Chapter 2 : I'm Losing You

3.7K 411 275
                                        

"Jangan! Jangan lakukan itu! kumohon jangan!" pinta Irene dalam tangisnya.

SRET!

Baekhyun merobek dress mini berwarna putih yang dikenakan gadis itu hingga pahanya yang sedikit lebih mulus dari anggota tubuhnya yang lain itu terpampang begitu jelas.

"OH SEHUN! TOLONG AKU!"

.

.

.

Lelaki berkulit putih pucat itu tersentak dari tidurnya. Kekasihnya yang menangis dan berteriak meminta tolong dari jeratan penculik membuat mimpi indahnya bersama kekasihnya seketika berubah menjadi mimpi buruk. Oh Sehun, lelaki itu bangkit dari posisinya yang tertidur di meja kerjanya. Wajah lelah dengan lingkaran hitam yang terlihat jelas di sekitar matanya memperlihatkan betapa frustasinya ia dalam mencari keterangan tentang keberadaan kekasihnya, Irene, yang telah menghilang sekitar seminggu yang lalu.

Sehun mengambil kalendar yang ada di mejanya, tanggal 19 Desember yang telah ia tandai sebagai hari pernikahannya bersama Irene, akankah menjadi kenyataan?

Sehun mengambil kalendar yang ada di mejanya, tanggal 19 Desember yang telah ia tandai sebagai hari pernikahannya bersama Irene, akankah menjadi kenyataan?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dasar penculik keparat!" lelaki itu melempar kalendarnya dan mulai memijat kepalanya yang selalu terasa sakit saat mengingat kasus penculikan itu. tangannya terlihat mengepal kuat, sampai ia menemukan siapa penculik kekasihnya, ia pastikan siapapun  yang telah merusak kebahagiaannya itu akan menyesal seumur hidup.

Drrrt...drrrt...

"Yeoboseyo?"

"...."

"Mwo?!" mata lelaki itu membulat sempurna, saat seseorang di seberang line telepon sana berkata kalau tim penyelidiknya menemukanmanager Irene dan beberapa asistennya sudah menjadi mayat busuk di tempat yang berbeda.

"Kau harus pastikan tidak ada sekecil apapun bukti yang tertinggal! Bagaimanapun aku harus secepatnya menemukan Irene. Pernikahanku tidak boleh batal!"

.

.

.

Irene tergeletak tak berdaya di lantai dingin kamar mandi tak terpakai itu dengan tangan yang masih diborgol di antara tepian besi kamar mandi dan mata yang masih tertutupi lilitan kain. Selangkangannya berdarah, tubuhnya penuh luka lebam, dan bibirnya bengkak. Penculik biadab itu telah merebut kegadisannya yang seharusnya ia berikan pada Sehun di malam pertama setelah pernikahan mereka nanti. Hancurlah sudah harapannya selama ini.

BATHROOMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang