KITA

12 0 0
                                        

Aku,  Arini sahabat Ryu.  Sejak kita bertemu di perguruan tinggi dan mengambil jurusan yang sama kami berdua bersahabat baik.  Sangat baik.  Aku menyukai anak itu,  Ryu.  Dia supel,  dan selalu merasa takut bahkan tak enak jika melakukan suatu kesalahan yang sepele.  Dia juga orang yang mudah kasihan pada orang lain.
Semenjak kami mengikuti sebuah UKM,  aku dan Ryu cukup mengenal kakak-kakak tingkat.  Darisana aku berkenalan dengan Arka.  Awalnya aku merahasiakan ini dari Ryu,  tapi tak ada salahnya,  aku cerita.
"Ry,  Kak Arka.  Eng,  dia...  "Dia apa? "Potong ryu tidak sabaran.  "Dia ingin aku jadi,  ja...di,  kekasihnya. "Ucapku terbata-bata.  "Ah,  oh my god! Demi tuhan? " balasnya tak percaya.  "Yap"jawabku singkat.  "Oh,  selamat arini sayang,  muahhh! " ucapnya kemudian sambil mendaratkan cium manis dpipi.
Aku tak tahu kenapa aku harus menerima Kak Arka begitu saja.  Ada sebuah karisma yang tidak bisa aku tolak.  Sampai bertahun-tahun pacaran aku belum menemukan jawaban.  Kenapa aku masih menerima laki-laki yang sudah terlihat tidak Setia lagi. 
Aku menangis,  hanya bisa menangis marah kemudian,  dia hanya bisa merayu,  membujuk dan membuat luluh hati lemahku. 
Aku berkali-kali bercerita pada Ryu.  Dan membuat berbagai pertanyaan muncul diotak Ryu.  " hey,  arini.  Sadar dong,  Arka udah bisa selingkuhin kamu.  Kamu diem aja.  Percaya gitu aja!  Dirayu terus kamu baikan.  Kamu diajak ke Puncak lalu didorong ke jurang.  Kamu masih percaya? "Bentaknya bertubi-tubi.  "Sudahlah,  Ry,  ini hati aku.  Yg hancur hati aku bukan hati kamu!  Aku yang jalanin,  ini urusanku! "Balasku sama kerasnya.  "Oh,  okey,  bukan urusanku!  Aku pergi! "Jawabnya sambil berlalu. 
Bodoh!  Kenapa aku masih percaya dengan Arka.  Aku tidak tahu apa yang membuatku menyayanginya.  Sampai sahabatku pergi karena kekeras kepalaan ku. 

ryu sudah cukup baik kembali.  Hubunganku dengan Arka seperti sedia kala.  "lukas! " panggil Ryu pada teman sekaligus mantannya waktu dia SMA.  "Hey,  girls!  Pulang yuk? "Ajak Lukas. "Yuk! " jawab kami berdua.  Lukas sahabat Ryu mulanya,  namun semenjak satu kampus walau beda jurusan,  dia sering menemui kami.  Ryu dan Lukas.  Mereka terlihat nyaman satu sama lain bahkan aku melihat Ryu lebih nyaman daripada dengan Arya.  Apalgi sekarang Arya dan Ryu sedang terhalang jarak antar Negara.  Arya,  dia bekerja di perusahaan Papanya di Dubai. Akhir-akhir ini kurasa Ryu sedang tidak baik.  Ryu lebih selalu bermanja dengan Lukas. 
"Heh,  kalian aku turun di apartemenku aja deh.  Gak ikut kalian makan! "Ucapku dari jok belakang.  "Enggak bisa,  kamu harus ikut.  Nanti kalah Arya telepon,  dia bisa curiga klau aku sma Lukas trus.  Dkira selingkuh lagi! "Tolak Ryu sedikit khwatir.  "Yah,  kita kan emang selingkuh bukan? "Goda Lukas sambil nyengir. "Ih,  kita mah just a friend tahu! "Teriak Ryu tak suka sambil mendorong bahu Lukas. "Eh,  Kas,  bener bgt tuh kalian mah emang selingkuh mesra gtu! "Timpalku menggoda.  "Ih,  arini! Teriak Ryu sambil memonyongkan bibir kecilnya.  "Oke oke deh kita Te-man.  Right? "Ucap Lukas mengalah.  Hahhhha,  tawa di dalam mobil menggelegar sampai sekitar mendengar. 
"Oh,  my God! "Teriak Ryu tiba-tiba melihat ke arah jendela.  "Ada apa!?tanyaku panik.  "KIM! "teriak Ryu lagi histeris.  "Kim? "Lukas bertanya tanya.  Ryu masih fokus melihat keluar jendela mobil.  "Kim,  ah,  aku gak berani! "Gumaman Ryu terdengar samar-samar.  "Ada apa?"tanyaku dan Lukas berbarengan.  "Ah,  tidak.  Aku hanya melihat seseorang yang dulu aku kenal.  Tp aku gak berani buat nyapa dia. "Jawab Ryu sambil nyengir kuda.  Aku dan Lukas bertatapan.  Dan sampailah kita di tempat makan. 

KONFLIK Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang