PART 4 : Stranger

1K 65 7
                                        

ALOha semuanya.. (^o^)9

Maaf ya semuanya, Nugo baru nongol lagi setelah sibuk sama tugas kuliah yang menumpuk. Makasih buat yang udah komen dan votenya ya.

Keep reading dengan ff super gaje ini ya.. Gracias for you all my lovely readers..

HAPPY READING

Megan mengerutkan kening. Kakaknya ini memang tampan sih tapi terkadang bodoh dan konyol sampai-sampai membuatnya kesal.

"Menutup dengan benda ini. Kau pikir seketika beres?" tanya Megan yang menggeleng pelan tidak percaya pada sang kakak. Swan hanya bisa merunduk malu ketika mendapat tatapan tajam dari nona mudanya tersebut (Walaupun faktanya umur Megan 1000 tahun lebih tua darinya)

"Lalu?" tanya Lucas yang mendudukan dirinya pada sofa

"Ini tahun 2016 dan kau masih pakai cara murahan seperti ini? hahaha payah.."

Lucas menarik nafas panjang. Adiknya ini memang pandai bicara. Pandai mencari kesalahan orang. Pandai menyindir orang.

"Jadi siapa yang mengetahui hal ini? "

"Dia murid ku.." jawab Lucas singkat.

Megan mengaguk pelan. Kaki nya mulai melangkah mendekati sang kakak. Tangannya terlipat rapih dengan angkuhnya, membuat sang kakak berdecak tidak percaya dengan tingkah adiknya tersebut. Sudah pasti budaya Amerika sangat melekat padanya sekarang.

"Bagaimana itu bisa terjadi padamu?" tanya Megan penuh penasaran.

PLETAAAAK!!

Lucas menjitak keras kepala Megan dan berhasil membuatnya meringis kesakitan.

"KAU PIKIR AKU MAU HAL ITU TERJADI. KAU MEMBUANG BANYAK WAKTU KU. AKU HARUS MENGAJAR SEKARANG!"

bentak Lucas yang menggebu-gebu karena terlalu lama menahan emosi. Lantas ia pun bangkit berdiri dan bersiap untuk pergi meninggalkan ruang tamu.

"HEY!!

AKU TANYA BAIK-BAIK. TIDAK USAH PAKAI EMOSI. KAU ITU POLOS APA BAGAIMANA SIH ? HANYA ORANG BODOH YANG PERCAYA BAHWA LUKA ITU ADA DI BALIK PLESTER KONYOL MU?"

Seketika Lucas menghentikan langkahnya. Matanya bergerak ke arah sang adik yang kini berjalan cepat kearahnya dan tiba-tiba.

PLETAAAK!!

"Rasakan pukulan koran tercinta dari ku. Sesekali kau harus mendapatkannya agar otak mu tidak beku, sebeku hati mu. Dengarkan baik-baik. Aku adalah Megan Alexander. Dan aku tahu kau butuh bantuan ku sekarang" Megan menarik paksa lengan Lucas. Membuat Lucas pun menyerah dengan tingkah adiknya ini. Mungkin tak ada salahnya sekali saja Lucas mendengar saran Megan.

AUTHOR POV's

"Oh oke, i'll be there tonight at 8 pm o'clock, see you.." tutup Rainhard yang langsung memasukan kembali smartphone ke dalam sakunya. Tangannya mulai meraih gelas berisi wine yang sudah dipesannya beberapa menit lalu. Dengan sekali teguk ia pun menelan habis isi gelas tersebut.

Suara ketukan pintu mulai terdengar di ujung sana. Dengan malas Rain pun mengijinkan tamu tersebut untuk masuk ke ruang kerjanya.

"Rain tebak apa yang ku bawa..!" tutur Steve yang semangat sambil membawa dua berkas map coklat kearah pria tampan tersebut.

Rain mengernyitkan dahi. Ia merasa aneh dan penasaran dengan tingkah sahabat sekaligus asistennya tersebut. Kalau sudah begini pasti hal baik mengitarinya.

"Kita berhasil mendapatkan kontrak dengan Narima Group..!!" teriaknya tak kalah semangat yang berhasil membuat Rain terlonjak senang karena terkejut dengan info tersebut.

GreensleevesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang