Joo poV
Hariini rasanya lelah sekali
Pertama aku mendapatkan ocehan disekolah kalian pasti tau siapa yang melakukannya? Yap ana, dia memarahi ku, karena ia bilang aku dekat dengan jessi, berkali kali sudah ku bilang bahwa aku adalah sahabat kecil jessi namun ana tetap tak percaya pada apa yang aku katakan , dia menuduhku dengan berbagai macam hal
Kedua, kaki dan tanganku sedikit sakit saat mengikuti latihan basket, aku kurang melakukan pemanasan, dan saat berlatih basket aku selalu saja teringat kedekatan jessi dan rey membuat aku gak konsen untuk latihan
Ketiga MENGAPA jessi dan rey selalu berdua? Apa mereka mempunyai hubungan spesial? Atau apa? setahu ku jessi tak terlalu mudah dekat dengan seorang cowo, tapi ini? Apa yang ku lihat? Mereka sangat dekat, bahkan aku merasa, seperti aku tak pernah ada dalam hidupnya
Keempat aku merasa jessi menjauhi ku? Apa salah ku? Apa si rey melarang jessi dekat dekat dengan ku? Apa salah ku? Kenapa dia selalu terliht menghindar? Saat aku ingin menanyakannya pasti ada sesuatu hal yang mencegahnya, argh sial, baru saja ketemu
Saat disekolah, aku benar benar muak melihat semua kedekatan rey dan jessi, dan lama lama aku mulai bosan pada ana, apa aku harus memutuskan hubungan ku dengan ana? Dan mulai mendekati jessi lalu tak lama aku akan membuat hari spesial dengannya, dan mulai hidup bahagia selamanya seperti yang dulu pernah aku impikan bersamanya, apa tidak terlalu cepat?
••••••
Pagi ini sekitar pukul 06.30 aku melakukan rutinitas biasaku, pergi kerumah ana untuk mengajaknya pergi kesekolah bersama, dan memulai obrolan yang membosankan di sepanjang jalan, tapi hariini aku tak melakukan obrolan apapun di dalam mobil sampai ana memulainya
"Sudah makan?"
Aku hanya menganggukan kepalaku
"Padahal aku membawahakn roti isi daging asap, mau mencoba nya?"
"Tidak, aku tak lapar"
"Honey, cobalah sedikit haruskah aku menyuapi mu? Ayo buka mulutmu"
"Harus berapa kali aku bilang, aku gak lapar!"
"Aku cuma kasih perhatian ke kamu, tapi kamu malah marah marah gini!"
Ini benar benar awal yang sial ,argh.
"Siy!" Aku memanggilnya saat melihat jessi sedang menuruni tangga saat istirahat, tak biasanya dia sendirian, kemana gri?
"Um?" Jessi menengok , kami benar benar dekat saat itu, dia tepat di sampingku
"Mau kemana?"
"Kekantin"
"Dimana gri?"
"Dia menungguku di kantin, kenapa? Mau ikut ke kantin?" Tanyanya
"Hey" ana menyapa kami setelah keluar dari toilet, ya sejujurnya aku sedang menunggu ana diluar toilet, kami akan pergi ke kantin bersama, namun saat mataku melihat jessi, kau tau apa yang aku katakan diatas tadi
"Ana" senyum jessi pada ana, membuat pria mana saja pasti meleleh melihat senyumnya, termasuk aku
"Mau kemana jes?" Tanyanya
"Oh aku mau ke kantin, gri menunggu ku disana"
"Baiklah kalau begitu aku dan honey joo ku akan ke kantin, bersamamu bagaimana?"
Ah sial ana mengajak siy kekantin bersama
"Baiklah" jessi mengangguk pelan
"Gri!" Panggil ana
"Ah ana,joo,jessi ku sayang" ucap gri saat kami sampai di meja yang ditempati gri
"Mau pesan apa?" Tanya gri
"Bagaimana dengan kebab? Atau roti isi salad mayonaise?" Tanya ana
Semua mengangguk setuju memesan makanan tersebut, namun jessi hanya memesan satu youghurt dengan air putih,aku tak tau kenapa ia memilih makanan tersebut,mungkin ia sedang diet, padahal badannya sangat porposional hem. Saat semua makanan telah habis ana memulai percakapan, percakapan yang membuat hati siy teriris sepertinya terlihat dari raut wajahnya, sudah kubilang ini akan menjadi makan bersama yang buruk.
"Beberapa minggu lagi kita akan melakukan anivversari yang ke 1 tahun, yakan honey?"
"Iya"
"Waw gakerasa ya uda satu taun lagi aja" balas gri
"Wah selamat ya" ucap siy terlihat senyum diwajahnya, tapi aku tau pasti hatinya terasa teriris,itulah yang menyebabkan aku , akan segera memutuskam hubungan ku dengan ana
Jessi poV
Bel istirahat terdengar , semua murid sma candragaruda keluar dari kelasnya, dan aku bersama gri berjalan menuruni tangga, huh setelah sampai dikantin uangku tertinggal ditas , terpaksa aku harus kembali ke kelas, walaupun gri telah menawarkan akan meminjamkan uangnya , namun aku menolaknya, dan pergi menuju kelas
Saat aku akan berjalan menuruni tangga, seseorang memanggilku, oh joo
Segera aku mengehentikan langkahku dan menengok ke asal suara, tak berapa lama joo berada tepat di sampingku
Baiklah setelah aku berbicara dengan joo tak lama ana keluar dari toilet, dan mengajak kami makan bersama, terpaksa aku mengiyakan, terpaksa? Kalian pasti tau seberapa sakitnya melihat joo dan ana berduaan tepat di hadapan ku saat makan nanti, Argh itu terdengar gila, sampai ana memulai obrolan kembali
"Beberapa minggu lagi kita akan melakukan anniversari yang ke 1th yakan honey?"
"Iya"
Hatiku terasa sesak mendegarnya, sesak SANGAT SESAK, dengan terpaksa aku menyunggingkan senyum agar tak terlihat bahwa aku kecewa pada joo , dengan berat hati aku mengucapkan kata "selamat ya" hal paling menyesakkan dalam hidupku, sesak sekali, rasanya lebih baik aku mendengarkan ocehan reni si tukang bicara itu, daripada aku harus mendengarkan kalimat yang benar benar membuat hatiku rasanya ... Patah.
Rey poV
Yeah semalam aku mengajak jessi untuk pergi ke sekolah bersama ku, tapi dia menolak, selalu saja menolak, entahlah pagi ini rasanya aku agak sedikit malas pergi ke sekolah, malas untuk bertemu jessi saat sedang berdua dengan joo, harusnya joo sadar diri ia telah memiliki ana, tapi ia masih saja memberi perhatian lebih pada jesssi, yang membuat jessi sedikit tertekan akibat ia ingin di perhatikan joo tapi ana sahabatnya akan marah padanya, dia dihadapkan pada dua pilihan yang sulit , dasar joo brengsek.
Saat pelajaran pertama di mulai , bu defi menyuruh semuanya duduk berdua dan kau tau? Aku duduk bersama jessi, aku merasa hari ini tak begitu buruk
Sampai saat istirahat aku melihat joo dan jessi sedang berbicara berdua dekat tangga, itu membuat hatiku sesak , namun tak lama terlihat ana datang , aku tak begitu jelas mendengar percakapan mereka, tak lama mereka bertiga pergi dari sana, menuju kantin, baiklah aku akan mengikuti mereka, ini sedikit tak sopan tapi untuk sekali kali tak apa kan?
Aku duduk dimeja belakang jessi dan yang lainnya duduk, dengan posisi jessi membelakangi ku, dari awal hanya obrolan ringan yang mereka lakukan, saat mereka selesai makan, apa yang ku dengar? Ana menyampaikan bahwa ia dan joo akan merayakan anivversari , aku tau pasti batin jessi mengeluh sakit, hatinya patah , aku tau itu, jessi benar benar sangat sayang pada joo, tapi jika begini terus? Bagaimana nasib jessi ia akan sering terluka, saat jessi mengatakan "selamat ya" terdengar suaranya begitu lirih gemetar, tak lama dari situ jessi ijin ke toilet, lalu aku mengikutinya
•author•
"Jes" panggil rey
Namun jessi menghiraukannya ia mempercepat jalannya menuju toilet dekat taman, sampai ahirnya rey berhasil memengang tangan jessi, sontak jessi diam, lalu mereka saling berpandangan di taman belakang sekolah itu, yang bisa dibilang lumayan sepi , saat sedang istirahat apalagi pulang sekolah, selalu saja sepi, mungkin gara gara banyaknya gosip beredar bahwa dibelakang taman belakang sekolah ada tempat kejadian pembantaian, namun entahlah gosip itu masih tak ada kepastian , kaya author yang gapernah dapet kepastian ea ea ea bangcat ya authornya curhat mulu(:
"Jangan nangis" ucap rey menenangkan
Jessi hanya menundukan kepalanya sesekali ia terisak, yap jessi menangis mengeluarkan kristal beningnya hanya untuk hal yang tak perlu ia tangiskan
"Gua tau perasaan lu jes"
"Lu gak..hiks akan pernah tau perasaan aku" jawab jessi setengah terisak
"Joo bakal merayakan anniv itu bikin lu sakit? Iyakan?"
Jessi hanya terdiam menundukan kepalanya sesekali ia menghapus air mata yang membasahi pipi chubby nya
"Lu gausah nangis, gua akan selalu ada buat lu jes" ucap rey yang menenangkan sembari merangkul jessi, tak lama jessi terhanyut pada pelukan rey masih dengan isakan nya
"Ahirnya gua dapet foto mereka lagi kaya gini hahaha"
Kira kira siapa ye yang jepret?
A.aku
B.kamu
C.kita
Rey:jes ampe berapa lama kita pelukan gini?
Jessi:ampe chapt selanjutnya (:
Author: ngarep !
YOU ARE READING
Hope to return
RomanceJessi adriana rianti, aku mulai merasa nyaman didekatnya Aku benar benar tak ingin berpisah dengannya, harapan ku buyar saat aku benar benar harus menghadapi kenyataan bahwa aku harus berpisah dengannya. Aku merasa hidupku tak lagi sesempurna dulu,a...
