Meet me on the Battlefield

41 3 0
                                        

Lucas Alexander..

bibirnya masih mencecap gelas berisi cairan merah yang mulai mengental itu. Ini sudah seperti yang seharusnya tapi tetap saja tidak menggantikan kehausannya selama ini.

"My Lord? apa kita perlu menyusul kesana.." tanya sang buttler yang setia.

"Tidak perlu, kita lihat saja. Aku ingin tahu eksistensi mereka sebagai pemegang rantai makanan tertinggi " sahut Lucas dingin.

Kemudian iris matanya perlahan mulai berubah menjadi merah. Kalau sudah begini, Lucas akan menjadi lebih sensitif dan cenderung agresif. Kemampuannya akan meningkat berkali-kali lipat dari biasanya.

Mengetahui hal itu, sang buttler hanya mendesah pasrah.

"Cepat, ganti baju mu. Darah bajingan itu melekat di lengan kiri mu!" perintah lucas pada sang buttler yang langsung di patuhi. Lantas Buttler itupun pamit meninggalkan tuannya.

==============================================================================

"Kita di bandara?!" Kejut Rose yang baru saja terbangun dari tidurnya.

"Yuph! aku sudah mendapatkan passportnya, kita ke Taiwan dan akan memulai hidup baru disana "

Rose pun segera bangkit dan keluar dari mobil.

"Ini seperti mimpi.." cicit Rose pelan

"Ayo kita buat mimpi itu menjadi nyata" 

Rose hanya diam menurut, hatinya bercampur antara senang namun khawatir. Ia memang sepatutnya senang sekarang, terlebih ia bersama dengan pria yang lama ia kagumi. Tapi hatinya terus merasakan tidak nyaman seolah ada sesuatu yang ganjil.

samar samar Rose mendengar percakapan yang aneh dari seorang petugas keamanan yang berdiri tepat 1 meter dibelakangnya.

"Cek satu satu, Disini? blonde coklat kau melihatnya? ke rute pemberangkatan? oke aku melihatnya "

Rose mulai menggenggam erat lengan Ron.

seolah paham Ron memakaikan topinya kepada Rose.

"Pegang tanganku yang erat, ini akan menjadi hari yang panjang"

"Ron.. aku takut" bisik Rose yang mulai menangis karena cemas.

"Kita akan selalu bersama, aku janji" 

mereka pun berjalan dengan santai masuk ke dalam kerumunan para wisatawan yang padat.

Nampak seorang kakek berbaju merah sedang menatap Ron kesal lantaran  menyenggol bahunya. Merasa tak enak Rose pun berbisik maaf kepada kakek tersebut.

"Anak muda kalian ketinggalan rombongan ya?" tanya kakek itu.

"Iyah kami harus cepat keluar dari pintu gate ini kek"

"Kek.. boleh aku beli jaket dan topi  itu" Tutur Ron yang kembali mendapat tatapan sinis dari sang kakek.

"Hah, dasar anak jaman sekarang tidak punya sopan santun" 

"10 juta? " tawar Ron cepat

"Sinting ya? "

"20 juta,, iya atau tidak? " tegas Ron yang berhasil membuat kakek itu terkejut.

"Jaga baik baik kau tahu.. Itu pemberian istri ku!" tutur kakek itu yang tersenyum puas setelah menerima segepok uang.

Ros dan Ron lantas berlari cepat menembus kerumunan manusia. Mereka bahkan sudah tak ingat dengan koper yang merah yang rencananya akan mereka bawa untuk melarikan diri.

GreensleevesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang