah gila, aku sudah gila, ya aku sudah gila" hanya itu yang di ucapkan riell sejak ia pulang dari kampus, dan jun hanya menatap aneh sang kakak yang lebih muda darinya. "kau itu sebenarnya dari mana sih, dan sekarang kau berbicara dengan bahasa asing. Menyeramkan tau" ucap jun terang terangan. "kau, ingin ku hukum ya...." ucap riell seraya melotot. Ngeri baanget lah tatapan riell ke jun. Seperti macan yang ingin menerkam mangsanya. Sedangkan jun hanya bergidik ngeri melihat kakaknya ini. "apa yang harus ku lakukan sekrang. Aku sangat malu, njir, tai lah, apa yang harus hayati perbuat". Mulai lagi lah drama aneh riell. Dan jun hanya bisa melihat kakak satunya ini.

Ting Tong

Bel pun bunyi, riell pun berlari kedepan pintu, tapi dia berhenti "misalnya itu yeolli, bagaimana? Apa yang harus aku lakukan." Gumam riell pada dirinya sendiri. Dia pun mulai berlari kedalam lagi, jun yang melihat kakaknya itu tak membuka pintu, mulai bertanya "hey, kenapa balik lagi, buka pintunya sana" pinta jun, "enak saja kau menyuruhku membuka pintu, sana pergi buka" ucap riell yang langsung berlari ke kamarnya. Sedangkan jun yang mengambil jalur aman pun, pergi membuka pintu. "eh, kak? Ada apa ya" ucap jun "bukannya ini apartemennya riell ya, kenapa kamu ada disini" ucap youngdo bingung saat melihat jun. Sedangkan riell yang mendengar pembicaraan jun langsung keluar dan kali ini ia sangat yakin kalau itu bukan yeolli. "tuh kan benar bukan yeolli untung aja." Batin riell. "ada apa youngdo, kenapa kau kemari?" tanya riell bingung saat melihat youngdo "kau harus ke Lent sekarang juga." "bukannya minggu depan?" ucap riell seakan tak terima apa yang di katakan youngdo. "minggu depan itu kemungkinan kau akan debut, tapi tesnya hari ini." Ucap youngdo. Dan peristiwa tarik menarik pun terjadi antara youngdo dan riell. Ya, tanpa menunggu jawaban dari riell, youngdo sudah menariknya.

*************

Segini dulu ya, jangan lupa vote dan coment

���

Love In PopularityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang