Arini adalah sahabatku sejak di Perguruan Tinggi. Dia sudah dua tahun ini berpacaran dengan Arka. Arka adalah kakak tingkatku di Jurusan yang sama. Aku sebenarnya tidak terlalu menyukainya. karena pernah satu waktu aku bertemu dengannya sedang kencan (mungkin) dengan seorang gadis yang masih adik tingkatku di Perguruan Tinggi. "Hey, Arini. aku beneran liat Arka dengan gadis itu. aku pernah melihat gadis itu di kampus kita!"ucapku kesal. Arini gak pernah percaya sebelum dia melihat sendiri. "Sudahlah, ini bukan urusanmu! aku belum melihat Arka begitu. jadi, please!"jawabnya tetap dengan pendiriannya. aku menyerah , aku sudah mengatakannya, ya sudahlah seperti tanah yang sedang digemburkan oleh mesin traktor Arini benar-benar sedang disuburkan oleh Arka. diajak melayang dengan kata-kata manis ala Sastrawan.
Kami, aku , arini dan lukas pergi makan bersama. Walaupun aku sedang agak kesal dengan Arini. Tapi, Lukas selalu mengingatkan. "Okey, girl. Kalian pesen apa ?"tanya Lukas. "Aku pesan ramen aja."jawabku singkat. "Aku jus alpukat dan ramen." timpal Arini. "Eh, Lu aku greentea yah "tambahku. Lukas berlalu.
***
Lukas dan aku pulang bareng setelah mengantar Arini ke apartemenya. "Lu, kenapa Arini gak percaya sih kalau Arka itu pernah kencan sama orang lain ?"tanyaku pada Lukas sebelum beranjak keluar dari mobil. "Gimana kalau kita pastiin itu benar atau enggak? bukan aku gak percaya juga sama kamu, tapi kita perlu bukti biar Arini percaya."jawab Lukas tenang. menatapku seperti itu, aku merasa salah tingkah. "Euh, i iya kamu benar. oke, aku masuk ke rumah sekarang. makasih udah antar aku. byeee !" ucapku sambil membuka pintu mobil. namun, tanganku tertarik lagi ke dalam. "tunggu, kamu tau aku menyayangi kamu?"tanya Lukas berusaha menatapku kembali. aku tertunduk. "kamu, selalu pura-pura menghindariku saat aku menatap kamu, kenapa ? kamu tahukan ?"sergah Lukas tak sabar. "Cukup. kita teman, kita sahabat. aku sayang sama kamu. cukup kita sahabat."ucapku masih tertunduk dan pergi keluar. "Buggggg" pintu mobil tertutup. Mobil Lukas melaju dengan kencangnya.
aku bimbang, saat Lukas menatapku seperti itu. aku tahu, itu bukan hari ini dia menatapku penuh arti begitu. tapi, beberapa kali saat kita bersama. aku tak bisa membalas perasaannya. aku menyukainya, tapi hanya sebatas teman dan aku benar-benar nyaman.
***
"Kita selidiki sekarang!"ucap Lukas berbisik. "Oke, kita mulai mencari tahu kelas gadis itu."jawabku. kami melangkah menuju koridor kelas tingkat semester pertama. "Lu, berhenti. tuh dia itu , itu gadis yang aku lihat sama ka Arka."tunjukku pada Lukas. "Oh, oke aku akan coba nanya-nanya. kamu tunggu di sini."perintah Lukas. aku pura-pura duduk dengan ponsel ditangan. dari kejauhan aku lihat Lukas masuk ke kelas tersebut. Lukas memberitahuku untuk temui dia di parkiran kampus saja.
"Gimana? siapa namanya?"kataku langsung dengan tak sabar. "namanya Jessy. Dia ikut UKM yang di ketuai oleh Arka. Pantas saja dia bisa akrab dengan Arka."jawab Lukas menebak. "Bukan. karena mereka satu UKM dan akrab. mungkin Arka sedang Pedekate. bisa saja kan?"balasku masih mencurigai. "Ry, sepertinya mereka sedang ada urusan terkait UKM saat kamu melihat mereka. mungkin saja teman-temannya belum datang."ucap Lukas mengira-ngira. "engga. aku gak percaya. cari tahu nomor dia dari temannya."balasku bersikukuh. "Oke, aku akan cari nomornya. itu masalah gampang."jawab Lukas senyum dan mengusap kepalaku. ahhhh, aku rasa Lukas sayang banget sama aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
KONFLIK
Romancesetelah melewati banyak kisah, kenapa Kim harus kembali dari masa lalu? apa yg harus dilakukan Ryu terhadap Cinta pertama itu.
