Hatiku benar-benar hancur , Arka berusaha menghubungiku tapi apa yang harus aku katakan. Aku, mencoba mengangkat teleponnya. "Kita harus bertemu."ucap Arka di telepon. "Iya, datanglah."kataku menutup telepon kemudian.
Tiga puluh menit kemudian Arka sudah di depan pintu apartemenku. Aku mempersilahkan dia masuk. Aku menunduk seakan tak ingin melihatnya . "kenapa?" katanya. "Siapa?" tanyaku balik. "Kamu."jawabnya pendek. "Aku harap kamu jujur akan sesuatu."ucapku akhirnya. Aku tetap bertahan menahan air mata. "Jujur apa?"tanyanya. "Kita sudah putus. Aku yang memutuskan.kamu tak perlu tanya alasan.karena kamu tahu alasannya."kataku. "Pikirkan selama ini aku selalu percaya, sabar, sabar , sabar !" aku berteriak. Aku mengangkat mukaku memandang matanya dengan tajam. Arka diam. Dia menulis di buku catatanku. "Bicaralah! Bukan menulis! Aku gak butuh ! Aku gak butuh rayuan kamu! Aku gak butuh!" Aku teriak lagi. Dia tetap menulis. "Aku ingin kita udahan. Bukan berarti aku mengalah. Tapi aku cukup sabar selama ini ucapku lagi. " aku gak mau."katanya sambil memegang tanganku. "Aku mohon, Arini. Aku mohon!"lanjutnya lagi. "Cukup, aku mau kita putus. Kamu gak mau bukan urusanku!"teriakku lagi. Aku menangis tak kuat. "Aku pergi".ucapnya terakhir sambil beranjak. "Pergi , gak usah ketemu aku lagi !" ucapku lirih sambil terisak.
***
"Lukas, aku ngerasa bersalah. Apa aku benar ?"kataku. "Ry, semoga dia gak pernah tau ini misi kita" jawabnya cemas juga. "Lukas, aku ..."aku memeluk Lukas. Aku sedih. Aku takut. Tapi ini baik untuk Arini. Aku ingin dia bahagia.
Di kampus, Arini menutupi kesedihannya. Aku belum berani menanyakan apapun. "Baca ini!" kata Arini sambil menyodorkan buku catatannya. "Sepanjang aku bicara, dia hanya diam dan menulis."lanjutnya. Aku membaca apa yang ditulis. Kira-kira tulisannya berisi begini : aku ingin kamu. Ingin sejak kita bertemu. Kamu sang penyabar. Sang pengerti. Aku ingin kamu. Aku ingin kamu. Akan selalu aku rindukan. "Arini, dia pintar merayu. Aku mohon jangan pernah balik lagi ke dia"ucapku langsung. Aku gak mau dia harus sama Arka karena Arka akan begitu lagi. Aku yakin. "Aku akan mencoba" katanya.
~~~
Lukas, Arini dan aku pulang bareng seperti biasa kemudian nongkrong di tempat makan. Sambil ngobrol. "Aku harap skripsi cepat penelitian" kata Lukas. "Kamu belum acc bab 1&3?"tanyaku. "Ry, aku tuh dibalikin mulu ama pembimbing . sial!" balasnya. "Eh, gak boleh gitu emang kamunya yang males! "Kataku sambil ngacak -ngacak rambut Lukas. "Heh, kamu ama pacar jarak jauh gimana?" tanya Arini. "Eh, baik. Kita Vc (video call) trus kok. " jawabku. Eh iya beberapa hari ini aku jadi keingetan pacar. Arya belun menghubungiku. Kim dimana dia ? Ah , dia muncul lagi di pikiranku. Ketemu dong.
"Hey, bengong lu!"teriak lukas. "Uh, bikin kaget aja. Balik yuk?"ajakku. "Yuk, aku juga udah pengen tidur."kata Arini. "Jangan pada galau yah , Lukas di sini!" ucap Lukas sambil menepuk dadanya . "yeeee, entar traktir kita yang galau yah ! Ucapku dan Arini berbarengan.
KAMU SEDANG MEMBACA
KONFLIK
عاطفيةsetelah melewati banyak kisah, kenapa Kim harus kembali dari masa lalu? apa yg harus dilakukan Ryu terhadap Cinta pertama itu.
