Insiden di aula wisma haji itu masih membekas diantara para petugas haji. Meski sudah didamaikan namun antara Kohar dan Faizal masih diselubungi akar konflik yang belum tuntas. Untuk menenangkan tim, mas Imam mengajak petugas MCH yang lagi off untuk jalan-jalan sambil liputan di luar. Kebetulan MHC mendapat jatah satu buah mobil Van yang dikemudikan Syaiful. Mereka lalu berangkat ke sebuah pusat perbelanjaan Al Manar di barat daya Jeddah. Konon tempat ini dikenal sebagai pusat belanja yang murah, sekelas tanah Abang di tanah air. Beberapa petugas MCH dari Mekah dan Madinah pun diajak keliling Jeddah.
Selain tim MCH Jeddah, cak Kandar turut menumpang mobil mereka. Cak Kandar adalah sosok yang paling sentimen pada Zul sejak di Jakarta. Namun di mobil dia tidak banyak bicara. Anak muda berharap cak Kandar yang usianya sudah kepala empat, bisa bersikap dewasa dan tidak mengungkit-ungkit hal-hal yang sudah lewat.
"Meski sudah didamaikan pak Daker, sebenarnya akar masalah ini belum tuntas. Yakni kecemburuan petugas haji khususnya tenaga medis dan temus kepada media center. Saya rasakan itu sering terjadi setiap musim haji," ujar Badrun duduk di depan samping sopir.
"Jadi ini kayak bom waktu, suatu waktu bisa meledak," celutuk Kohar.
"Persis dan peristiwa di Wisma Haji baru letupannya," tegas Badrun.
"Zul, kalau saya masih muda dan gagah seperti kamu, sudah kupukul mulut si Faisal," ucap cak Kandar.
Zul diam saja tidak menanggapi, tidak mau terpancing provokasinya.
"Kohar kan teman dekatmu, masak kau tega melihatnya dipukul mahasiswa Mesir. Ini tugasmu Zul, kamu harus balas kelakukan Faisal,"
Zul sempat terpancing, tapi ia segera mengerem emosinya dan tahu apa maksud cak Kandar yang ingin agar dia dikenai sanksi Kadaker dan atau bahkan hingga dipulangkan ke tanah air. Zul tidak tertarik menanggapi kata-kata cak Kandar.
"Itu urusan pribadiku dengan Faisal, Cak," ujar Kohar kesal.
Mobil mereka pun sudah memasuki komplek perbelanjaan al Manar. Di musim haji komplek ini ramai dikunjungi jamaah. Biasanya untuk mereka yang berkantong tebal lebih suka ke Balad. Namun bagi yang dananya terbatas, al Manar siap menyerapnya.
Tersedia segala macam barang. Badrun mencari sepasang jam tangan untuk dia dan istrinya. Sementara Kohar membeli sepasang emas, katanya nanti akan diberikan pada calon istrinya, meski saat ini belum ada. Zul mengikuti bang Badrun membeli arloji dengan angka Arab. Zul membeli sepasang seharga 150 riyal.
Karena kesibukan masing-masing mereka pun berpisah. Mereka janjian dengan teman-teman lain selepas magrib, berkumpul lagi di nasi kebuli Al Fahd, tidak jauh dari tempat parkir mobil. Ketika Adzan Magrib dikumandangkan, anak muda itu baru selesai membeli beberapa sajadah untuk oleh-oleh keluarganya di tanah air. Biasanya toko-toko di Saudi tutup saat Maghrib dan buka lagi ba'da Isya. Hanya rumah makan yang buka seusai sholat Magrib. Zul pun mencari masjid terdekat.
Usai sholat, Zul berjumpa dengan Badrun dan Kohar. Mereka menanyakan keberadaan cak Kandar, Soleman dan Syaiful. Lantas mereka mencari rekan yang lain. Mereka akhirnya menemukan Soleman dan Syaiful keluar dari toko bang Maman, seorang pedagang dari Sumedang.
"Kami sholat di toko bang Maman, kalau ke masjid tidak keburu. Nanti malah ditangkap Mutawin," ujar Syaiful.
"Siapa mau kawin?" tanya Kohar.
"Bukan mau kawin, tapi Mutawin, "jelas badrun.
Yang lain tertawa. Mendengar Kohar salah ucap.
" Mutawin itu polisi syariat tugasnya mengawasi pelaksanaan syareat Islam dan aturan moral, misalnya saat azan berkumandang tapi ada orang Islam yang tidak sholat dan mengawasi perilaku warga di ruang publik. Mereka berpatroli untuk melarang warga mengonsumsi alkohol, memutar musik, memastikan toko-toko tutup di waktu salat, mencegah para perempuan bepergian tidak didampingi mahramnya, dan mengawasi busana perempuan." jawab Syaiful.
Akhirnya semua paham sabil bilang hmmm. Lalu Badrun pun mengajak mereka makan di nasi kebuli, setelah itu baru mencari cak Kandar. Namun Zul tidak tega kalau ada teman yang belum ketemu sementara yang lain malah enak makan-makan.
"Udah biarin aja, cak Kandar memang suka menghilang nanti juga ke sini," ujar Kohar kesal.
Kohar heran buat apa anak muda itu mencari Cak Kandar, orang yang sinis pada Zul. Badrun membiarkan Zul mencari cak Kandar. Dia dan teman-teman menunggu di kedai nasi kebuli sampai kumandang adzan Isya. Zul menelusuri lorong-lorong toko yang padat. Bangunan di Jeddah nyaris sama bentuknya satu dengan yang lain. Tiba-tiba anak muda itu mendengar suara yang sudah ia kenal.
Ternyata, Cak Kandar berada di sebuah pos kecil dikelilingi orang-orang Arab bersurban. Wartawan berkepala botak itu sedang mendapat masalah. Dia berdoa setelah itu sujud dan berdoa lagi menengadahkan kedua tangan ke atas mengikuti ucapan pria berkumis tipis. Ketika Zul berdiri di depan pintu seorang berbaju gamis meminta cak Kandar membaca istigfar. Mereka adalah para Mutawin yang sedang menghukum cak Kandar. Seorang Mutawin dengan surban merah seperti pimpinannya. Zul lalu mendekatinya.
Dengan mengucap salam Zul memberanikan diri masuk ruangan. Zul tahu cak Kandar tidak bisa berbahasa Arab. Zul menanyakan apa yang terjadi. Mutawin bersurban merah itu seorang pemuda gagah dengan kumis tipis. Dia menjabat tangan Zul erat. Ia bercerita melihat Cak Kandar sedang berjalan-jalan ketika adzan dikumandangkan. Seorang muslim dilarang berkeliaran di Saudi saat waktu sholat tiba.
Petugas Mutawin memergokinya di jalan. Mereka pun membawa cak Kandar ke pos untuk dibina. Sayangnya mereka tidak bisa komunikasi sehingga pembinaan pada cak Kandar tidak berjalan lancar. Setelah mendapat penjelasan Mutawin, Zul mengerti. Anak muda itu pun meminta maaf atas kelakuan rekan kerjanya. Kemudian Mutawin mengijinkan mereka pulang. Di perjalanan cak Kandar berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Zul.
"Maaf ya Zul, selama ini saya berlaku jahat padamu,'
"Iya Cak nggak apa-apa," jawab Zul sambil mengajaknya ke warung nasi Kebuli.
-0-
p@EuW
KAMU SEDANG MEMBACA
Senandung Bukit Cinta
RomanceSINOPSIS Senandung Bukit Cinta adalah sebuah kisah roman yang berawal dari mimpi. Ketika seorang anak muda bermimpi bertemu dengan pujaan hatinya di sebuah Bukit di dataran yang luas. Anak muda itu meyakini mimpinya akan menjadi kenyataan dan beru...
