"Luna?"
"Di?"
"Aku mau balikin ini." Kata laki-laki itu sambil memberikan sebuah kotak yang sangat amat Luna kenali.
"Tapi, kenapa?"
Wajahnya berubah menjadi masam, dan pada detik itu juga Luna tau, ada satu hal yang ingin laki-laki itu kembalikan lagi, bukan hanya sebuah kotak berwarna merah maroon yang kini tengah berada di tangannya. Laki-laki itu ingin mengembalikan sesuatu yang awalnya Luna pikir tidak akan dilepas begitu saja, sesuatu yang Luna pikir tumbuh subur diantara mereka berdua. Sesuatu yang Luna percayakan untuk digenggam oleh laki-laki itu.
Laki-laki itu ingin mengembalikan perasaannya.
Laki-laki itu ingin menyerah pada mereka.
Laki-laki itu ingin pergi.
"Tapi Di, tolong, jika ingin pergi, bawa turut serta rasa ini seiring dengan hilangnya kamu, karena aku ga sanggup kalau harus menampung semuanya seorang diri."
Namun ia tetap pergi, tanpa menengok, tanpa bersalah, pergi meninggalkan segalanya termasuk kenangan yang entah harus dibuang kemana, yang entah harus mulai dihapus darimana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ephemeral.
Teen Fictione·phem·er·al /əˈfem(ə)rəl/ adjective 1. lasting for a very short time.