Author pov
Hari ini sara ingin merubah sedikit penampilannya dengan memotong sedikit rambut nya dia pergi ke salon langganan nya, sudah lama dia tidak memotong rambut nya kira kira setelah dia tahu kalau dirinya hamil sampai sekarang anak nya sudah besar, jangan kira sara tidak mengurus dirinya dengan membiarkan rambut nya panjang, hanya dia sedang malas, tapi sekarang dia bosan dengan penampilan nya yang menurut nya monoton dia pun pergi ke salon, biasanya dia kesalon hanya untuk mencuci rambut.
Sara pun tiba di salon, dan melihat pengunjung yang lumayan ramai hari ini. Ia pun masuk dan disambut heboh dengan sahabat nya yang bekerja di salon itu
" hey,, gino,," sapa sara kepada gino namun yang disapa seperti tidak suka, karna menurut nya itu bukan namanya
"Hey,, sara that's not my name,, jadi jangan panggil aku dengan nama itu lagi,," jawab nya dengan muka yang dibuat seperti sedang marah, tapi sara tau kalau sebenarnya teman nya ini tidak marah pada nya, malah sebalik nya sara menanggapi dengan tertawa renyah
" yes,, i know sherly, hanya saja aku sudah terbiasa i'm sorry, gak lagi lagi kok hehe,," jawab sara, sherly pun ikut tertawa bersama sara. Sara paham karna teman nya ini sudah menjadi seorang transgender
" so,,apa yang membuat mu datang kemari darl,,? Mau cuci rambut atau apa,,?"
" aku ingin mengubah sedikit gaya rambut ku mungkin di potong,,? Menurut mu bagaimana,,?
" hemm,,, menurut ku bagaimana kalau kita warnai saja rambut mu dengan warna dark coklat, dan kita potong sedikit lalu kita buat ikal sedikit rambut mu, bagaimana mau,,,?"
" terserah kamu aja yang penting cocok untuk ku"
" baik lah darl pasti cocok untuk mu,," jawab sherly dan dia pun memulai make over rambut sara, tidak butuh waktu lama baginya mengubah gaya rambut sahabat nya itu. Karna memang dia sudah ahli dalam hal ini, dan sudah lama bekerja di salon itu.
" sudah selesai sara, wow coba lihat dirimu you look so beautifull,," ucap sherly bangga dengan hasil karya nya, sara pun melihat wajah nya di cermin dan terkejut dengan perubahan rambut nya, dia sekarang terlihat lebih fresh
" iya sher, makasih ya kamu memang the best,," ucap sara juga memuji hasil karya sherly membuat yang di puji semakin senang.
" iya dong,, sherly," jawab nya membanggakan diri sendiri.
" ya udah kalau begitu aku pulang dulu ya say,," sara pun pamit mencium pipi sherly dan membayar tagihan nya lalu pulang.
Sesampai nya di rumah dia melihat ada mobil yang terparkir di halaman rumah nya, ' mobil siapa ini' batin nya, tapi sara tidak memikirkan nya masa bodo lah pikir nya, mungkin tamu orang tua nya, sara pun masuk dengan mengucap kan salam
" asaalamualaikum,, "
" waalaikum sallam, " jawab mereka semua serempak dan menoleh ke arah sara. 'Oh ternyata mas wisnu' batin sara lagi
Di ruang tamu ada papa dan mama nya dan juga wisnu. Mama nya menyambut sara beliau pangling melihat putri nya cantik dengan rambut baru nya" wow Sara kamu cantik banget nak, habis nyalon ya, ayo duduk dulu disini." mama nya menyuruh nya untuk bergabung bersama nya di ruang tamu, sara pun duduk di sebelah mama nya lalu menoleh kearah wisnu, dan tersenyum
" apa kabarnya mas, kapan datang,,?" ucap sara berbasa basi
" baik sara, baru datang kemarin, kalau kamu apa kabar nya,,,?" jawab wisnu kepada sara, ya,, wisnu adalah bisnis man yang sukses di kalimantan ini jadi dia sering keluar kota untuk urusan bisnis nya, dan sara pun tau kalau wisnu ini suka sama sara, dan orang tua nya pun setuju kalau sara dan wisnu, namun sara menolak dengan alasan masih ingin sendiri, biar dia tidak di jodoh kan lagi dengan orang tua nya, tapi alasan itu tidak cukup, sekarang wisnu datang dan mungkin orang tua nya masih ingin menjodoh kan sara dengan wisnu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Miss Frozen And Hot Devil
ChickLitDia gadis yang pintar dan ceria, namun semua itu hilang dan dia berubah menjadi wanita yang dingin dan kejam, dan selalu menghancurkan setiap lelaki yang kelakuan nya sama dengan orang di masa lalu yang sangat dia benci, namun hati nya menghangat sa...