Bae Irene, model papan atas Korea Selatan, terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan seorang artis tampan, Oh Sehun karena dirinya diculik dan disekap di kamar mandi oleh penculik bernama Byun Baekhyun.
Akankah Oh Sehun dapat menemukan Irene d...
Kehadiran seorang malaikat kecil di tengah-tengah kisah dua insan itu nyatanya masih belum sanggup untuk menyatukan cinta mereka. Baekhyun yang setia mencintai Irene, dan Irene yang setia mencintai lelaki lain. Byun Yena, bayi kecil yang baru bergabung ke dalam dunia penuh kerumitan orang tuanya pun menjadi korban perebutan hak asuh.
Irene bersikeras untuk membawa pergi Yena dari sang ayah yang kapanpun bisa berubah menjadi seorang monster tak berperasaan. Wanita itu khawatir kalau Yena akan merasakan apa yang dialaminya selama ini jika bayi kecil itu tetap berada di sekitar Byun Baekhyun.
"Kau pikir manusia jahat sepertimu bisa menjadi seorang ayah yang baik?!"
"Kembalikan putriku!"
"Dia putriku! Jangan sekali-kali kau menyebut putriku ini sebagai putrimu! Dia tidak memiliki darah ayah seorang pembunuh!"
Seorang pembunuh!
Seorang pembunuh!
Seorang pembunuh!
"Kami tidak pernah mendidikmu untuk berubah menjadi seorang pembunuh, Byun Baekhyun!"
Lelaki itu langsung terperanjat saat itu juga dari posisinya semula yang tertidur di meja yang ada di ruangan pribadinya tatkala kedua orang tuanya kembali mengambil peranan dalam mimpi buruknya. Cahaya remang-remang merah menerangi ruangan itu yang penuh berisi foto-foto Bae Irene, model cantik kenamaan Korea yang telah berada dalam genggamannya selama satu tahun terakhir.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagaimanapun, mimpi buruk itu terasa begitu nyata. Irene memaki-maki dirinya sebagai seorang pembunuh, begitu juga kedua orang tuanya yang seakan tak mau kalah memojokannya.
"Aku... bukan seorang pembunuh!"
Di kamar Yena, Irene terlihat tengah memberi pukpukan hangat pada Yena agar bayi kecil itu terlelap dengan tenang di tempat tidurnya. Suasana tenang di malam itu tiba-tiba saja berubah menjadi tegang setelah Baekhyun melangkah masuk ke kamar Yena, menghampiri Irene dengan tatapan menyeramkannya yang sangat ditakuti wanita itu.
Baekhyun terus mendekati Irene, sementara Irene terus melakukan hal sebaliknya, melangkah mundur menjauh dari lelaki yang seolah ingin memakannya hidup-hidup.
Grep!
Irene meringis, tak kuasa menahan sakit saat tangan kirinya dicengkram kuat oleh lelaki itu. Tatapan mata Baekhyun tak pernah lepas menatapnya tajam.
"AKU BUKAN SEORANG PEMBUNUH!"
"Ah! Ah! Lepaskan! Lepaskan! Kumohon lepaskan tanganku!" pinta Irene, namun Baekhyun sama sekali tak mempedulikan rintihan kesakitannya dan terus menariknya keluar dari kamar Yena secara kasar.
BRUK!
Wanita itu jatuh tersungkur di lantai dingin kamar mandi tempat Baekhyun mengurungnya selama ini. Baekhyun mendorong tubuhnya hingga jatuh tersungkur seperti itu tanpa raut bersalah di wajahnya. Irene benar-benar tak mengerti pada sikap lelaki itu yang selalu berubah-ubah dan memperlakukannya sekasar ini tanpa memberitahu apa yang salah dari dirinya.